<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Kebakaran: Material ACP Jadi Faktor Cepatnya Perambatan Api di Gedung Kejagung </title><description>Yulianto mengatakan perambatan api sama seperti yang terjadi pada kebakaran Grenfell Tower di London pada 2017.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/13/337/2309184/pakar-kebakaran-material-acp-jadi-faktor-cepatnya-perambatan-api-di-gedung-kejagung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/13/337/2309184/pakar-kebakaran-material-acp-jadi-faktor-cepatnya-perambatan-api-di-gedung-kejagung"/><item><title>Pakar Kebakaran: Material ACP Jadi Faktor Cepatnya Perambatan Api di Gedung Kejagung </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/13/337/2309184/pakar-kebakaran-material-acp-jadi-faktor-cepatnya-perambatan-api-di-gedung-kejagung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/13/337/2309184/pakar-kebakaran-material-acp-jadi-faktor-cepatnya-perambatan-api-di-gedung-kejagung</guid><pubDate>Jum'at 13 November 2020 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/13/337/2309184/pakar-kebakaran-material-acp-jadi-faktor-cepatnya-perambatan-api-di-gedung-kejagung-G1pcFpnGcV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/13/337/2309184/pakar-kebakaran-material-acp-jadi-faktor-cepatnya-perambatan-api-di-gedung-kejagung-G1pcFpnGcV.jpeg</image><title>Foto: Okezone.</title></images><description>JAKARTA - Ahli kebakaran Universitas Indonesia (UI), Prof Yulianto menjelaskan  peranan alumunium composite panel (ACP) yang menjadi salah satu faktor cepatnya perambatan api dalam kebakaran Gedung Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 lalu.
Yulianto menuturkan, ACP terdiri dari tiga lapisan yang umumnya biasa dipakai dalam instalasi bangunan termasuk Gedung Kejaksaan Agung.
&quot;Kami memperoleh sample dari Bareskrim dari olah TKP (ACP) terdiri dari tiga lapis ada berwarna hitam ini adalah lapisan instalasinya,&quot; kata Yulianto saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (13/11/2020).
BACA JUGA: Bareskrim Umumkan Tersangka Baru Kebakaran Kejagung Siang Ini
Yulianto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian sederhana terhadap material ACP yang digunakan pada Gedung Kejaksaan Agung. Pengujian sendiri dilakukan menggunakan alat las untuk memanaskan ACP tersebut.
&quot;Alat las ini kita upayakan temperaturnya menyerupai temperatur jilatan api yang ada di Gedung Kejaksaan Agung ketika terbakar yaitu dengan cara menghentikan penyaluran oksigen jadi kita murni menggunakan bahan-bahan saja sehingga di sana terbentuk nyala difusi,&amp;rdquo; jelas Yulianto.
&amp;ldquo;Nyala difusi adalah nyala yang pencampurannya berlangsung secara proses difusi sehingga udaranya berasal dari udara sekitar bukan udara yang ditambahkan dengan demikian temperaturnya jauh lebih rendah dibandingkan temperatur alat las.&amp;rdquo;
BACA JUGA: Kebakaran Apartemen di London, 58 Masih Hilang Diduga Tewas
Dari pengujian tersebut tambah Yulianto, terlihat bahwa api nyala berwarna oranye kekuning-kuningan. Tak beberapa lama api kemudian menyambar material ACP.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOS8xLzEyMjk4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dari hasil pengujian ini juga tampak terjadi tetesan material yang terbakar dan kertas yang kami letakkan di bagian bawah ini turut terbakar apabila kita bandingkan dengan video yang diperoleh di saat (Kebakaran Kejagung) kita bisa melihat di sini terjadi perambatan sementara banyak sekali material yang menetes dan juga gugur,&quot; ujarnya.

