<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kebanjiran 50 Cm, Warga Kampung Melayu Pilih Bertahan di Rumah   </title><description>Permukiman padat penduduk di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, tergenang setinggi 50 sentimeter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/12/338/2308354/kebanjiran-50-cm-warga-kampung-melayu-pilih-bertahan-di-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/12/338/2308354/kebanjiran-50-cm-warga-kampung-melayu-pilih-bertahan-di-rumah"/><item><title> Kebanjiran 50 Cm, Warga Kampung Melayu Pilih Bertahan di Rumah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/12/338/2308354/kebanjiran-50-cm-warga-kampung-melayu-pilih-bertahan-di-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/12/338/2308354/kebanjiran-50-cm-warga-kampung-melayu-pilih-bertahan-di-rumah</guid><pubDate>Kamis 12 November 2020 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/12/338/2308354/kebanjiran-50-cm-warga-kampung-melayu-pilih-bertahan-di-rumah-ChBxcx6KKM.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/12/338/2308354/kebanjiran-50-cm-warga-kampung-melayu-pilih-bertahan-di-rumah-ChBxcx6KKM.jfif</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>JAKARTA - Permukiman padat penduduk di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, tergenang setinggi 50 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung, pagi tadi.

&quot;Air mulai masuk ke rumah-rumah jam 07.00 WIB. Soalnya Bogor semalam Siaga 2 banjir, di kita Siaga 4,&quot; kata warga RT 011 RW 05 Kebon Pala, Jhoni di Jakarta, Kamis (11/12/2020).

Meski seluruh rumah di lokasi itu telah terendam banjir, namun penghuni memilih bertahan di lantai dua rumah.

Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan tinggi muka air (TMA) di Sungai Sunter Hulu pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB atau Siaga 4 dengan ketinggian 90 sentimeter.
&amp;nbsp;
Sungai Sunter Hulu yang menjadi pertemuan Kali Ciliwung di bagian sudut Kebon Pala mengalami peningkatan debit air setelah terjadi curah hujan yang tinggi di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Beberapa jam kemudian air kiriman dari Katulampa melalui Kali Ciliwung tiba di Kebon Pala tepat pukul 07.00 WIB dan merendam rumah penduduk.

Sementara itu, Lurah Kampung Melayu Setiawan mengatakan, banjir kali ini terjadi di RW 05, Kebon Pala, dengan jumlah penduduk sekitar 200 kepala keluarga.

&quot;Kita sudah monitor situasi. Saat ini sedang dalam penanganan dan pendataan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Permukiman padat penduduk di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, tergenang setinggi 50 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung, pagi tadi.

&quot;Air mulai masuk ke rumah-rumah jam 07.00 WIB. Soalnya Bogor semalam Siaga 2 banjir, di kita Siaga 4,&quot; kata warga RT 011 RW 05 Kebon Pala, Jhoni di Jakarta, Kamis (11/12/2020).

Meski seluruh rumah di lokasi itu telah terendam banjir, namun penghuni memilih bertahan di lantai dua rumah.

Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan tinggi muka air (TMA) di Sungai Sunter Hulu pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB atau Siaga 4 dengan ketinggian 90 sentimeter.
&amp;nbsp;
Sungai Sunter Hulu yang menjadi pertemuan Kali Ciliwung di bagian sudut Kebon Pala mengalami peningkatan debit air setelah terjadi curah hujan yang tinggi di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Beberapa jam kemudian air kiriman dari Katulampa melalui Kali Ciliwung tiba di Kebon Pala tepat pukul 07.00 WIB dan merendam rumah penduduk.

Sementara itu, Lurah Kampung Melayu Setiawan mengatakan, banjir kali ini terjadi di RW 05, Kebon Pala, dengan jumlah penduduk sekitar 200 kepala keluarga.

&quot;Kita sudah monitor situasi. Saat ini sedang dalam penanganan dan pendataan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
