<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokoh Senior Partai Republik Dukung Upaya Trump Gugat Kemenangan Biden</title><description>Di sisi lain, sejumlah tokoh Partai Republik telah mengkritik rencana Trump mengajukan gugatan hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/11/18/2307701/tokoh-senior-partai-republik-dukung-upaya-trump-gugat-kemenangan-biden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/11/18/2307701/tokoh-senior-partai-republik-dukung-upaya-trump-gugat-kemenangan-biden"/><item><title>Tokoh Senior Partai Republik Dukung Upaya Trump Gugat Kemenangan Biden</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/11/18/2307701/tokoh-senior-partai-republik-dukung-upaya-trump-gugat-kemenangan-biden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/11/18/2307701/tokoh-senior-partai-republik-dukung-upaya-trump-gugat-kemenangan-biden</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/18/2307701/tokoh-senior-partai-republik-dukung-upaya-trump-untuk-gugat-kemenangan-biden-B1VcmBUC2z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Fraksi Mayoritas Senat, Mitch McConnell. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/18/2307701/tokoh-senior-partai-republik-dukung-upaya-trump-untuk-gugat-kemenangan-biden-B1VcmBUC2z.jpg</image><title>Pemimpin Fraksi Mayoritas Senat, Mitch McConnell. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON DC - Para pemimpin senior Partai Republik di Washington berpihak pada Presiden Donald Trump untuk mengajukan gugatan hukum, dengan mengklaim adanya penipuan penghitungan suara yang cukup luas, upaya yang diharapkan dapat membatalkan kemenangan Joe Biden, penantangnya dari Partai Demokrat.
Sebelumnya sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik saat ini dan beberapa mantan pejabat Partai Republik telah mengakui kemenangan Biden dalam pemilihan presiden pekan lalu.
Tetapi dua anggota Kongres senior Partai Republik, Ketua Fraksi Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Ketua Fraksi minoritas di DPR Kevin McCarthy, tetap mengatakan Trump seharusnya tidak mengaku kalah dalam pemilu.
BACA JUGA: Rakyat AS Terpecah dalam Pilpres 2020, Ini Penyebabnya
Seorang petinggi lainnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, ketika ditanya di Departemen Luar Negeri Selasa apakah ia akan bekerja sama dengan tim Presiden terpilih Biden dalam transisi, Pompeo mengatakan kepada wartawan, &quot;Akan ada transisi yang mulus ke pemerintahan kedua Trump.&quot;
Sejauh ini Trump telah kalah dalam lima gugatan hukum pertama yang sudah diputuskan. Namun masih ada puluhan lagi masih harus dipertimbangkan oleh hakim di seluruh negeri. Para analis politik Amerika mengatakan meskipun Trump berhasil dalam beberapa gugatan di negara bagian yang tersisa, perubahan penghitungan tidak akan cukup untuk membatalkan kemenangan Biden.
BACA JUGA: Kemenangan Joe Biden dan Komunitas Muslim Amerika
Upaya kemenangan Biden untuk menjadi presiden ke-46 di negara itu menjadi jelas pada 7 November, ketika hasil di negara bagian Pennsylvania menambah perolehan kursi elektoralnya melebihi 270 suara, ambang batas yang menentukan hasil pemilihan presiden Amerika.



Namun, Trump tidak mengaku kalah atau menelepon Biden untuk membahas pemilihan yang kontroversial itu.Sebaliknya, Trump yang sekarang mungkin menjadi presiden ketiga dalam  empat dekade terakhir yang kalah dalam pemilihan ulang setelah satu  masa jabatan di Gedung Putih, telah memasang serangkaian klaim di  Twitter yang menyatakan kecurangan pemilu.
&amp;ldquo;PERHATIKAN PENYALAHGUNAAN PENGHITUNGAN SURAT SUARA, SEPERTI VAKSIN  AWAL, INGAT SAYA SUDAH BILANG !&amp;rdquo; cuit Trump dengan menggunakan huruf  besar Selasa pagi.


WATCH FOR MASSIVE BALLOT COUNTING ABUSE AND, JUST LIKE THE  EARLY VACCINE, REMEMBER I TOLD YOU SO!
&amp;mdash; Donald J.  Trump (@realDonaldTrump) November  10, 2020


&amp;ldquo;KITA MEMBUAT KEMAJUAN BESAR. HASIL MULAI KELUAR MINGGU DEPAN. BUAT AMERIKA HEBAT LAGI! &amp;rdquo; bunyi klaimnya dalam cuitan lain.


