<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Belum Disiplin Jaga Jarak, Satgas Minta Tokoh Agama Jadi Teladan</title><description>Dia menyebut bahwa dari tiga langkah protokol kesehatan, menjaga jarak adalah hal yang paling sulit diterapkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/16/337/2310112/masyarakat-belum-disiplin-jaga-jarak-satgas-minta-tokoh-agama-jadi-teladan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/16/337/2310112/masyarakat-belum-disiplin-jaga-jarak-satgas-minta-tokoh-agama-jadi-teladan"/><item><title>Masyarakat Belum Disiplin Jaga Jarak, Satgas Minta Tokoh Agama Jadi Teladan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/16/337/2310112/masyarakat-belum-disiplin-jaga-jarak-satgas-minta-tokoh-agama-jadi-teladan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/16/337/2310112/masyarakat-belum-disiplin-jaga-jarak-satgas-minta-tokoh-agama-jadi-teladan</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/337/2310112/masyarakat-belum-disiplin-jaga-jarak-satgas-minta-tokoh-agama-jadi-teladan-BwiQiVBib3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Doni Monardo. (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/337/2310112/masyarakat-belum-disiplin-jaga-jarak-satgas-minta-tokoh-agama-jadi-teladan-BwiQiVBib3.jpg</image><title>Doni Monardo. (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo kembali mengajak masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin. Salah satunya adalah dengan menghindari acara atau acara yang menimbulkan kerumunan.&amp;nbsp;
Dia menyebut bahwa dari tiga langkah protokol kesehatan, masyarakat kurang disiplin dalam menjaga jarak. &amp;ldquo;Ini hal yang sangat sulit. Dari data yang kami peroleh peningkatan menggunakan masker sudah sangat bagus, termasuk juga cuci tangan. Tetapi jarak dan menghindari kerumunan ini masih belum optimal,&amp;rdquo; katanya, Minggu, (15/11/2020).&amp;nbsp;
Doni mengatakan, kerumunan dapat menyebabkan tingginya potensi penularan Covid-19, sehingga akan menyulitkan semua orang. Padahal saat ini proses pengendalian kasus covid di Indonesia cukup baik dibandingkan sejumlah negara.

&amp;ldquo;Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, pemerintah butuh bantuan dari segenap tokoh-tokoh agama yang kiranya bisa menjadi suri teladan untuk bisa mengingatkan masyarakat kita,&amp;rdquo; ucapnya.
Doni menegaskan bahwa selama pandemi berlangsung, menghindari kerumunan harus terus dilakukan. Dia menegaskan bahwa pihak yang menyelenggarakan acara secara tidak langsung mengancam keselamatan jiwa orang per orang.
Baca juga:&amp;nbsp;Doni Monardo Sebut Pembuat Kerumunan Disanksi di Dunia dan Akhirat
&amp;ldquo;Sekali lagi menghindari kerumunan adalah modal yang harus kita kumandangkan setiap saat. Kita tidak tahu Covid bisa lebih lama lagi dan kita harus punya stamina untuk menghadapi ini semuanya,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;ldquo;Termasuk keluarga-keluarga mereka. Tanpa kita sadari, ibaratnya ada 1, 2 orang yang terpapar covid, kita tidak pernah sadar ketika itu bertemu mereka di tempat umum kita pun bisa terpapar dan tertular,&amp;rdquo; tambah Doni.&amp;nbsp;
Pada kesempatan itu dia juga menyatakan bahwa siapapun yang menyelenggarakan kegiatan kerumunan tidak saja disanksi di dunia tapi juga oleh Allah SWT.
&amp;ldquo;Dan mereka yang menggalakkan kegiatan tersebut nantinya bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tetapi juga kelak di kemudian hari akan mendapatkan permintaan pertanggungjawaban dari Allah SWT. Karena kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu terjadi penularan,&amp;rdquo; ucap Doni.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo kembali mengajak masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin. Salah satunya adalah dengan menghindari acara atau acara yang menimbulkan kerumunan.&amp;nbsp;
Dia menyebut bahwa dari tiga langkah protokol kesehatan, masyarakat kurang disiplin dalam menjaga jarak. &amp;ldquo;Ini hal yang sangat sulit. Dari data yang kami peroleh peningkatan menggunakan masker sudah sangat bagus, termasuk juga cuci tangan. Tetapi jarak dan menghindari kerumunan ini masih belum optimal,&amp;rdquo; katanya, Minggu, (15/11/2020).&amp;nbsp;
Doni mengatakan, kerumunan dapat menyebabkan tingginya potensi penularan Covid-19, sehingga akan menyulitkan semua orang. Padahal saat ini proses pengendalian kasus covid di Indonesia cukup baik dibandingkan sejumlah negara.

&amp;ldquo;Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, pemerintah butuh bantuan dari segenap tokoh-tokoh agama yang kiranya bisa menjadi suri teladan untuk bisa mengingatkan masyarakat kita,&amp;rdquo; ucapnya.
Doni menegaskan bahwa selama pandemi berlangsung, menghindari kerumunan harus terus dilakukan. Dia menegaskan bahwa pihak yang menyelenggarakan acara secara tidak langsung mengancam keselamatan jiwa orang per orang.
Baca juga:&amp;nbsp;Doni Monardo Sebut Pembuat Kerumunan Disanksi di Dunia dan Akhirat
&amp;ldquo;Sekali lagi menghindari kerumunan adalah modal yang harus kita kumandangkan setiap saat. Kita tidak tahu Covid bisa lebih lama lagi dan kita harus punya stamina untuk menghadapi ini semuanya,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;ldquo;Termasuk keluarga-keluarga mereka. Tanpa kita sadari, ibaratnya ada 1, 2 orang yang terpapar covid, kita tidak pernah sadar ketika itu bertemu mereka di tempat umum kita pun bisa terpapar dan tertular,&amp;rdquo; tambah Doni.&amp;nbsp;
Pada kesempatan itu dia juga menyatakan bahwa siapapun yang menyelenggarakan kegiatan kerumunan tidak saja disanksi di dunia tapi juga oleh Allah SWT.
&amp;ldquo;Dan mereka yang menggalakkan kegiatan tersebut nantinya bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tetapi juga kelak di kemudian hari akan mendapatkan permintaan pertanggungjawaban dari Allah SWT. Karena kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu terjadi penularan,&amp;rdquo; ucap Doni.</content:encoded></item></channel></rss>
