<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Epidemiolog Sebut Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Jauh</title><description>Puncak pandemi di Indonesia masih jauh, meski kasus Covid-19 terus bertambah setiap harinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/24/337/2298742/epidemiolog-sebut-puncak-pandemi-covid-19-di-indonesia-masih-jauh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/24/337/2298742/epidemiolog-sebut-puncak-pandemi-covid-19-di-indonesia-masih-jauh"/><item><title>Epidemiolog Sebut Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Jauh</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/24/337/2298742/epidemiolog-sebut-puncak-pandemi-covid-19-di-indonesia-masih-jauh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/24/337/2298742/epidemiolog-sebut-puncak-pandemi-covid-19-di-indonesia-masih-jauh</guid><pubDate>Sabtu 24 Oktober 2020 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/24/337/2298742/epidemiolog-sebut-puncak-pandemi-covid-19-di-indonesia-masih-jauh-CA9oFwmYDk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/24/337/2298742/epidemiolog-sebut-puncak-pandemi-covid-19-di-indonesia-masih-jauh-CA9oFwmYDk.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Tercatat hingga Jumat (23/10/2020), total sudah 381.910 orang dinyatakan positif Covid-19.&amp;nbsp;
Epidemolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, puncak pandemi di Indonesia masih jauh, meski kasus Covid-19 a terus bertambah setiap harinya.
&amp;ldquo;Arah indonesia ke puncak (Pandemi Covid-19) masih jauh ya. Karena juga sulid (ditebak), Indonesia karena cakupan test rendah dan tidak stabil,&amp;rdquo; kata Dicky saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).
Sulit ditebaknya puncak pandemi Covid-19 di Indonesia berdampak pada panjangnya gelombang pertama penyebaran virus ini.

Selain itu, Dicky memaparkan bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia ditandai dengan meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit.
&amp;ldquo;Menunggu satu masa lonjakan semua orang ke rumah sakit. Itu yang akhirnya menandai kita bahwa ada di puncak atau mendekati puncak banget, itu berbahaya sekali,&amp;rdquo; tandas Dicky.
Baca juga:&amp;nbsp;Satgas Pastikan Ketersediaan Obat Perawatan untuk Pasien Covid-19 Aman
Sebagaimana diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat pada Jumat 23 Oktober 2020, terdapat penambahan 4.369 kasus sehingga jumlah total kasus positif menjadi 318.910.
Sedangkan kasus sembuh bertambah 4.094 menjadi 305.100 orang. Adapun kasus meninggal bertambah 118 menjadi 13.077 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah kasus baru Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Tercatat hingga Jumat (23/10/2020), total sudah 381.910 orang dinyatakan positif Covid-19.&amp;nbsp;
Epidemolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, puncak pandemi di Indonesia masih jauh, meski kasus Covid-19 a terus bertambah setiap harinya.
&amp;ldquo;Arah indonesia ke puncak (Pandemi Covid-19) masih jauh ya. Karena juga sulid (ditebak), Indonesia karena cakupan test rendah dan tidak stabil,&amp;rdquo; kata Dicky saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).
Sulit ditebaknya puncak pandemi Covid-19 di Indonesia berdampak pada panjangnya gelombang pertama penyebaran virus ini.

Selain itu, Dicky memaparkan bahwa puncak pandemi Covid-19 di Indonesia ditandai dengan meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit.
&amp;ldquo;Menunggu satu masa lonjakan semua orang ke rumah sakit. Itu yang akhirnya menandai kita bahwa ada di puncak atau mendekati puncak banget, itu berbahaya sekali,&amp;rdquo; tandas Dicky.
Baca juga:&amp;nbsp;Satgas Pastikan Ketersediaan Obat Perawatan untuk Pasien Covid-19 Aman
Sebagaimana diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat pada Jumat 23 Oktober 2020, terdapat penambahan 4.369 kasus sehingga jumlah total kasus positif menjadi 318.910.
Sedangkan kasus sembuh bertambah 4.094 menjadi 305.100 orang. Adapun kasus meninggal bertambah 118 menjadi 13.077 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
