<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Status Merapi Siaga, 10 Penambangan di Sungai Gendol Ditutup   </title><description>Adanya kenaikan status Merapi dari waspada (level) II ke siaga (level) II langsung direspon oleh Pemkab Sleman.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/07/510/2305586/status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/07/510/2305586/status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup"/><item><title> Status Merapi Siaga, 10 Penambangan di Sungai Gendol Ditutup   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/07/510/2305586/status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/07/510/2305586/status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2020 01:30 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/06/510/2305586/status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup-8AwOrdK8K9.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sindo/Priyo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/06/510/2305586/status-merapi-siaga-10-penambangan-di-sungai-gendol-ditutup-8AwOrdK8K9.JPG</image><title>Foto: Sindo/Priyo</title></images><description>SLEMAN - Adanya kenaikan status Merapi dari waspada (level) II ke siaga (level) II langsung direspon oleh Pemkab Sleman. Selain menyiapkan barak pengungsian, juga dengan  menutup aktivitas penambangan pasir, di aliran sungai yang berhulu di Merapi.  Penutupan penambangan itu mulai berlaku, Jumat (6/11/2020).

Panewu Cangkringan, Sleman, Suparmono mengatakan, dengan adanya peningkatan status Merapi dari waspada ke siaga, maka seluruh aktivitas penambangan di lereng Merapi, terutama di aliran sungai Gendol dan kuning yang jaraknya kurang dari 5 kilometer (km) tutup.

&amp;ldquo;Penutupan ini sesuai dengan anjuran dari BPPTKG,&amp;rdquo; kata Suparmono di sela-sela kerja bakti pembersihan barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman,  Jumat (6/11/2020).
Baca juga:
Merapi Siaga III, Sleman Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 5-30 November 2020
Desa Berjarak 3,5 Km dari Puncak Merapi Bersiap Hadapi Erupsi
Suparmono menjelaskan, dari  pengumpulan data penambangan di sungai Gendol dan Kuning, ada 14 penambangan yang mendapatkan izin. Dari jumlah itu 10 penambangan ada di radius 5 km dan 4 penambangan di luar radius tersebut.

Sesuai dengan anjuran BPPTKG, maka 10 penambangan yang ada di radis  5 km dari puncak Merapi ditutup, untuk empat penambangan lainnya masih boleh buka.

&amp;ldquo;Empat penambangan yang masih operasional, tiga di sungai Gendol, satu di sungai Kuning,&amp;rdquo; paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo. Ia mengatakan, dengan kenaikan status Merapi dari waspada ke siaga, maka sudah mengirimkan surat rekomendasi   kepada BBWWSO untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir aliran sungai yang berhulu di lereng Merapi.

&amp;ldquo;Keselamatan jauh lebih penting dibandingkan yang lain,&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>SLEMAN - Adanya kenaikan status Merapi dari waspada (level) II ke siaga (level) II langsung direspon oleh Pemkab Sleman. Selain menyiapkan barak pengungsian, juga dengan  menutup aktivitas penambangan pasir, di aliran sungai yang berhulu di Merapi.  Penutupan penambangan itu mulai berlaku, Jumat (6/11/2020).

Panewu Cangkringan, Sleman, Suparmono mengatakan, dengan adanya peningkatan status Merapi dari waspada ke siaga, maka seluruh aktivitas penambangan di lereng Merapi, terutama di aliran sungai Gendol dan kuning yang jaraknya kurang dari 5 kilometer (km) tutup.

&amp;ldquo;Penutupan ini sesuai dengan anjuran dari BPPTKG,&amp;rdquo; kata Suparmono di sela-sela kerja bakti pembersihan barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman,  Jumat (6/11/2020).
Baca juga:
Merapi Siaga III, Sleman Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 5-30 November 2020
Desa Berjarak 3,5 Km dari Puncak Merapi Bersiap Hadapi Erupsi
Suparmono menjelaskan, dari  pengumpulan data penambangan di sungai Gendol dan Kuning, ada 14 penambangan yang mendapatkan izin. Dari jumlah itu 10 penambangan ada di radius 5 km dan 4 penambangan di luar radius tersebut.

Sesuai dengan anjuran BPPTKG, maka 10 penambangan yang ada di radis  5 km dari puncak Merapi ditutup, untuk empat penambangan lainnya masih boleh buka.

&amp;ldquo;Empat penambangan yang masih operasional, tiga di sungai Gendol, satu di sungai Kuning,&amp;rdquo; paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo. Ia mengatakan, dengan kenaikan status Merapi dari waspada ke siaga, maka sudah mengirimkan surat rekomendasi   kepada BBWWSO untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir aliran sungai yang berhulu di lereng Merapi.

&amp;ldquo;Keselamatan jauh lebih penting dibandingkan yang lain,&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
