<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imam Besar Al Azhar Minta UU Larang Ujaran Kebencian Terhadap Muslim </title><description>Dr Al Tayeb mendesak umat Islam untuk menggunakan cara damai dan legal untuk melawan ujaran kebencian</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/30/18/2301732/imam-besar-al-azhar-minta-uu-larang-ujaran-kebencian-terhadap-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/30/18/2301732/imam-besar-al-azhar-minta-uu-larang-ujaran-kebencian-terhadap-muslim"/><item><title>Imam Besar Al Azhar Minta UU Larang Ujaran Kebencian Terhadap Muslim </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/30/18/2301732/imam-besar-al-azhar-minta-uu-larang-ujaran-kebencian-terhadap-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/30/18/2301732/imam-besar-al-azhar-minta-uu-larang-ujaran-kebencian-terhadap-muslim</guid><pubDate>Jum'at 30 Oktober 2020 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/30/18/2301732/imam-besar-al-azhar-minta-uu-larang-ujaran-kebencian-terhadap-muslim-MRWT12faOv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imam Besar Al Azhar Dr. Ahmad Al Tayeb. (Foto: Gulf News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/30/18/2301732/imam-besar-al-azhar-minta-uu-larang-ujaran-kebencian-terhadap-muslim-MRWT12faOv.jpg</image><title>Imam Besar Al Azhar Dr. Ahmad Al Tayeb. (Foto: Gulf News)</title></images><description>DUBAI &amp;ndash; Imam Besar Al Azhar Mesir, Dr. Ahmed Al Tayeb meminta masyarakat internasional untuk mengadopsi undang-undang universal yang mengkriminalisasi kebencian terhadap Muslim dan diskriminasi terhadap mereka.
Dr. Al Tayeb, sementara itu, menyerukan umat Islam untuk &amp;ldquo;berintegrasi secara positif dan tidak terseret ke dalam provokasi ekstremisme dan rasisme&amp;rdquo;.
BACA JUGA: Pemimpin Chechnya: Bela Kartun Nabi Muhammad, Macron Dorong Terorisme
Seruan Imam Besar Al Azhar, lembaga Islam Sunni terkemuka, sebagai reaksi atas publikasi ulang karikatur menghujat Nabi Muhammad (SAW) yang diterbitkan oleh Charlie Hebdo pada 2015.
Pada pertemuan merayakan Maulid Nabi, Dr. Al Tayeb juga mengutuk pembunuhan seorang guru bahasa Prancis di Paris oleh seorang ekstremis sebagai &quot;pembunuhan yang menjijikkan dan menyakitkan.&quot;
&amp;ldquo;Menyinggung Islam dan Muslim telah menjadi alat untuk memobilisasi suara. Kartun ofensif yang menggambarkan Nabi Muhammad (SAW) (merupakan) permusuhan terang-terangan terhadap agama mulia ini dan Nabi,&quot; katanya sebagaimana dilansir Gulf News.
&quot;Kartun ofensif yang diadopsi oleh beberapa surat kabar dan beberapa kebijakan, merupakan pelanggaran terhadap semua norma hukum dan internasional dan permusuhan terbuka terhadap Islam dan Muslim,&quot; tambahnya.
BACA JUGA: Malaysia Sebut Kartun Nabi Muhammad Bukan Hak Kebebasan Bicara
Dia mendesak umat Islam untuk menggunakan cara damai dan legal untuk melawan ujaran kebencian. Dr. Al Tayeb juga mendesak umat Islam di negara-negara Barat untuk mengintegrasikan &amp;ldquo;secara positif dan sadar&amp;rdquo; ke dalam masyarakat mereka untuk menjunjung tinggi identitas agama dan budaya mereka, dan tidak terseret ke dalam provokasi ekstremisme, rasisme dan kebencian.
&amp;ldquo;Warga Muslim harus mengikuti metode damai dan legal untuk menghadapi  ujaran kebencian untuk mendapatkan hak mereka yang sah dan mengikuti  moral Nabi Muhammad (SAW).&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Al Azhar akan meluncurkan platform global untuk memperkenalkan Nabi  Muhammad (SAW) kepada dunia dalam tujuh bahasa... Observatorium Al Azhar  akan mengoperasikan platform elektronik untuk menghadapi ideologi  radikal dan ekstremisme,&amp;rdquo; kata Dr. Al Tayeb.</description><content:encoded>DUBAI &amp;ndash; Imam Besar Al Azhar Mesir, Dr. Ahmed Al Tayeb meminta masyarakat internasional untuk mengadopsi undang-undang universal yang mengkriminalisasi kebencian terhadap Muslim dan diskriminasi terhadap mereka.
Dr. Al Tayeb, sementara itu, menyerukan umat Islam untuk &amp;ldquo;berintegrasi secara positif dan tidak terseret ke dalam provokasi ekstremisme dan rasisme&amp;rdquo;.
BACA JUGA: Pemimpin Chechnya: Bela Kartun Nabi Muhammad, Macron Dorong Terorisme
Seruan Imam Besar Al Azhar, lembaga Islam Sunni terkemuka, sebagai reaksi atas publikasi ulang karikatur menghujat Nabi Muhammad (SAW) yang diterbitkan oleh Charlie Hebdo pada 2015.
Pada pertemuan merayakan Maulid Nabi, Dr. Al Tayeb juga mengutuk pembunuhan seorang guru bahasa Prancis di Paris oleh seorang ekstremis sebagai &quot;pembunuhan yang menjijikkan dan menyakitkan.&quot;
&amp;ldquo;Menyinggung Islam dan Muslim telah menjadi alat untuk memobilisasi suara. Kartun ofensif yang menggambarkan Nabi Muhammad (SAW) (merupakan) permusuhan terang-terangan terhadap agama mulia ini dan Nabi,&quot; katanya sebagaimana dilansir Gulf News.
&quot;Kartun ofensif yang diadopsi oleh beberapa surat kabar dan beberapa kebijakan, merupakan pelanggaran terhadap semua norma hukum dan internasional dan permusuhan terbuka terhadap Islam dan Muslim,&quot; tambahnya.
BACA JUGA: Malaysia Sebut Kartun Nabi Muhammad Bukan Hak Kebebasan Bicara
Dia mendesak umat Islam untuk menggunakan cara damai dan legal untuk melawan ujaran kebencian. Dr. Al Tayeb juga mendesak umat Islam di negara-negara Barat untuk mengintegrasikan &amp;ldquo;secara positif dan sadar&amp;rdquo; ke dalam masyarakat mereka untuk menjunjung tinggi identitas agama dan budaya mereka, dan tidak terseret ke dalam provokasi ekstremisme, rasisme dan kebencian.
&amp;ldquo;Warga Muslim harus mengikuti metode damai dan legal untuk menghadapi  ujaran kebencian untuk mendapatkan hak mereka yang sah dan mengikuti  moral Nabi Muhammad (SAW).&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Al Azhar akan meluncurkan platform global untuk memperkenalkan Nabi  Muhammad (SAW) kepada dunia dalam tujuh bahasa... Observatorium Al Azhar  akan mengoperasikan platform elektronik untuk menghadapi ideologi  radikal dan ekstremisme,&amp;rdquo; kata Dr. Al Tayeb.</content:encoded></item></channel></rss>
