<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Demo Dubes Prancis, Ini Harapan PA 212 kepada Presiden Jokowi   </title><description>Presiden Joko Widodo sudah mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina agama Islam.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/02/337/2302611/demo-dubes-prancis-ini-harapan-pa-212-kepada-presiden-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/02/337/2302611/demo-dubes-prancis-ini-harapan-pa-212-kepada-presiden-jokowi"/><item><title> Demo Dubes Prancis, Ini Harapan PA 212 kepada Presiden Jokowi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/02/337/2302611/demo-dubes-prancis-ini-harapan-pa-212-kepada-presiden-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/02/337/2302611/demo-dubes-prancis-ini-harapan-pa-212-kepada-presiden-jokowi</guid><pubDate>Senin 02 November 2020 10:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/02/337/2302611/demo-dubes-prancis-ini-harapan-pa-212-kepada-presiden-jokowi-7zCCy3EWTh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua PA 212, Slamet Maarif (foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/02/337/2302611/demo-dubes-prancis-ini-harapan-pa-212-kepada-presiden-jokowi-7zCCy3EWTh.jpg</image><title>Ketua PA 212, Slamet Maarif (foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo sudah mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina agama Islam. Jokowi menganggap pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

Merespons itu, Ketua Umum Persaudaraa Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengaku senang mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang telah mengecam Macron. Namun, menurut dia, akan lebih bagus jika Kepala Negara menyerukan rakyat Indonesia memboikot produk Prancis.

&quot;Bagus senang mendengarnya, akan lebih bagus jika Jokowi menyerukan rakyat Indonesia boikot produk Prancis,&quot; ujar Slamet saat dihubungi Okezone, Senin (2/11/2020).
Baca juga:
Presiden Jokowi Sudah Kecam Macron, PA 212: Kami Tetap Aksi Hari Ini
&amp;nbsp;Berikut Rekayasa Lalu Lintas saat Demo di Monas &amp;amp; Kedubes Prancis&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Polisi Siaga di Gedung Kedubes Prancis hingga 2 November
Kendati Jokowi telah mengecam Macron, Slamet menegaskan PA 212 beserta eksponen lain akan tetap menggeruduk Kedubes Prancis. &quot;Kami tetap akan aksi hari ini,&quot; jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengecam pernyataan Macron yang telah menghina agama Islam. Menurutnya, pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

&quot;Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia,&quot; ujar Jokowi saat konferensi pers secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMC8xLzEyMzkxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejumlah negara juga telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut, sementara aksi boikot produk Prancis telah diserukan di beberapa negara termasuk Kuwait, Qatar dan Turki.

Juru Bicara PA 212, Haikal Hassan memastikan pihaknya akan menggeruduk Kedubes Prancis pada hari ini untuk mengecam ucapan Macron.

&quot;Iya Insya Allah PA 212 akan turun, ikut, dan mempelopori bahkan gelar aksi di depan Kedubes Prancis,&quot; kata Haikal, Minggu 1 November 2020.

Aparat keamanan diketahui telah bersiaga di sekitar Gedung Kedubes Pranis sejak Jumat 30 Oktober 2020 lalu. Kawat berduri hingga kendaraan taktis polisi sudah disiagakan di lokasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo sudah mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina agama Islam. Jokowi menganggap pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

Merespons itu, Ketua Umum Persaudaraa Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengaku senang mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang telah mengecam Macron. Namun, menurut dia, akan lebih bagus jika Kepala Negara menyerukan rakyat Indonesia memboikot produk Prancis.

&quot;Bagus senang mendengarnya, akan lebih bagus jika Jokowi menyerukan rakyat Indonesia boikot produk Prancis,&quot; ujar Slamet saat dihubungi Okezone, Senin (2/11/2020).
Baca juga:
Presiden Jokowi Sudah Kecam Macron, PA 212: Kami Tetap Aksi Hari Ini
&amp;nbsp;Berikut Rekayasa Lalu Lintas saat Demo di Monas &amp;amp; Kedubes Prancis&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Polisi Siaga di Gedung Kedubes Prancis hingga 2 November
Kendati Jokowi telah mengecam Macron, Slamet menegaskan PA 212 beserta eksponen lain akan tetap menggeruduk Kedubes Prancis. &quot;Kami tetap akan aksi hari ini,&quot; jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengecam pernyataan Macron yang telah menghina agama Islam. Menurutnya, pernyataan tersebut bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia.

&quot;Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia yang bisa memecah belah persatuan antarumat beragama di dunia,&quot; ujar Jokowi saat konferensi pers secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu 31 Oktober 2020.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8zMC8xLzEyMzkxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejumlah negara juga telah menyampaikan kecamannya atas pernyataan Macron tersebut, sementara aksi boikot produk Prancis telah diserukan di beberapa negara termasuk Kuwait, Qatar dan Turki.

Juru Bicara PA 212, Haikal Hassan memastikan pihaknya akan menggeruduk Kedubes Prancis pada hari ini untuk mengecam ucapan Macron.

&quot;Iya Insya Allah PA 212 akan turun, ikut, dan mempelopori bahkan gelar aksi di depan Kedubes Prancis,&quot; kata Haikal, Minggu 1 November 2020.

Aparat keamanan diketahui telah bersiaga di sekitar Gedung Kedubes Pranis sejak Jumat 30 Oktober 2020 lalu. Kawat berduri hingga kendaraan taktis polisi sudah disiagakan di lokasi.</content:encoded></item></channel></rss>