&quot;Kita bisa melihat muncul banyak kobaran api di bagian bawah nah  inilah yang kemudian menyebabkan di bagian bawah ini pula terjadi  temperatur yang relatif tinggi apabila ada objek di bagian bawah yang  terkena tetesan tadi maka objek tersebut dapat turut terbakar ketika  temperaturnya mencapai temperatur pecah kaca maka panasnya akan masuk ke  dalam ruangan,&quot; tambahnya.
Di samping itu kata Yulianto, Gedung Kejaksaan Agung sendiri  mendorong penjalaran api lantaran sistem yang ada dalam gedung tidak  mampu memadamkan api. Akibatnya api menjalar ke sejumlah ruangan yang  ada.
&quot;Peristiwa ini kurang lebih sama dengan peristiwa yang terjadi di Grenfell Tower (di London, Inggris),&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ahli kebakaran Universitas Indonesia (UI), Prof Yulianto menjelaskan  peranan alumunium composite panel (ACP) yang menjadi salah satu faktor cepatnya perambatan api dalam kebakaran Gedung Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 lalu.
Yulianto menuturkan, ACP terdiri dari tiga lapisan yang umumnya biasa dipakai dalam instalasi bangunan termasuk Gedung Kejaksaan Agung.
&quot;Kami memperoleh sample dari Bareskrim dari olah TKP (ACP) terdiri dari tiga lapis ada berwarna hitam ini adalah lapisan instalasinya,&quot; kata Yulianto saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (13/11/2020).
BACA JUGA: Bareskrim Umumkan Tersangka Baru Kebakaran Kejagung Siang Ini
Yulianto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian sederhana terhadap material ACP yang digunakan pada Gedung Kejaksaan Agung. Pengujian sendiri dilakukan menggunakan alat las untuk memanaskan ACP tersebut.
&quot;Alat las ini kita upayakan temperaturnya menyerupai temperatur jilatan api yang ada di Gedung Kejaksaan Agung ketika terbakar yaitu dengan cara menghentikan penyaluran oksigen jadi kita murni menggunakan bahan-bahan saja sehingga di sana terbentuk nyala difusi,&amp;rdquo; jelas Yulianto.
&amp;ldquo;Nyala difusi adalah nyala yang pencampurannya berlangsung secara proses difusi sehingga udaranya berasal dari udara sekitar bukan udara yang ditambahkan dengan demikian temperaturnya jauh lebih rendah dibandingkan temperatur alat las.&amp;rdquo;
BACA JUGA: Kebakaran Apartemen di London, 58 Masih Hilang Diduga Tewas
Dari pengujian tersebut tambah Yulianto, terlihat bahwa api nyala berwarna oranye kekuning-kuningan. Tak beberapa lama api kemudian menyambar material ACP.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOS8xLzEyMjk4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Dari hasil pengujian ini juga tampak terjadi tetesan material yang terbakar dan kertas yang kami letakkan di bagian bawah ini turut terbakar apabila kita bandingkan dengan video yang diperoleh di saat (Kebakaran Kejagung) kita bisa melihat di sini terjadi perambatan sementara banyak sekali material yang menetes dan juga gugur,&quot; ujarnya.

&quot;Kita bisa melihat muncul banyak kobaran api di bagian bawah nah  inilah yang kemudian menyebabkan di bagian bawah ini pula terjadi  temperatur yang relatif tinggi apabila ada objek di bagian bawah yang  terkena tetesan tadi maka objek tersebut dapat turut terbakar ketika  temperaturnya mencapai temperatur pecah kaca maka panasnya akan masuk ke  dalam ruangan,&quot; tambahnya.
Di samping itu kata Yulianto, Gedung Kejaksaan Agung sendiri  mendorong penjalaran api lantaran sistem yang ada dalam gedung tidak  mampu memadamkan api. Akibatnya api menjalar ke sejumlah ruangan yang  ada.
&quot;Peristiwa ini kurang lebih sama dengan peristiwa yang terjadi di Grenfell Tower (di London, Inggris),&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
