<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Wilayah di Jabar Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19   </title><description>Penetapan status tersebut merupakan hasil kajian epidemiologi selama sepekan terakhir.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/09/525/2306662/3-wilayah-di-jabar-kembali-berstatus-zona-merah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/09/525/2306662/3-wilayah-di-jabar-kembali-berstatus-zona-merah-covid-19"/><item><title>3 Wilayah di Jabar Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/09/525/2306662/3-wilayah-di-jabar-kembali-berstatus-zona-merah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/09/525/2306662/3-wilayah-di-jabar-kembali-berstatus-zona-merah-covid-19</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/525/2306662/3-wilayah-di-jabar-kembali-berstatus-zona-merah-covid-19-o8e5A5B3R2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jawa Barat,m Setiawan Wangsaatmaja (Foto: Agung Bakti Sarasa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/525/2306662/3-wilayah-di-jabar-kembali-berstatus-zona-merah-covid-19-o8e5A5B3R2.jpg</image><title>Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jawa Barat,m Setiawan Wangsaatmaja (Foto: Agung Bakti Sarasa)</title></images><description>BANDUNG - Tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan Kabupaten Karawang kembali berstatus zona merah Covid-19 seiring bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di ketiga wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar dan Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, penetapan status tersebut merupakan hasil kajian epidemiologi selama sepekan terakhir.

&quot;Jadi, zona risiko (merah) Jawa Barat di minggu ini ada tiga kabupaten kota, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang,&quot; sebut Setiawan dal konferensi pers yang digelar virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (9/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Merah Putih Unair Siap Uji Coba Praklinis ke Hewan
Menurut Setiawan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, dalam dua pekan sebelumnya, Provinsi Jabar dapat menekan zona merah Covid-19 menjadi hanya satu wilayah, yakni Kota Depok lalu bergeser ke Kota Bekasi.

&quot;Namun saat ini, ada pertambahan yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Tentu saja bahwa hal ini perlu upaya bersama untuk kita tekan,&quot; tegasnya.

Selain penambahan zona merah Covid-19, lanjut Setiawan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jabar juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (9/11/2020), jumlah total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 40.093 kasus.

&quot;Kemudian, tingkat Rt (reproduksi efektif Covid-19) kita saat ini rata-ratanya adalah di 0,88. Jadi, ada berita baiknya bahwa Rt kita menurun walaupun tingkat terkonfirmasi positif aktif ini bertambah, kurang lebih dari hari kemarin ada di 465 (kasus),&quot; terangnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun, Satgas: Selisih 14,27% dari Global&amp;nbsp;
Setiawan mengungkapkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar kini masih di kisaran 73 persen atau masih di bawah tingkat kesembuhan nasional yang rata-rata mencapai 77,3 persen.

Pihaknya mengaku tengah melakukan kroscek data pasien yang dinyatakan sembuh. Pasalnya, kata Setiawan, pihaknya yakin tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar sebenarnya lebih besar.

&quot;Jadi, apakah data-data ini sudah semuanya? Karena kami yakin sebetulnya bahwa tingkat kesembuhan di Jawa Barat ini seharusnya lebih dari data yang saat ini kami dapatkan,&quot; ujarnya.

Selanjutnya, terkait tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di Jabar kini berada di angka 57,38 persen atau naik sekitar 2 persen dari pekan lalu yang hanya 55 persen.

&quot;Di minggu yang lalu, kita bisa menekan di angka 55 persen, tapi di minggu ini kita meningkat 2 persen. Selain itu, positifity rate-nya kita masih tinggi, di atas 10 persen, sedangkan rekomendasi dari WHO di angka 5 persen,&quot; paparnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya mengimau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar terhindar dari paparan Covid-19. Mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus terus dilakukan masyarakat di tengah pandemi yang belum berakhir ini.
</description><content:encoded>BANDUNG - Tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan Kabupaten Karawang kembali berstatus zona merah Covid-19 seiring bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di ketiga wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar dan Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, penetapan status tersebut merupakan hasil kajian epidemiologi selama sepekan terakhir.

&quot;Jadi, zona risiko (merah) Jawa Barat di minggu ini ada tiga kabupaten kota, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang,&quot; sebut Setiawan dal konferensi pers yang digelar virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (9/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Merah Putih Unair Siap Uji Coba Praklinis ke Hewan
Menurut Setiawan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, dalam dua pekan sebelumnya, Provinsi Jabar dapat menekan zona merah Covid-19 menjadi hanya satu wilayah, yakni Kota Depok lalu bergeser ke Kota Bekasi.

&quot;Namun saat ini, ada pertambahan yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. Tentu saja bahwa hal ini perlu upaya bersama untuk kita tekan,&quot; tegasnya.

Selain penambahan zona merah Covid-19, lanjut Setiawan, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jabar juga terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (9/11/2020), jumlah total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 40.093 kasus.

&quot;Kemudian, tingkat Rt (reproduksi efektif Covid-19) kita saat ini rata-ratanya adalah di 0,88. Jadi, ada berita baiknya bahwa Rt kita menurun walaupun tingkat terkonfirmasi positif aktif ini bertambah, kurang lebih dari hari kemarin ada di 465 (kasus),&quot; terangnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun, Satgas: Selisih 14,27% dari Global&amp;nbsp;
Setiawan mengungkapkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar kini masih di kisaran 73 persen atau masih di bawah tingkat kesembuhan nasional yang rata-rata mencapai 77,3 persen.

Pihaknya mengaku tengah melakukan kroscek data pasien yang dinyatakan sembuh. Pasalnya, kata Setiawan, pihaknya yakin tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jabar sebenarnya lebih besar.

&quot;Jadi, apakah data-data ini sudah semuanya? Karena kami yakin sebetulnya bahwa tingkat kesembuhan di Jawa Barat ini seharusnya lebih dari data yang saat ini kami dapatkan,&quot; ujarnya.

Selanjutnya, terkait tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di Jabar kini berada di angka 57,38 persen atau naik sekitar 2 persen dari pekan lalu yang hanya 55 persen.

&quot;Di minggu yang lalu, kita bisa menekan di angka 55 persen, tapi di minggu ini kita meningkat 2 persen. Selain itu, positifity rate-nya kita masih tinggi, di atas 10 persen, sedangkan rekomendasi dari WHO di angka 5 persen,&quot; paparnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya mengimau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar terhindar dari paparan Covid-19. Mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus terus dilakukan masyarakat di tengah pandemi yang belum berakhir ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
