<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marak Manusia Silver di Jalanan, Dinas Sosial Sebut Imbas Covid-19</title><description>Cara tersebut terpaksa ditempuh sebagian orang karena kesulitan ekonomi saat pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/11/338/2307926/marak-manusia-silver-di-jalanan-dinas-sosial-sebut-imbas-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/11/338/2307926/marak-manusia-silver-di-jalanan-dinas-sosial-sebut-imbas-covid-19"/><item><title>Marak Manusia Silver di Jalanan, Dinas Sosial Sebut Imbas Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/11/338/2307926/marak-manusia-silver-di-jalanan-dinas-sosial-sebut-imbas-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/11/338/2307926/marak-manusia-silver-di-jalanan-dinas-sosial-sebut-imbas-covid-19</guid><pubDate>Rabu 11 November 2020 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/11/338/2307926/marak-manusia-silver-di-jalanan-dinas-sosial-sebut-imbas-covid-19-62QEm36a8J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manusia silver. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/11/338/2307926/marak-manusia-silver-di-jalanan-dinas-sosial-sebut-imbas-covid-19-62QEm36a8J.jpg</image><title>Manusia silver. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Parangin-angin berkomentar soal fenomena &amp;lsquo;manusia silver&amp;rsquo; yang saat ini marak di Jakarta Pusat. Menurutnya, cara tersebut terpaksa ditempuh sebagian orang karena kesulitan ekonomi saat pandemi Covid-19.
&quot;Ini dampak pandemi ya, kalau dulu bisa kita lihat, tidak ada yang seperti itu. Artinya, ini situasi pandemi yang mempengaruhi ekonomi di masyarakat,&quot; kata Ngapuli saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2020).
Ngapuli mengatakan ia kerap menjaring dan menemukan 'manusia silver' yang ternyata merupakan remaja-remaja yang memiliki orang tua.
&quot;Kami selalu menjangkau mereka dan mereka selalu langsung dijemput oleh orang tuanya. Kami sudah beri mereka pemahaman agar menjaga anaknya agar tidak lagi melakukan itu karena tidak baik juga,&quot; kata Ngapuli.
Menurut Ngapuli, &amp;lsquo;manusia silver&amp;rsquo; di Jakarta Pusat saat ini diketahui sering muncul di tiga kecamatan yang ramai di hari-hari kerja, yaitu Gambir, Tanah Abang dan Menteng.
Baca juga: Transformasi Manusia Silver, Bermula Amal hingga Jadi Mata Pencaharian
Pihaknya dan Satpol PP Jakarta Pusat kerap melakukan patroli keliling untuk menjaring penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti &amp;lsquo;manusia silver&amp;rsquo;, namun sayangnya mereka kerap kesulitan karena 'kucing-kucingan' dengan PMKS.&quot;Tim kami selalu keliling. Tapi, kucing-kucingan. Tim bergerak ke  lokasi mereka (PMKS), mereka pun kabur. Ya gitu terus,&quot; ujar Ngapuli.
Lebih lanjut, Ngapuli mengimbau masyarakat agar tidak lagi bersedekah  atau memberi donasi di jalanan dan menyarankan agar masyarakat  berdonasi lewat badan amal.
&quot;Ya salurkan lewat lembaga-lembaga sosial yang dipercaya sehingga di situ akan lebih manusiawi dan lebih baik,&quot; ujar Ngapuli.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Parangin-angin berkomentar soal fenomena &amp;lsquo;manusia silver&amp;rsquo; yang saat ini marak di Jakarta Pusat. Menurutnya, cara tersebut terpaksa ditempuh sebagian orang karena kesulitan ekonomi saat pandemi Covid-19.
&quot;Ini dampak pandemi ya, kalau dulu bisa kita lihat, tidak ada yang seperti itu. Artinya, ini situasi pandemi yang mempengaruhi ekonomi di masyarakat,&quot; kata Ngapuli saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2020).
Ngapuli mengatakan ia kerap menjaring dan menemukan 'manusia silver' yang ternyata merupakan remaja-remaja yang memiliki orang tua.
&quot;Kami selalu menjangkau mereka dan mereka selalu langsung dijemput oleh orang tuanya. Kami sudah beri mereka pemahaman agar menjaga anaknya agar tidak lagi melakukan itu karena tidak baik juga,&quot; kata Ngapuli.
Menurut Ngapuli, &amp;lsquo;manusia silver&amp;rsquo; di Jakarta Pusat saat ini diketahui sering muncul di tiga kecamatan yang ramai di hari-hari kerja, yaitu Gambir, Tanah Abang dan Menteng.
Baca juga: Transformasi Manusia Silver, Bermula Amal hingga Jadi Mata Pencaharian
Pihaknya dan Satpol PP Jakarta Pusat kerap melakukan patroli keliling untuk menjaring penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti &amp;lsquo;manusia silver&amp;rsquo;, namun sayangnya mereka kerap kesulitan karena 'kucing-kucingan' dengan PMKS.&quot;Tim kami selalu keliling. Tapi, kucing-kucingan. Tim bergerak ke  lokasi mereka (PMKS), mereka pun kabur. Ya gitu terus,&quot; ujar Ngapuli.
Lebih lanjut, Ngapuli mengimbau masyarakat agar tidak lagi bersedekah  atau memberi donasi di jalanan dan menyarankan agar masyarakat  berdonasi lewat badan amal.
&quot;Ya salurkan lewat lembaga-lembaga sosial yang dipercaya sehingga di situ akan lebih manusiawi dan lebih baik,&quot; ujar Ngapuli.</content:encoded></item></channel></rss>
