<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potret Kekeringan di NTT, Warga Rela Antre Berhari-hari Demi Seliter Air Bersih</title><description>Untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus rela mengantre air di sumur kering selama berhari- hari untuk mendapatkan air bersih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/22/340/2297595/potret-kekeringan-di-ntt-warga-rela-antre-berhari-hari-demi-seliter-air-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/22/340/2297595/potret-kekeringan-di-ntt-warga-rela-antre-berhari-hari-demi-seliter-air-bersih"/><item><title>Potret Kekeringan di NTT, Warga Rela Antre Berhari-hari Demi Seliter Air Bersih</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/22/340/2297595/potret-kekeringan-di-ntt-warga-rela-antre-berhari-hari-demi-seliter-air-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/22/340/2297595/potret-kekeringan-di-ntt-warga-rela-antre-berhari-hari-demi-seliter-air-bersih</guid><pubDate>Kamis 22 Oktober 2020 09:24 WIB</pubDate><dc:creator>Stefanus Dile Payong</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/22/340/2297595/potret-kekeringan-di-ntt-warga-rela-antre-berhari-hari-demi-seliter-air-bersih-0OBsXt9p2k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/22/340/2297595/potret-kekeringan-di-ntt-warga-rela-antre-berhari-hari-demi-seliter-air-bersih-0OBsXt9p2k.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>BELU - Musim kemarau panjang yang terus melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu sangat kesulitan untuk mendapatkan air  bersih.

Untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus rela  mengantre air di sumur kering selama berhari- hari untuk mendapatkan air bersih. Meski demikian warga rela mengantre berhari-hari, menunggu air keluar dari sumber mata air tersebut.

Warga mengakui kesulitan dalam mendapatkan air bersih ini sudah dirasakan bertahun-tahun meski sudah saatnya musim penghujan tiba namun warga tetap merasa kesulitan air bersih.

Demi mendapatkan satu liter air bersih warga rela mengantre 3 hingga 4 hari di bibir sumur. Tanpa rasa lelah dan menyerah warga nekat menunggu hinga berhari-hari  mencari air demi kebutuhan hidup mereka. Terkadang warga yang sudah berjalan jauh untuk mencapai sumber mata air, tidak bisa mendaptkan air karena warga lainnya mengantre terlebih dahulu.

Menurut warga setempat, Mariana Mali, setiap harinya ia selalu mengantre berhari-hari hanya untuk mendapatkan air bersih.

&quot;Sumur ini satu-satunya sumber mata air yang bisa memenuhi kebutuhan warga,&quot; jelasnya.

Warga kini hanya bisa pasrah dengan dengan kesulitan air yang dialami selama ini Warga hanya bisa berharap musim penghujan pun datang sehingga bisa mengatasi kesulitan air bersih.

</description><content:encoded>BELU - Musim kemarau panjang yang terus melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat warga Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu sangat kesulitan untuk mendapatkan air  bersih.

Untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus rela  mengantre air di sumur kering selama berhari- hari untuk mendapatkan air bersih. Meski demikian warga rela mengantre berhari-hari, menunggu air keluar dari sumber mata air tersebut.

Warga mengakui kesulitan dalam mendapatkan air bersih ini sudah dirasakan bertahun-tahun meski sudah saatnya musim penghujan tiba namun warga tetap merasa kesulitan air bersih.

Demi mendapatkan satu liter air bersih warga rela mengantre 3 hingga 4 hari di bibir sumur. Tanpa rasa lelah dan menyerah warga nekat menunggu hinga berhari-hari  mencari air demi kebutuhan hidup mereka. Terkadang warga yang sudah berjalan jauh untuk mencapai sumber mata air, tidak bisa mendaptkan air karena warga lainnya mengantre terlebih dahulu.

Menurut warga setempat, Mariana Mali, setiap harinya ia selalu mengantre berhari-hari hanya untuk mendapatkan air bersih.

&quot;Sumur ini satu-satunya sumber mata air yang bisa memenuhi kebutuhan warga,&quot; jelasnya.

Warga kini hanya bisa pasrah dengan dengan kesulitan air yang dialami selama ini Warga hanya bisa berharap musim penghujan pun datang sehingga bisa mengatasi kesulitan air bersih.

</content:encoded></item></channel></rss>
