<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upaya Polisi Antisipasi Maraknya Begal Sepeda</title><description>Polisi punya 3 upaya untuk mengantisipasi begal sepeda yang belakangan marak terjadi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/03/338/2303476/upaya-polisi-antisipasi-maraknya-begal-sepeda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/03/338/2303476/upaya-polisi-antisipasi-maraknya-begal-sepeda"/><item><title>Upaya Polisi Antisipasi Maraknya Begal Sepeda</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/03/338/2303476/upaya-polisi-antisipasi-maraknya-begal-sepeda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/03/338/2303476/upaya-polisi-antisipasi-maraknya-begal-sepeda</guid><pubDate>Selasa 03 November 2020 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/03/338/2303476/upaya-polisi-antisipasi-maraknya-begal-sepeda-GE2TdO6ZZU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/03/338/2303476/upaya-polisi-antisipasi-maraknya-begal-sepeda-GE2TdO6ZZU.jpg</image><title>Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, polisi melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi kasus begal terhadap pesepeda yang tengah marak terjadi belakangan ini dengan upaya preemtif, preventif, dan represif. Apalagi pada September-November 2020, sudah ada 12 laporan terkait begal sepeda.

&quot;Seringnya terjadi begal sepeda, Polda Metro Jaya langsung bereaksi membentuk tim khusus, yang mana melakukan upaya preetif, preventif, dan represif,&quot; ujarnya pada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, upaya preemtif dilakukan dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat secara langsung, baik imbauan maupun informasi tentang waktu dan lokasi rawan terjadinya pembegalan. Upaya preventif dengan mengerahkan personel kepolisian, baik anggota Sabhara, Brimob, dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan patroli dan ditempatkan di lokasi dan waktu rawan begal tersebut.

&quot;Lalu, upaya represifnya kami melakukan pengungkapan kasus-kasus yang dilaporkan terkait begal sepeda itu sebagai bentuk keseriusan kami dalam menangani kasus yang sedang marak terjadi dan sering viral itu,&quot; tuturnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMS8xLzEyMzk2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Pihaknya berharap masyarakat juga bisa menjadikan pengungkapan kasus itu sebagai pengalaman agar jangan sampai dia menjadi korban begal sepeda itu. Polisi pun masyarakat untuk tak memancing para pelaku menjalankan aksinya dengan memperlihatkan barang berharganya mengingat kejahatan itu terjadi karena ada niat dan kesempatan.

&quot;Kami harap kalau bersepeda jangan seorang diri, jangan di malam hari, jangan menbawa barang berharga lagi, seperti handphone. Kalaupun bawa jangan ditaruh di tempat yang mudah terlihat,&quot; katanya.

Baca Juga : Polda Metro Identifikasi Pembegal Perwira Marinir di Jakpus

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, polisi melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi kasus begal terhadap pesepeda yang tengah marak terjadi belakangan ini dengan upaya preemtif, preventif, dan represif. Apalagi pada September-November 2020, sudah ada 12 laporan terkait begal sepeda.

&quot;Seringnya terjadi begal sepeda, Polda Metro Jaya langsung bereaksi membentuk tim khusus, yang mana melakukan upaya preetif, preventif, dan represif,&quot; ujarnya pada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, upaya preemtif dilakukan dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat secara langsung, baik imbauan maupun informasi tentang waktu dan lokasi rawan terjadinya pembegalan. Upaya preventif dengan mengerahkan personel kepolisian, baik anggota Sabhara, Brimob, dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan patroli dan ditempatkan di lokasi dan waktu rawan begal tersebut.

&quot;Lalu, upaya represifnya kami melakukan pengungkapan kasus-kasus yang dilaporkan terkait begal sepeda itu sebagai bentuk keseriusan kami dalam menangani kasus yang sedang marak terjadi dan sering viral itu,&quot; tuturnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMS8xLzEyMzk2MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Pihaknya berharap masyarakat juga bisa menjadikan pengungkapan kasus itu sebagai pengalaman agar jangan sampai dia menjadi korban begal sepeda itu. Polisi pun masyarakat untuk tak memancing para pelaku menjalankan aksinya dengan memperlihatkan barang berharganya mengingat kejahatan itu terjadi karena ada niat dan kesempatan.

&quot;Kami harap kalau bersepeda jangan seorang diri, jangan di malam hari, jangan menbawa barang berharga lagi, seperti handphone. Kalaupun bawa jangan ditaruh di tempat yang mudah terlihat,&quot; katanya.

Baca Juga : Polda Metro Identifikasi Pembegal Perwira Marinir di Jakpus

</content:encoded></item></channel></rss>
