<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DKI Pastikan Tidak Ada Lagi Kegiatan Kerumunan pada Masa Pandemi</title><description>Pemprov DKI Jakarta pastikan tidak ada lagi kegiatan yang menimbulkan kerumunan pada masa pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/16/338/2310417/dki-pastikan-tidak-ada-lagi-kegiatan-kerumunan-pada-masa-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/16/338/2310417/dki-pastikan-tidak-ada-lagi-kegiatan-kerumunan-pada-masa-pandemi"/><item><title>DKI Pastikan Tidak Ada Lagi Kegiatan Kerumunan pada Masa Pandemi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/16/338/2310417/dki-pastikan-tidak-ada-lagi-kegiatan-kerumunan-pada-masa-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/16/338/2310417/dki-pastikan-tidak-ada-lagi-kegiatan-kerumunan-pada-masa-pandemi</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/338/2310417/dki-pastikan-tidak-ada-lagi-kegiatan-kerumunan-pada-masa-pandemi-eyySSWhbkY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/338/2310417/dki-pastikan-tidak-ada-lagi-kegiatan-kerumunan-pada-masa-pandemi-eyySSWhbkY.jpg</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Setelah disorot lakukan pembiaran terhadap kerumunan kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) beberapa hari belakangan ini, Pemprov DKI Jakarta pastikan tidak ada lagi kegiatan yang menimbulkan kerumunan pada masa pandemi Covid-19. Perayaan natal dan tahun baru dipastikan tidak ada.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pada perayaan natal dan tahun baru 2021 di Ibukota kali ini dipastikan tidak ada perayaan seperti tahun tahun sebelumnya. Saat ini, pihaknya tengah mencari format yang baik agar tidak ada kerumunan massa.

&quot;Tidak ada pengerahan massa seperti tahun sebelumnya, konser musik konser budaya, tari tarian, nyanyian dan sebagainya tahun ini tidak ada lagi,&quot; kata Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Senin (16/11/2020).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi8xLzEyNDYxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ariza menjelaskan, selama masih ada Covid-19, Pemprov DKI Jakarta tidak memperkenankan kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi adanya penyebaran Covid-19.

&quot;kita tidak perkenankan kegiatan apupun yang menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus,&quot; pungkasnya.

Beberapa hari belakangan ini, atau sepulangnya HRS ke Jakarta pada 10 November lalu, kerumunan kerap terjadi dalam setiap kegiatan HRS. Bahkan pada akhir pekan lalu, HRS mengadakan maulid Nabi dan pernikahan putrinya yang menghadirkan kerumunan. Tidak ingin disebut lakukan pembiaran, Pemprov DKI Jakarta pun telah melayangkan surat teguran dan sanksi administrasi hingga Rp 50 Juta kepada HRS

</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah disorot lakukan pembiaran terhadap kerumunan kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) beberapa hari belakangan ini, Pemprov DKI Jakarta pastikan tidak ada lagi kegiatan yang menimbulkan kerumunan pada masa pandemi Covid-19. Perayaan natal dan tahun baru dipastikan tidak ada.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pada perayaan natal dan tahun baru 2021 di Ibukota kali ini dipastikan tidak ada perayaan seperti tahun tahun sebelumnya. Saat ini, pihaknya tengah mencari format yang baik agar tidak ada kerumunan massa.

&quot;Tidak ada pengerahan massa seperti tahun sebelumnya, konser musik konser budaya, tari tarian, nyanyian dan sebagainya tahun ini tidak ada lagi,&quot; kata Ariza di Balaikota DKI Jakarta, Senin (16/11/2020).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi8xLzEyNDYxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ariza menjelaskan, selama masih ada Covid-19, Pemprov DKI Jakarta tidak memperkenankan kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi adanya penyebaran Covid-19.

&quot;kita tidak perkenankan kegiatan apupun yang menimbulkan kerumunan dan menyebarkan virus,&quot; pungkasnya.

Beberapa hari belakangan ini, atau sepulangnya HRS ke Jakarta pada 10 November lalu, kerumunan kerap terjadi dalam setiap kegiatan HRS. Bahkan pada akhir pekan lalu, HRS mengadakan maulid Nabi dan pernikahan putrinya yang menghadirkan kerumunan. Tidak ingin disebut lakukan pembiaran, Pemprov DKI Jakarta pun telah melayangkan surat teguran dan sanksi administrasi hingga Rp 50 Juta kepada HRS

</content:encoded></item></channel></rss>
