<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Sebut Hoaks di Medsos Dapat Timbulkan Perpecahan</title><description>Presiden Jokowi menyebut, tidak jarang medsos membawa toxic seperti hoaks yang dapat menimbulkan perpecahan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/03/337/2303510/presiden-jokowi-sebut-hoaks-di-medsos-dapat-timbulkan-perpecahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/03/337/2303510/presiden-jokowi-sebut-hoaks-di-medsos-dapat-timbulkan-perpecahan"/><item><title>Presiden Jokowi Sebut Hoaks di Medsos Dapat Timbulkan Perpecahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/03/337/2303510/presiden-jokowi-sebut-hoaks-di-medsos-dapat-timbulkan-perpecahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/03/337/2303510/presiden-jokowi-sebut-hoaks-di-medsos-dapat-timbulkan-perpecahan</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/337/2303510/presiden-jokowi-sebut-hoaks-di-medsos-dapat-timbulkan-perpecahan-7vimOsYABW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/337/2303510/presiden-jokowi-sebut-hoaks-di-medsos-dapat-timbulkan-perpecahan-7vimOsYABW.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto : Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, a tantangan kehidupan beragama kian hari kian berat. Salah satu tantangannya muncul dari media sosial (medsos) yang tidak jarang bisa memicu perpecahan.
&amp;ldquo;Kehadiran media sosial dalam mewarnai kehidupan beragama dewasa ini tidak bisa diabaikan. Tidak jarang media sosial membawa toxic, membawa racun seperti hoax dan ujaran-ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan,&amp;rdquo; katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar secara virtual, Selasa (3/11/2020).
Jokowi pun menilai tantangan yang berat ini membutuhkan tokoh-tokoh agama yang mampu merangkul dan mempersatukan. Sehingga umat tidak terjebak pada pandangan ekstrim.
&amp;ldquo;Untuk itu dibutuhkan figur tokoh-tokoh agama yang mempersatukan, tokoh-tokoh agama yang merangkul, tokoh-tokoh agama yang piawai melunakkan perbedaan pilihan dan paham menjadi kekuatan. Sehingga umat tidak terjebak pada pandangan-pandangan yang ekstrim dan melegalkan kekerasan,&amp;rdquo; katanya.
Pada kesempatan itu Jokowi mengingatkan keberagaman agama yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan. Selain itu kerukunan antarumat beragama juga tidak muncul secara tiba-tiba.
Menurutnya kerukunan itu merupakan hasil kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Kaitkan Agama dengan Terorisme Sebuah Kesalahan Besar!

&amp;ldquo;Kerukunan itu hasil dari ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dan tidak memberi ruang bagi tumbuhnya saling curiga, tidak membiarkan berkembangnya benih-benih kebencian, benih-benih permusuhan. Yang pada akhirnya akan menghancurkan persatuan dan persaudaraan di antara kita,&amp;rdquo; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, a tantangan kehidupan beragama kian hari kian berat. Salah satu tantangannya muncul dari media sosial (medsos) yang tidak jarang bisa memicu perpecahan.
&amp;ldquo;Kehadiran media sosial dalam mewarnai kehidupan beragama dewasa ini tidak bisa diabaikan. Tidak jarang media sosial membawa toxic, membawa racun seperti hoax dan ujaran-ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan,&amp;rdquo; katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar secara virtual, Selasa (3/11/2020).
Jokowi pun menilai tantangan yang berat ini membutuhkan tokoh-tokoh agama yang mampu merangkul dan mempersatukan. Sehingga umat tidak terjebak pada pandangan ekstrim.
&amp;ldquo;Untuk itu dibutuhkan figur tokoh-tokoh agama yang mempersatukan, tokoh-tokoh agama yang merangkul, tokoh-tokoh agama yang piawai melunakkan perbedaan pilihan dan paham menjadi kekuatan. Sehingga umat tidak terjebak pada pandangan-pandangan yang ekstrim dan melegalkan kekerasan,&amp;rdquo; katanya.
Pada kesempatan itu Jokowi mengingatkan keberagaman agama yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan. Selain itu kerukunan antarumat beragama juga tidak muncul secara tiba-tiba.
Menurutnya kerukunan itu merupakan hasil kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Kaitkan Agama dengan Terorisme Sebuah Kesalahan Besar!

&amp;ldquo;Kerukunan itu hasil dari ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dan tidak memberi ruang bagi tumbuhnya saling curiga, tidak membiarkan berkembangnya benih-benih kebencian, benih-benih permusuhan. Yang pada akhirnya akan menghancurkan persatuan dan persaudaraan di antara kita,&amp;rdquo; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
