<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih 1.000 Orang Ditahan dalam Demonstrasi Terbaru di Belarusia</title><description>Seorang demonstran tewas awal pekan lalu setelah ditahan pihak keamanan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/16/18/2310272/lebih-1-000-orang-ditahan-dalam-demonstrasi-terbaru-di-belarusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/16/18/2310272/lebih-1-000-orang-ditahan-dalam-demonstrasi-terbaru-di-belarusia"/><item><title>Lebih 1.000 Orang Ditahan dalam Demonstrasi Terbaru di Belarusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/16/18/2310272/lebih-1-000-orang-ditahan-dalam-demonstrasi-terbaru-di-belarusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/16/18/2310272/lebih-1-000-orang-ditahan-dalam-demonstrasi-terbaru-di-belarusia</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/18/2310272/lebih-1-000-orang-ditahan-dalam-demonstrasi-terbaru-di-belarusia-LAHYfyMp9G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/18/2310272/lebih-1-000-orang-ditahan-dalam-demonstrasi-terbaru-di-belarusia-LAHYfyMp9G.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>MINSK - Lebih dari 1.000 orang telah ditangkap selama demonstrasi terbaru terkait sengketa pemilihan presiden di Belarus, menurut kelompok hak asasi manusia (HAM). Jumlah penangkapan itu muncul setelah pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Ibu Kota Minsk pada Minggu (15/11/2020) di tengah kemarahan yang meningkat atas kematian seorang aktivis oposisi.
Roman Bodarenko meninggal pada Kamis (12/11/2020) setelah sebelumnya sempat ditahan oleh pasukan keamanan. Para demonstran meyakini pria berusia 31 tahun itu tewas akibat pemukulan oleh pasukan keamanan.
BACA JUGA: Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah &quot;Diktator Terakhir Eropa&quot; Diprediksi Terpilih Lagi
Pemerintah menyangkal bertanggung jawab atas kematian Bodarenko.
Puluhan ribu orang telah berunjuk rasa setiap pekan setelah Aleksandr Lukashenko, yang telah berkuasa di Belarusia sejak 1996, kembali memenangi pemungutan suara pada Agustus. Para demonstran dan pihak oposisi meyakini hasil pemungutan suara itu telah dicurangi.
Seperti pada minggu-minggu sebelumnya, ribuan orang turun ke jalan di Ibu Kota Minsk dan kota-kota lain pada Minggu. Mereka juga meletakkan bunga di lokasi di mana Bondarenko ditahan sebelum kematiannya awal pekan ini.
Saksi mata mengatakan dia bentrok dengan tersangka petugas polisi berpakaian preman yang berusaha melepaskan pita merah dan putih demonstran. Uni Eropa menggambarkan kematiannya sebagai &quot;keterlaluan dan memalukan&quot;.
BACA JUGA: Alesksandr Lukashenko Diam-Diam Dilantik Sebagai Presiden di Tengah Protes Besar-besaran Belarusia
Organisasi HAM Viasna mengatakan lebih dari 1.000 orang ditangkap di Minsk dan kota-kota lain setelah unjuk rasa terbaru.
Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa polisi telah menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa, sementara kantor berita Interfax Rusia mengatakan polisi telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Pemilu yang disengketakan pada Agustus telah menyebabkan krisis politik selama berbulan-bulan di Belarusia.
Pemimpin oposisi utama, Svetlana Tikhanovskaya, mengatakan dia telah  menarik antara 60 dan 70% suara dan dipaksa mengasingkan diri di negara  tetangga Lithuania segera setelah pemilihan. Tetapi Lukashenko  mengumumkan bahwa ia telah menang dan menolak untuk mengundurkan diri.
Oposisi Belarusia telah mengorganisir demonstrasi besar-besaran  setiap hari Minggu sejak pemilu, biasanya dengan lebih dari 100.000  orang memadati jalan-jalan di Minsk.
Lukashenko telah berulang kali mengabaikan seruan oposisi untuk  negosiasi untuk menjalankan kembali pemilu di bawah kondisi bebas dan  adil, untuk mengakhiri kebrutalan polisi dan membebaskan tahanan  politik.
</description><content:encoded>MINSK - Lebih dari 1.000 orang telah ditangkap selama demonstrasi terbaru terkait sengketa pemilihan presiden di Belarus, menurut kelompok hak asasi manusia (HAM). Jumlah penangkapan itu muncul setelah pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Ibu Kota Minsk pada Minggu (15/11/2020) di tengah kemarahan yang meningkat atas kematian seorang aktivis oposisi.
Roman Bodarenko meninggal pada Kamis (12/11/2020) setelah sebelumnya sempat ditahan oleh pasukan keamanan. Para demonstran meyakini pria berusia 31 tahun itu tewas akibat pemukulan oleh pasukan keamanan.
BACA JUGA: Bentrokan Pecah di Belarusia Setelah &quot;Diktator Terakhir Eropa&quot; Diprediksi Terpilih Lagi
Pemerintah menyangkal bertanggung jawab atas kematian Bodarenko.
Puluhan ribu orang telah berunjuk rasa setiap pekan setelah Aleksandr Lukashenko, yang telah berkuasa di Belarusia sejak 1996, kembali memenangi pemungutan suara pada Agustus. Para demonstran dan pihak oposisi meyakini hasil pemungutan suara itu telah dicurangi.
Seperti pada minggu-minggu sebelumnya, ribuan orang turun ke jalan di Ibu Kota Minsk dan kota-kota lain pada Minggu. Mereka juga meletakkan bunga di lokasi di mana Bondarenko ditahan sebelum kematiannya awal pekan ini.
Saksi mata mengatakan dia bentrok dengan tersangka petugas polisi berpakaian preman yang berusaha melepaskan pita merah dan putih demonstran. Uni Eropa menggambarkan kematiannya sebagai &quot;keterlaluan dan memalukan&quot;.
BACA JUGA: Alesksandr Lukashenko Diam-Diam Dilantik Sebagai Presiden di Tengah Protes Besar-besaran Belarusia
Organisasi HAM Viasna mengatakan lebih dari 1.000 orang ditangkap di Minsk dan kota-kota lain setelah unjuk rasa terbaru.
Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa polisi telah menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa, sementara kantor berita Interfax Rusia mengatakan polisi telah menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Pemilu yang disengketakan pada Agustus telah menyebabkan krisis politik selama berbulan-bulan di Belarusia.
Pemimpin oposisi utama, Svetlana Tikhanovskaya, mengatakan dia telah  menarik antara 60 dan 70% suara dan dipaksa mengasingkan diri di negara  tetangga Lithuania segera setelah pemilihan. Tetapi Lukashenko  mengumumkan bahwa ia telah menang dan menolak untuk mengundurkan diri.
Oposisi Belarusia telah mengorganisir demonstrasi besar-besaran  setiap hari Minggu sejak pemilu, biasanya dengan lebih dari 100.000  orang memadati jalan-jalan di Minsk.
Lukashenko telah berulang kali mengabaikan seruan oposisi untuk  negosiasi untuk menjalankan kembali pemilu di bawah kondisi bebas dan  adil, untuk mengakhiri kebrutalan polisi dan membebaskan tahanan  politik.
</content:encoded></item></channel></rss>
