<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Meresahkan, Warga Babel Tangkap Buaya Raksasa Berbobot 700 Kg</title><description>Namun sayang, reptil tersebut mati sebelum tim Pusat Penyelamatan Satwa Alobi datang mengevakuasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/27/340/2300559/dianggap-meresahkan-warga-babel-tangkap-buaya-raksasa-berbobot-700-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/27/340/2300559/dianggap-meresahkan-warga-babel-tangkap-buaya-raksasa-berbobot-700-kg"/><item><title>Dianggap Meresahkan, Warga Babel Tangkap Buaya Raksasa Berbobot 700 Kg</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/27/340/2300559/dianggap-meresahkan-warga-babel-tangkap-buaya-raksasa-berbobot-700-kg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/27/340/2300559/dianggap-meresahkan-warga-babel-tangkap-buaya-raksasa-berbobot-700-kg</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2020 22:08 WIB</pubDate><dc:creator>Haryanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/27/340/2300559/dianggap-meresahkan-warga-babel-tangkap-buaya-raksasa-berbobot-700-kg-vb4r2OsXXk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi dan prajurit TNI mengecek buaya raksasa yang ditangkap warga. (Foto: Dok warga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/27/340/2300559/dianggap-meresahkan-warga-babel-tangkap-buaya-raksasa-berbobot-700-kg-vb4r2OsXXk.jpg</image><title>Polisi dan prajurit TNI mengecek buaya raksasa yang ditangkap warga. (Foto: Dok warga)</title></images><description>BANGKA TENGAH - Warga Dusun Pangkal , Desa Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali menangkap&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;raksasa sepanjang 5,4 meter dan berbobot sekitar 700 kg.&amp;nbsp;Buaya&amp;nbsp;ditangkap karena dianggap menganggu warga.&amp;nbsp;
&quot;Tadi siang kita mendapat laporan warga, ada&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;ditangkap, katanya sering mengganggu nelayan setempat,&quot; kata Ketua Animal Lovers Bangka Island (Alobi), Langka Sani, Selasa (27/10/2020).
Namun sayang, reptil tersebut mati sebelum tim Pusat Penyelamatan Satwa Alobi datang mengevakuasi.
&quot;Ketika tim kami lagi di jalan untuk mengevakuasi&amp;nbsp;buaya, dapat telefon&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;sudah mati,&quot; ujarnya.
Ketua RW/ 09, Kadir mengatakan,&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;tersebut ditangkap Senin 26 Oktober malam, dengan menggunakan umpan bebek.&amp;nbsp;
&quot;Buaya&amp;nbsp;ini membuat khawatir warga, karena belum lama ini ada warga kita yang sedang mencari ikan hilang tenggelam dan ditemukan meninggal dunia. Ini diduga karena diterkam&amp;nbsp;buaya,&quot; kata Kadir.&amp;nbsp;
Tak cuma itu, tutur Kadir, setelah kejadian yang mengakibatkan korban meninggal, warga lainnya sempat mengalami gangguan keganasan sang reptil.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Heroik Sang Kakak Selamatkan Adik dari Terkaman Buaya
&quot;Sebenarnya kami juga tidak mau mengganggu&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;di sini, cuma karena mayoritas penduduk kami sebagai nelayan dan kemunculan&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;kerap mengganggu, jadi warga berupaya menangkapnya. Alhamdulillah&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;yang diduga merekam warga itu sudah berhasil ditangkap,&quot; ujarnya.Predator berdarah dingin itu kemudian dinyatakan mati sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa, dan oleh warga setempat langsung dikuburkan.
Sebelumnya di lokasi yang sama, warga juga pernah menangkap&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;raksasa berbobot 500 Kg. Namun sayang&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;tersebut juga mati.&amp;nbsp;
&quot;Kami mengimbau agar warga selalu berhati-hati saat beraktivitas mencari ikan di Sungai, karena kita tidak tahu keberadaan mereka di dalam air sana,&quot; ujar Kadir.&amp;nbsp;</description><content:encoded>BANGKA TENGAH - Warga Dusun Pangkal , Desa Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali menangkap&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;raksasa sepanjang 5,4 meter dan berbobot sekitar 700 kg.&amp;nbsp;Buaya&amp;nbsp;ditangkap karena dianggap menganggu warga.&amp;nbsp;
&quot;Tadi siang kita mendapat laporan warga, ada&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;ditangkap, katanya sering mengganggu nelayan setempat,&quot; kata Ketua Animal Lovers Bangka Island (Alobi), Langka Sani, Selasa (27/10/2020).
Namun sayang, reptil tersebut mati sebelum tim Pusat Penyelamatan Satwa Alobi datang mengevakuasi.
&quot;Ketika tim kami lagi di jalan untuk mengevakuasi&amp;nbsp;buaya, dapat telefon&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;sudah mati,&quot; ujarnya.
Ketua RW/ 09, Kadir mengatakan,&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;tersebut ditangkap Senin 26 Oktober malam, dengan menggunakan umpan bebek.&amp;nbsp;
&quot;Buaya&amp;nbsp;ini membuat khawatir warga, karena belum lama ini ada warga kita yang sedang mencari ikan hilang tenggelam dan ditemukan meninggal dunia. Ini diduga karena diterkam&amp;nbsp;buaya,&quot; kata Kadir.&amp;nbsp;
Tak cuma itu, tutur Kadir, setelah kejadian yang mengakibatkan korban meninggal, warga lainnya sempat mengalami gangguan keganasan sang reptil.
Baca juga:&amp;nbsp;Cerita Heroik Sang Kakak Selamatkan Adik dari Terkaman Buaya
&quot;Sebenarnya kami juga tidak mau mengganggu&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;di sini, cuma karena mayoritas penduduk kami sebagai nelayan dan kemunculan&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;kerap mengganggu, jadi warga berupaya menangkapnya. Alhamdulillah&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;yang diduga merekam warga itu sudah berhasil ditangkap,&quot; ujarnya.Predator berdarah dingin itu kemudian dinyatakan mati sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa, dan oleh warga setempat langsung dikuburkan.
Sebelumnya di lokasi yang sama, warga juga pernah menangkap&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;raksasa berbobot 500 Kg. Namun sayang&amp;nbsp;buaya&amp;nbsp;tersebut juga mati.&amp;nbsp;
&quot;Kami mengimbau agar warga selalu berhati-hati saat beraktivitas mencari ikan di Sungai, karena kita tidak tahu keberadaan mereka di dalam air sana,&quot; ujar Kadir.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
