<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ponpes Tebuireng Belajar Tatap Muka, Ribuan Santri Tes Swab Covid-19</title><description>Sebelum masuk ke pondok, para santri diwajibkan melakukan tes swab untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/09/519/2306676/ponpes-tebuireng-belajar-tatap-muka-ribuan-santri-tes-swab-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/09/519/2306676/ponpes-tebuireng-belajar-tatap-muka-ribuan-santri-tes-swab-covid-19"/><item><title>Ponpes Tebuireng Belajar Tatap Muka, Ribuan Santri Tes Swab Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/09/519/2306676/ponpes-tebuireng-belajar-tatap-muka-ribuan-santri-tes-swab-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/09/519/2306676/ponpes-tebuireng-belajar-tatap-muka-ribuan-santri-tes-swab-covid-19</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/519/2306676/ponpes-tebuireng-belajar-tatap-muka-ribuan-santri-tes-swab-covid-19-FcaDbfSVSa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Santri Ponpes Tebuireng jalani tes swab. (Foto: iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/519/2306676/ponpes-tebuireng-belajar-tatap-muka-ribuan-santri-tes-swab-covid-19-FcaDbfSVSa.jpg</image><title>Santri Ponpes Tebuireng jalani tes swab. (Foto: iNews)</title></images><description>JOMBANG - Setelah 7 bulan melakukan pembelajaran sistem daring, Ondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali memasukkan para santrinya ke pesantren, Senin (9/11/2020) siang.
Sebelum masuk ke pondok, para santri diwajibkan melakukan tes swab untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona.
Satu per satu santri yang baru datang melakukan tes swab di lapangan parkir makam Gus Dur di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Tes swab dilakukan oleh tim medis dari salah satu rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan pihak pesantren.
KH Lukman Hakim, Mudzir Pesantren Tebuireng menjelaskan, setelah memastikan kesiapannya, pihaknya memutuskan akan memasukkan seluruh santrinya pekan ini.
Baca juga: Cegah Hoax di Tengah Pandemi Covid-19, Pesantren Minta Semua Pihak Bertabayyun
Namun, kedatangan santri dilakukan secara bertahap dengan hari yang berbeda-beda, sesuai undangan yang sudah ditentukan oleh pengurus. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di pintu penerimaan.KH Lukman menjelaskan, elama wabah pandemi Covid-19, Pesantren  Tebuireng telah memberlakukan pembelajaran daring (online). Namun karena  pesantren saat ini menyediakan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan  sesuai standar protokol kesehatan, pihaknya memutuskan mendatangkan  seluruh santrinya agar bisa mengikuti pembelajaran langsung di pondok.
Kedatangan 6.000 santri Tebuireng, menurut KH Lukman, dilakukan  secara bertahap dengan jumlah rata-rata 200 hingga 300 orang per  harinya.
Dengan melakukan tes swab pada santri yang datang, pesantren ingin  memastikan para santri tersebut tidak terjangkit virus corona yang  dikhawatirkan akan menular pada santri lainnya.</description><content:encoded>JOMBANG - Setelah 7 bulan melakukan pembelajaran sistem daring, Ondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali memasukkan para santrinya ke pesantren, Senin (9/11/2020) siang.
Sebelum masuk ke pondok, para santri diwajibkan melakukan tes swab untuk memastikan mereka tidak terinfeksi virus corona.
Satu per satu santri yang baru datang melakukan tes swab di lapangan parkir makam Gus Dur di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Tes swab dilakukan oleh tim medis dari salah satu rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan pihak pesantren.
KH Lukman Hakim, Mudzir Pesantren Tebuireng menjelaskan, setelah memastikan kesiapannya, pihaknya memutuskan akan memasukkan seluruh santrinya pekan ini.
Baca juga: Cegah Hoax di Tengah Pandemi Covid-19, Pesantren Minta Semua Pihak Bertabayyun
Namun, kedatangan santri dilakukan secara bertahap dengan hari yang berbeda-beda, sesuai undangan yang sudah ditentukan oleh pengurus. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan di pintu penerimaan.KH Lukman menjelaskan, elama wabah pandemi Covid-19, Pesantren  Tebuireng telah memberlakukan pembelajaran daring (online). Namun karena  pesantren saat ini menyediakan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan  sesuai standar protokol kesehatan, pihaknya memutuskan mendatangkan  seluruh santrinya agar bisa mengikuti pembelajaran langsung di pondok.
Kedatangan 6.000 santri Tebuireng, menurut KH Lukman, dilakukan  secara bertahap dengan jumlah rata-rata 200 hingga 300 orang per  harinya.
Dengan melakukan tes swab pada santri yang datang, pesantren ingin  memastikan para santri tersebut tidak terjangkit virus corona yang  dikhawatirkan akan menular pada santri lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
