<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di KTT ASEAN-PBB, Jokowi Prihatin Intoleransi Agama Masih Terjadi</title><description>Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/15/18/2309876/di-ktt-asean-pbb-jokowi-prihatin-intoleransi-agama-masih-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/15/18/2309876/di-ktt-asean-pbb-jokowi-prihatin-intoleransi-agama-masih-terjadi"/><item><title>Di KTT ASEAN-PBB, Jokowi Prihatin Intoleransi Agama Masih Terjadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/15/18/2309876/di-ktt-asean-pbb-jokowi-prihatin-intoleransi-agama-masih-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/15/18/2309876/di-ktt-asean-pbb-jokowi-prihatin-intoleransi-agama-masih-terjadi</guid><pubDate>Minggu 15 November 2020 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/15/18/2309876/di-ktt-asean-pbb-jokowi-prihatin-intoleransi-agama-masih-terjadi-yj1HOHDJqp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto : Twitter/@jokowi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/15/18/2309876/di-ktt-asean-pbb-jokowi-prihatin-intoleransi-agama-masih-terjadi-yj1HOHDJqp.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto : Twitter/@jokowi)</title></images><description>JAKARTA - Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga kemajemukan dan toleransi. Dia mendorong agar PBB menjaga kemajemukan dan toleransi.

Di tengah pandemi saat ini, Jokowi mengaku prihatin menyaksikan kembali intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.

&quot;Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi,&quot; katanya, Minggu (15/11/2020).

Pada kesempatan itu dia menilai bahwa dunia saat ini membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerjasama untuk mengatasi covid-19. Termasuk juga mengatasi tantangan global lainnya.

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia berpandangan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang, dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMi8xLzEyNDQyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Resepsi Putri Habib Rizieq Khusus untuk Tamu Perempuan

&quot;Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme,&quot; tegasnya.

Di penghujung pidatonya, Jokowi mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

&quot;Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga kemajemukan dan toleransi. Dia mendorong agar PBB menjaga kemajemukan dan toleransi.

Di tengah pandemi saat ini, Jokowi mengaku prihatin menyaksikan kembali intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.

&quot;Kalau ini dibiarkan, maka akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstremisme. Ini tidak boleh terjadi,&quot; katanya, Minggu (15/11/2020).

Pada kesempatan itu dia menilai bahwa dunia saat ini membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerjasama untuk mengatasi covid-19. Termasuk juga mengatasi tantangan global lainnya.

Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia berpandangan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut. Nilai, lambang, dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMi8xLzEyNDQyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Resepsi Putri Habib Rizieq Khusus untuk Tamu Perempuan

&quot;Di saat yang sama, Indonesia mengutuk segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun. Terorisme tidak ada kaitannya dengan agama. Terorisme adalah terorisme,&quot; tegasnya.

Di penghujung pidatonya, Jokowi mengajak Sekretaris Jenderal PBB untuk menggerakkan dunia agar terus bekerja sama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian, dan menolak kekerasan atas alasan apapun.

&quot;Keberagaman, toleransi, dan solidaritas merupakan fondasi yang kokoh bagi dunia yang damai, aman, dan stabil,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
