<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Politik Uang Bukan Rezeki, tapi Racun Demokrasi</title><description>Bawaslu mengatakan pelaku politik uang adalah si pemberi dan penerima.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/04/340/2303883/politik-uang-bukan-rezeki-tapi-racun-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/04/340/2303883/politik-uang-bukan-rezeki-tapi-racun-demokrasi"/><item><title>Politik Uang Bukan Rezeki, tapi Racun Demokrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/04/340/2303883/politik-uang-bukan-rezeki-tapi-racun-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/04/340/2303883/politik-uang-bukan-rezeki-tapi-racun-demokrasi</guid><pubDate>Rabu 04 November 2020 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/04/340/2303883/politik-uang-bukan-rezeki-tapi-racun-demokrasi-ALUyWb0bnt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/04/340/2303883/politik-uang-bukan-rezeki-tapi-racun-demokrasi-ALUyWb0bnt.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. Okezone)</title></images><description>BANGKA TENGAH - Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Robianto menyatakan bahwa praktik politik uang dalam pelaksanaan Pilkada 2020 merupakan racun dalam kehidupan berdemokrasi.

&quot;Praktik politik uang dalam pesta demokrasi bukan berkah atau rezeki bagi mereka yang menerima, tetapi racun yang membunuh nilai-nilai demokrasi,&quot; katanya saat bertindak sebagai narasumber dalam acara dialog Lintas Agama Dalam Rangka Menuju Pilkada 2020 yang Damai dan Berkualitas di Koba, Rabu (4/11/2020).

Dalam acara dialog yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu, Robianto mengajak para peserta dialog dari lintas agama yang hadir untuk menghindari dan mencegah praktik politik uang.

&quot;Kita berdiri di sini bukan untuk hari ini, tetapi untuk jauh ke depan demi generasi mendatang dan demokrasi yang bermartabat di masa depan,&quot; ujarnya.

Menurut dia, jika praktik politik uang tetap dipelihara dan dianggap biasa maka dikhawatirkan ke depan perbuatan melanggar Undang-Undang ini terus tertanam menjadi sebuah budaya di masyarakat.

&quot;Justru itu saya mengajak para tokoh agama, kita berkomitmen dan bersepakat bahwa politik uang itu adalah haram,&quot; katanya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Debat Pikada Depok 2020 Digelar Akhir November

Robianto mengakui memang tidak mudah untuk membendung politik uang yang selalu muncul saat pesta demokrasi, karena terkait pola pikir masyarakat. &quot;Tapi yang harus kita garis bawahi, politik uang itu tentu akan terjadi jika ada yang memberi dan ada yang menerima,&quot; ujarnya.

Karena itu, penerima dan pemberi adalah sama-sama pelaku praktik politik uang yang menjadi satu kesatuan atau sebuah mata rantai yang harus diputus.

&quot;Maka saya tegaskan bahwa menerima uang yang bisa mempengaruhi hak pilih dan demokrasi, itu bukan rezeki tetapi racun yang harus kita basmi serta diberantas secara bersama pula,&quot; demikian Robianto.</description><content:encoded>BANGKA TENGAH - Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Robianto menyatakan bahwa praktik politik uang dalam pelaksanaan Pilkada 2020 merupakan racun dalam kehidupan berdemokrasi.

&quot;Praktik politik uang dalam pesta demokrasi bukan berkah atau rezeki bagi mereka yang menerima, tetapi racun yang membunuh nilai-nilai demokrasi,&quot; katanya saat bertindak sebagai narasumber dalam acara dialog Lintas Agama Dalam Rangka Menuju Pilkada 2020 yang Damai dan Berkualitas di Koba, Rabu (4/11/2020).

Dalam acara dialog yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu, Robianto mengajak para peserta dialog dari lintas agama yang hadir untuk menghindari dan mencegah praktik politik uang.

&quot;Kita berdiri di sini bukan untuk hari ini, tetapi untuk jauh ke depan demi generasi mendatang dan demokrasi yang bermartabat di masa depan,&quot; ujarnya.

Menurut dia, jika praktik politik uang tetap dipelihara dan dianggap biasa maka dikhawatirkan ke depan perbuatan melanggar Undang-Undang ini terus tertanam menjadi sebuah budaya di masyarakat.

&quot;Justru itu saya mengajak para tokoh agama, kita berkomitmen dan bersepakat bahwa politik uang itu adalah haram,&quot; katanya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Debat Pikada Depok 2020 Digelar Akhir November

Robianto mengakui memang tidak mudah untuk membendung politik uang yang selalu muncul saat pesta demokrasi, karena terkait pola pikir masyarakat. &quot;Tapi yang harus kita garis bawahi, politik uang itu tentu akan terjadi jika ada yang memberi dan ada yang menerima,&quot; ujarnya.

Karena itu, penerima dan pemberi adalah sama-sama pelaku praktik politik uang yang menjadi satu kesatuan atau sebuah mata rantai yang harus diputus.

&quot;Maka saya tegaskan bahwa menerima uang yang bisa mempengaruhi hak pilih dan demokrasi, itu bukan rezeki tetapi racun yang harus kita basmi serta diberantas secara bersama pula,&quot; demikian Robianto.</content:encoded></item></channel></rss>
