<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Libur Panjang, Epidemiolog Soroti Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata</title><description>Pemerintah daerah diminta mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat wisata yang akan dikunjungi masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/28/337/2300623/libur-panjang-epidemiolog-soroti-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-wisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/28/337/2300623/libur-panjang-epidemiolog-soroti-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-wisata"/><item><title>Libur Panjang, Epidemiolog Soroti Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/28/337/2300623/libur-panjang-epidemiolog-soroti-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-wisata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/28/337/2300623/libur-panjang-epidemiolog-soroti-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-wisata</guid><pubDate>Rabu 28 Oktober 2020 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/28/337/2300623/libur-panjang-epidemiolog-soroti-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-wisata-9W8yoh3AVQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tempat wisata diminta sediakan hand sanitizer untuk mencegah penularan Covid-19. (Ilustrasi/Okezone/Arif Julianto) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/28/337/2300623/libur-panjang-epidemiolog-soroti-penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-wisata-9W8yoh3AVQ.jpg</image><title>Tempat wisata diminta sediakan hand sanitizer untuk mencegah penularan Covid-19. (Ilustrasi/Okezone/Arif Julianto) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyoroti penerapan Covid-19 safety plan atau protokol kesehatan di setiap tempat wisata. Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) aktif mengawasi penerapan protokol kesehatan di setiap tempat wisata yang diprediksi ramai pengunjung.
&quot;Pemerintah harus memastikan setiap tujuan atau yang dikira-kira akan didatangi penduduk itu sudah memiliki Covid-19 safety plan atau protokol yang dibuat, dipahami, dan dilaksanakan. Ini yang tentu harus dilakukan,&quot; kata Dicky kepada Okezone, Rabu (28/10/2020).
Menurut Dicky, penerapan Covid-19 safety plan sangat penting di setiap tempat wisata. Terlebih, ketika libur panjang seperti sekarang ini. Itu karena tempat wisata akan ramai dikunjungi masyarakat dan berpotensi menimbulkan penularan virus corona.
&quot;Jadi jangan menunggu situasi libur panjang lalu dibuat karena pandemi kan masih lama harus dibetul-betul diperhatikan. Karena Covid-19 safety plan ini harus yang sesuai dengan lokasi wisata. Ini yang harus dilakukan,&quot; ujarnya.
Salah satu contoh Covid-19 safety plan di tempat wisata, yaitu diwajibkan pembayaran melalui nontunai sehingga meminimalkan interaksi langsung. Kemudian, harus tersedia tempat cuci tangan atau minimal hand sanitizer di tempat wisata.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Luncurkan BLC Pantau Kepatuhan Protokol Kesehatan

&quot;Jadi untuk para pengelola atau pengusaha juga harus antisipasi ini dengan membuat Covid-19 safety plan atau protokol kesehatan yang sesuai dengan tempatnya harus konsultasi dengan ahli epidemiologi dan dinas kesehatan,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Rata-Rata Kesembuhan Pasien Covid-19 Dunia Menurun, Indonesia Meningkat


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyoroti penerapan Covid-19 safety plan atau protokol kesehatan di setiap tempat wisata. Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) aktif mengawasi penerapan protokol kesehatan di setiap tempat wisata yang diprediksi ramai pengunjung.
&quot;Pemerintah harus memastikan setiap tujuan atau yang dikira-kira akan didatangi penduduk itu sudah memiliki Covid-19 safety plan atau protokol yang dibuat, dipahami, dan dilaksanakan. Ini yang tentu harus dilakukan,&quot; kata Dicky kepada Okezone, Rabu (28/10/2020).
Menurut Dicky, penerapan Covid-19 safety plan sangat penting di setiap tempat wisata. Terlebih, ketika libur panjang seperti sekarang ini. Itu karena tempat wisata akan ramai dikunjungi masyarakat dan berpotensi menimbulkan penularan virus corona.
&quot;Jadi jangan menunggu situasi libur panjang lalu dibuat karena pandemi kan masih lama harus dibetul-betul diperhatikan. Karena Covid-19 safety plan ini harus yang sesuai dengan lokasi wisata. Ini yang harus dilakukan,&quot; ujarnya.
Salah satu contoh Covid-19 safety plan di tempat wisata, yaitu diwajibkan pembayaran melalui nontunai sehingga meminimalkan interaksi langsung. Kemudian, harus tersedia tempat cuci tangan atau minimal hand sanitizer di tempat wisata.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Luncurkan BLC Pantau Kepatuhan Protokol Kesehatan

&quot;Jadi untuk para pengelola atau pengusaha juga harus antisipasi ini dengan membuat Covid-19 safety plan atau protokol kesehatan yang sesuai dengan tempatnya harus konsultasi dengan ahli epidemiologi dan dinas kesehatan,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Rata-Rata Kesembuhan Pasien Covid-19 Dunia Menurun, Indonesia Meningkat


</content:encoded></item></channel></rss>