WE ARE MAKING BIG PROGRESS. RESULTS START TO COME IN NEXT  WEEK. MAKE AMERICA GREAT AGAIN!
&amp;mdash; Donald J. Trump  (@realDonaldTrump) November  10, 2020


Senator Republik Mitt Romney  dari Utah, yang kalah dalam pemilihan presiden 2012 dari mantan Presiden  Barack Obama, dan beberapa anggota kongres Republik lainnya telah  memberikan ucapan selamat kepada Biden, namun sebagian besar mendukung  tantangan Trump atau tidak mengomentari kemenangan Biden.
&quot;Kami memiliki sistem untuk mempertimbangkan keprihatinan dan  Presiden Trump 100% berhak untuk menyelidiki tuduhan penyimpangan dan  mempertimbangkan pilihan hukumnya,&quot; kata pemimpin Senat Republik  McConnell pada Senin (9/11/2020), sebagaimana dilansir VOA. Ia  menambahkan proses tersebut akan berjalan dan &quot;mencapai kesimpulannya.&quot;
Pemimpin Partai Republik di DPR Kevin McCarthy kepada Fox News pada  hari Minggu mengatakan: &quot;Pemilihan presiden kita paling kompetitif dalam  sejarah modern kita. Itulah mengapa setiap suara harus dihitung, setiap  penghitungan ulang dilakukan, dan setiap tantangan harus didengar.&quot;
Pendukung Trump lainnya, Senator Lindsey Graham dari South Carolina  mengatakan, &quot;Ini adalah pemilihan yang ketat. Media tidak memutuskan  siapa yang menjadi presiden, jika mereka melakukannya, kita selamanya  tidak akan pernah memiliki presiden dari Partai Republik&quot;. &quot;Jangan  menyerah, Tuan Presiden, berjuanglah tengan keras,&quot; kata Graham kepada  Fox News.Jaksa Agung William Barr memberi wewenang kepada 92 jaksa federal di   seluruh negeri untuk mengajukan tuduhan yang kredibel mengenai   kesalahan, meskipun sampai saat ini tidak ada tuduhan kesalahan untuk   mengubah pemilihan.
Puluhan jaksa agung negara bagian dari Partai Republik mengatakan   mereka mendukung upaya hukum yang menunggu keputusan Mahkamah Agung AS   untuk tidak menghitung surat suara di Pennsylvania yang diterima setelah   Hari Pemilu 3 November. Tetapi sejumlah kecil suara yang bisa terimbas   tidak akan cukup untuk mengubah hasil di negara bagian itu.
Di Georgia, Biden unggul 12.293 suara atas Trump cukup dekat sehingga   penghitungan ulang akan dilakukan. Namun, pejabat di negara bagian itu   dari Partai Republik, Brad Raffensperger, pejabat tinggi pemilihan di   negara bagian itu, menekankan bahwa tidak mungkin mengubah hasil di   sana.
Beberapa mantan pejabat dari Partai Republik mendesak Trump untuk menerima kenyataan kekalahannya.
Sekelompok  tokoh yang terdiri dari 31 mantan anggota Kongres Partai  Republik,  banyak di antaranya pengecam presiden dalam sebuah surat  terbuka  mengecam tuduhan Trump tantang adanya kekurangan dan memintanya  untuk  mengaku kalah.</description><content:encoded>WASHINGTON DC - Para pemimpin senior Partai Republik di Washington berpihak pada Presiden Donald Trump untuk mengajukan gugatan hukum, dengan mengklaim adanya penipuan penghitungan suara yang cukup luas, upaya yang diharapkan dapat membatalkan kemenangan Joe Biden, penantangnya dari Partai Demokrat.
Sebelumnya sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik saat ini dan beberapa mantan pejabat Partai Republik telah mengakui kemenangan Biden dalam pemilihan presiden pekan lalu.
Tetapi dua anggota Kongres senior Partai Republik, Ketua Fraksi Mayoritas Senat Mitch McConnell dan Ketua Fraksi minoritas di DPR Kevin McCarthy, tetap mengatakan Trump seharusnya tidak mengaku kalah dalam pemilu.
BACA JUGA: Rakyat AS Terpecah dalam Pilpres 2020, Ini Penyebabnya
Seorang petinggi lainnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, ketika ditanya di Departemen Luar Negeri Selasa apakah ia akan bekerja sama dengan tim Presiden terpilih Biden dalam transisi, Pompeo mengatakan kepada wartawan, &quot;Akan ada transisi yang mulus ke pemerintahan kedua Trump.&quot;
Sejauh ini Trump telah kalah dalam lima gugatan hukum pertama yang sudah diputuskan. Namun masih ada puluhan lagi masih harus dipertimbangkan oleh hakim di seluruh negeri. Para analis politik Amerika mengatakan meskipun Trump berhasil dalam beberapa gugatan di negara bagian yang tersisa, perubahan penghitungan tidak akan cukup untuk membatalkan kemenangan Biden.
BACA JUGA: Kemenangan Joe Biden dan Komunitas Muslim Amerika
Upaya kemenangan Biden untuk menjadi presiden ke-46 di negara itu menjadi jelas pada 7 November, ketika hasil di negara bagian Pennsylvania menambah perolehan kursi elektoralnya melebihi 270 suara, ambang batas yang menentukan hasil pemilihan presiden Amerika.



