<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengguna KRL Berharap PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang   </title><description>Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) Transisi berakhir pada hari ini, Minggu (25/10/2020).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/25/338/2299188/pengguna-krl-berharap-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/25/338/2299188/pengguna-krl-berharap-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang"/><item><title>Pengguna KRL Berharap PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/25/338/2299188/pengguna-krl-berharap-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/25/338/2299188/pengguna-krl-berharap-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2020 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Yan Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/25/338/2299188/pengguna-krl-berharap-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang-mon3WCoiLZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/25/338/2299188/pengguna-krl-berharap-psbb-transisi-jakarta-diperpanjang-mon3WCoiLZ.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) Transisi berakhir pada hari ini, Minggu (25/10/2020).

Nah, sebagian pengguna KRL berharap Pemprov DKI tetap memberlakukan PSBB selama vaksin Covid-19 belum didistribusikan ke masyarakat.

Hal ini lantaran perbedaan antara kondisi KRL saat normal dan PSBB sangat berbeda. Kepadatan pengguna KRL menjadi pembanding di masa itu. &amp;ldquo;PSBB kan bikin KRL renggang, engga ada dempet-dempetan di dalam rel,&amp;rdquo; kata Arma, 31, salah satu karyawan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Arma sendiri yang merupakan warga Depok, Jawa Barat, yang hampir setiap hari menggunakan KRL ketika berangkat kerja dari rumahnya ke kantor dekan Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Ia melihat semenjak pembatasan diberlakukan, suasana KRL berubah drastis, penumpang yang dahulu saling berdesakan di stasiun maupun gerbong, kini kereta nyaris tak terlihat. Suasana nyaman saat di KRL terasa sepanjang perjalanan ketika PSBB Transisi diterapkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;PSBB Transisi di Jakarta Akan Berakhir, Akankah Diperpanjang?&amp;nbsp;
Karenanya, selama vaksin Covid-19 belum disuntikan ke masyarakat, dirinya berharap PSBB Transisi tetap diberlakukan.

&amp;ldquo;Yah kebayang aja kalau di normal kaya dulu, kita saling berhadapan dan berdesakan, ini kan rawan penyebaran,&amp;rdquo; tuturnya.

Hal sama diungkapkan Ira, 28, karyawan swasta lainnya. Sebagai pengguna KRL, ia berharap PSBB tetap diberlakukan di Jakarta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Hentikan Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta, PSBB Transisi Efektif?
&amp;ldquo;Kalau PSBB, kita masih WFH, kereta juga renggang. Yah pokoknya enaklah kalau PSBB untuk pengguna KRL dan pekerja. Tapi kalau orang yang suka hangout, lebih baik di normalkan kaya dulu,&amp;rdquo; celetuknya.

Wanita yang tinggal di Bogor ini mengakui akhir-akhir ini kondisi penumpang di KRL cukup padat. Penumpang yang dulu terlihat jarang mulai banyak di stasiun. Menurutnya sekrang KRL agak sedikit padat dengan banyaknya penumpang yang berdiri.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) Transisi berakhir pada hari ini, Minggu (25/10/2020).

Nah, sebagian pengguna KRL berharap Pemprov DKI tetap memberlakukan PSBB selama vaksin Covid-19 belum didistribusikan ke masyarakat.

Hal ini lantaran perbedaan antara kondisi KRL saat normal dan PSBB sangat berbeda. Kepadatan pengguna KRL menjadi pembanding di masa itu. &amp;ldquo;PSBB kan bikin KRL renggang, engga ada dempet-dempetan di dalam rel,&amp;rdquo; kata Arma, 31, salah satu karyawan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Arma sendiri yang merupakan warga Depok, Jawa Barat, yang hampir setiap hari menggunakan KRL ketika berangkat kerja dari rumahnya ke kantor dekan Stasiun Tanah Abang, Jakarta.

Ia melihat semenjak pembatasan diberlakukan, suasana KRL berubah drastis, penumpang yang dahulu saling berdesakan di stasiun maupun gerbong, kini kereta nyaris tak terlihat. Suasana nyaman saat di KRL terasa sepanjang perjalanan ketika PSBB Transisi diterapkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;PSBB Transisi di Jakarta Akan Berakhir, Akankah Diperpanjang?&amp;nbsp;
Karenanya, selama vaksin Covid-19 belum disuntikan ke masyarakat, dirinya berharap PSBB Transisi tetap diberlakukan.

&amp;ldquo;Yah kebayang aja kalau di normal kaya dulu, kita saling berhadapan dan berdesakan, ini kan rawan penyebaran,&amp;rdquo; tuturnya.

Hal sama diungkapkan Ira, 28, karyawan swasta lainnya. Sebagai pengguna KRL, ia berharap PSBB tetap diberlakukan di Jakarta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Hentikan Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta, PSBB Transisi Efektif?
&amp;ldquo;Kalau PSBB, kita masih WFH, kereta juga renggang. Yah pokoknya enaklah kalau PSBB untuk pengguna KRL dan pekerja. Tapi kalau orang yang suka hangout, lebih baik di normalkan kaya dulu,&amp;rdquo; celetuknya.

Wanita yang tinggal di Bogor ini mengakui akhir-akhir ini kondisi penumpang di KRL cukup padat. Penumpang yang dulu terlihat jarang mulai banyak di stasiun. Menurutnya sekrang KRL agak sedikit padat dengan banyaknya penumpang yang berdiri.
</content:encoded></item></channel></rss>