Namun, Trump tidak mengaku kalah atau menelepon Biden untuk membahas pemilihan yang kontroversial itu.Sebaliknya, Trump yang sekarang mungkin menjadi presiden ketiga dalam  empat dekade terakhir yang kalah dalam pemilihan ulang setelah satu  masa jabatan di Gedung Putih, telah memasang serangkaian klaim di  Twitter yang menyatakan kecurangan pemilu.
&amp;ldquo;PERHATIKAN PENYALAHGUNAAN PENGHITUNGAN SURAT SUARA, SEPERTI VAKSIN  AWAL, INGAT SAYA SUDAH BILANG !&amp;rdquo; cuit Trump dengan menggunakan huruf  besar Selasa pagi.


WATCH FOR MASSIVE BALLOT COUNTING ABUSE AND, JUST LIKE THE  EARLY VACCINE, REMEMBER I TOLD YOU SO!
&amp;mdash; Donald J.  Trump (@realDonaldTrump) November  10, 2020


&amp;ldquo;KITA MEMBUAT KEMAJUAN BESAR. HASIL MULAI KELUAR MINGGU DEPAN. BUAT AMERIKA HEBAT LAGI! &amp;rdquo; bunyi klaimnya dalam cuitan lain.


WE ARE MAKING BIG PROGRESS. RESULTS START TO COME IN NEXT  WEEK. MAKE AMERICA GREAT AGAIN!
&amp;mdash; Donald J. Trump  (@realDonaldTrump) November  10, 2020


Senator Republik Mitt Romney  dari Utah, yang kalah dalam pemilihan presiden 2012 dari mantan Presiden  Barack Obama, dan beberapa anggota kongres Republik lainnya telah  memberikan ucapan selamat kepada Biden, namun sebagian besar mendukung  tantangan Trump atau tidak mengomentari kemenangan Biden.
&quot;Kami memiliki sistem untuk mempertimbangkan keprihatinan dan  Presiden Trump 100% berhak untuk menyelidiki tuduhan penyimpangan dan  mempertimbangkan pilihan hukumnya,&quot; kata pemimpin Senat Republik  McConnell pada Senin (9/11/2020), sebagaimana dilansir VOA. Ia  menambahkan proses tersebut akan berjalan dan &quot;mencapai kesimpulannya.&quot;
Pemimpin Partai Republik di DPR Kevin McCarthy kepada Fox News pada  hari Minggu mengatakan: &quot;Pemilihan presiden kita paling kompetitif dalam  sejarah modern kita. Itulah mengapa setiap suara harus dihitung, setiap  penghitungan ulang dilakukan, dan setiap tantangan harus didengar.&quot;
Pendukung Trump lainnya, Senator Lindsey Graham dari South Carolina  mengatakan, &quot;Ini adalah pemilihan yang ketat. Media tidak memutuskan  siapa yang menjadi presiden, jika mereka melakukannya, kita selamanya  tidak akan pernah memiliki presiden dari Partai Republik&quot;. &quot;Jangan  menyerah, Tuan Presiden, berjuanglah tengan keras,&quot; kata Graham kepada  Fox News.Jaksa Agung William Barr memberi wewenang kepada 92 jaksa federal di   seluruh negeri untuk mengajukan tuduhan yang kredibel mengenai   kesalahan, meskipun sampai saat ini tidak ada tuduhan kesalahan untuk   mengubah pemilihan.
Puluhan jaksa agung negara bagian dari Partai Republik mengatakan   mereka mendukung upaya hukum yang menunggu keputusan Mahkamah Agung AS   untuk tidak menghitung surat suara di Pennsylvania yang diterima setelah   Hari Pemilu 3 November. Tetapi sejumlah kecil suara yang bisa terimbas   tidak akan cukup untuk mengubah hasil di negara bagian itu.
Di Georgia, Biden unggul 12.293 suara atas Trump cukup dekat sehingga   penghitungan ulang akan dilakukan. Namun, pejabat di negara bagian itu   dari Partai Republik, Brad Raffensperger, pejabat tinggi pemilihan di   negara bagian itu, menekankan bahwa tidak mungkin mengubah hasil di   sana.
Beberapa mantan pejabat dari Partai Republik mendesak Trump untuk menerima kenyataan kekalahannya.
Sekelompok  tokoh yang terdiri dari 31 mantan anggota Kongres Partai  Republik,  banyak di antaranya pengecam presiden dalam sebuah surat  terbuka  mengecam tuduhan Trump tantang adanya kekurangan dan memintanya  untuk  mengaku kalah.</content:encoded></item></channel></rss>
