<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran di Apartemen Hong Kong Tewaskan 7 Orang, 11 Luka-Luka</title><description>Api diduga berasal dari perayaan diwali yang dilakukan komunitas Nepal di apartemen tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/17/18/2310848/kebakaran-di-apartemen-hong-kong-tewaskan-7-orang-11-luka-luka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/17/18/2310848/kebakaran-di-apartemen-hong-kong-tewaskan-7-orang-11-luka-luka"/><item><title>Kebakaran di Apartemen Hong Kong Tewaskan 7 Orang, 11 Luka-Luka</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/17/18/2310848/kebakaran-di-apartemen-hong-kong-tewaskan-7-orang-11-luka-luka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/17/18/2310848/kebakaran-di-apartemen-hong-kong-tewaskan-7-orang-11-luka-luka</guid><pubDate>Selasa 17 November 2020 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/17/18/2310848/kebakaran-di-apartemen-hong-kong-tewaskan-7-orang-11-luka-luka-qlwWBHR2CC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/17/18/2310848/kebakaran-di-apartemen-hong-kong-tewaskan-7-orang-11-luka-luka-qlwWBHR2CC.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>HONG KONG - Pihak berwenang di Hong Kong, Senin (16/11/2020), mengatakan setidaknya tujuh orang tewas dan 11 lainnya luka-luka akibat kebakaran yang melanda sebuah gedung apartemen di kota itu.
Kebakaran yang terjadi Minggu (15/11/2020) malam itu diduga berasal dari kegiatan yang dilakukan komunitas Nepal di gedung tersebut.
Gedung tersebut berlokasi di Yau Ma Tei, sebuah kawasan ramai di Kowloon yang dipenuhi dengan gedung-gedung apartemen tua, toko, dan bisnis, demikian diwartakan VOA.
BACA JUGA: Kampus Hong Kong Terbakar Setelah Berubah Jadi Medan Pertempuran Polisi dan Demonstran
Menurut anggota dewan distrik daerah itu, Leslie Chan, unit apartemen di mana kebakaran bermula kemungkinan telah beroperasi sebagai restoran tanpa izin.
Pemerintah Hong Kong mengatakan mereka yang tewas adalah empat pria dan tiga wanita. Kisaran usia mereka yang tewas dan terluka adalah antara 8 dan 48 tahun. Chan mengatakan, para korban adalah anggota komunitas Nepal.
Tim pemadam kebakaran mengatakan pada konferensi pers Senin pagi bahwa penyebab kebakaran masih belum diketahui. Cheung Kwong-yuen, seorang petugas pemadam kebakaran, mengungkapkan, gedung itu tidak dilengkapi sistem pemadam api yang memadai dan banyak orang yang terjebak di dapur saat api mengamuk.
BACA JUGA: Memorabilia Partai Komunis China Senilai Rp7,6 Triliun Dicuri Maling di Siang Bolong
Media-media setempat mengatakan, orang-orang di restoran itu sedang merayakan Diwali, sebuah festival Hindu, dan ulang tahun ketika kobaran api terjadi. Lilin yang menyala telah membuat bahan kedap suara terbakar, menurut laporan media.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi8xLzEyNDYwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejumlah warga setempat mengatakan mereka yang terjebak dalam kebakaran itu berasal dari Nepal. Banyak orang Nepal tinggal di daerah tersebut dan bekerja di bisnis keuangan, ritel, dan keamanan Hong Kong.
Beberapa jendela pecah di unit apartemen tempat kebakaran terjadi, sementara dinding luarnya hangus terbakar. Gedung apartemen bertingkat rendah itu ditutup, Senin, sementara polisi berjaga-jaga.


Chan mengatakan dewan distrik memberikan bantuan kepada mereka yang  dievakuasi dari gedung. Beberapa di antara mereka harus tinggal  sementara di hotel selagi kebakaran diselidiki.
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengeluarkan pernyataan selepas tengah  malam yang menyebutkan bahwa ia sangat sedih karena kebakaran di Yau Ma  Tei menyebabkan sejumlah kematian dan cedera. Ia juga mengunjungi lokasi  kebakaran pada Senin pagi.
Media-media setempat mengatakan kebakaran itu merupakan insiden yang  menelan paling banyak korban jiwa sejak kebakaran tahun 2011 yang  menewaskan sembilan orang.
Insiden di Yau Ma Tei kembali menyoroti masalah keamanan kebakaran di  gedung-gedung tua di kota yang menjadi lokasi real estate termahal di  dunia itu.
Kebakaran mematikan dulunya sering terjadi di Hong Kong tapi telah  menyusut dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah menerapkan  langkah-langkah pengamanan kebakaran yang lebih ketat.</description><content:encoded>HONG KONG - Pihak berwenang di Hong Kong, Senin (16/11/2020), mengatakan setidaknya tujuh orang tewas dan 11 lainnya luka-luka akibat kebakaran yang melanda sebuah gedung apartemen di kota itu.
Kebakaran yang terjadi Minggu (15/11/2020) malam itu diduga berasal dari kegiatan yang dilakukan komunitas Nepal di gedung tersebut.
Gedung tersebut berlokasi di Yau Ma Tei, sebuah kawasan ramai di Kowloon yang dipenuhi dengan gedung-gedung apartemen tua, toko, dan bisnis, demikian diwartakan VOA.
BACA JUGA: Kampus Hong Kong Terbakar Setelah Berubah Jadi Medan Pertempuran Polisi dan Demonstran
Menurut anggota dewan distrik daerah itu, Leslie Chan, unit apartemen di mana kebakaran bermula kemungkinan telah beroperasi sebagai restoran tanpa izin.
Pemerintah Hong Kong mengatakan mereka yang tewas adalah empat pria dan tiga wanita. Kisaran usia mereka yang tewas dan terluka adalah antara 8 dan 48 tahun. Chan mengatakan, para korban adalah anggota komunitas Nepal.
Tim pemadam kebakaran mengatakan pada konferensi pers Senin pagi bahwa penyebab kebakaran masih belum diketahui. Cheung Kwong-yuen, seorang petugas pemadam kebakaran, mengungkapkan, gedung itu tidak dilengkapi sistem pemadam api yang memadai dan banyak orang yang terjebak di dapur saat api mengamuk.
BACA JUGA: Memorabilia Partai Komunis China Senilai Rp7,6 Triliun Dicuri Maling di Siang Bolong
Media-media setempat mengatakan, orang-orang di restoran itu sedang merayakan Diwali, sebuah festival Hindu, dan ulang tahun ketika kobaran api terjadi. Lilin yang menyala telah membuat bahan kedap suara terbakar, menurut laporan media.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi8xLzEyNDYwNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejumlah warga setempat mengatakan mereka yang terjebak dalam kebakaran itu berasal dari Nepal. Banyak orang Nepal tinggal di daerah tersebut dan bekerja di bisnis keuangan, ritel, dan keamanan Hong Kong.
Beberapa jendela pecah di unit apartemen tempat kebakaran terjadi, sementara dinding luarnya hangus terbakar. Gedung apartemen bertingkat rendah itu ditutup, Senin, sementara polisi berjaga-jaga.


Chan mengatakan dewan distrik memberikan bantuan kepada mereka yang  dievakuasi dari gedung. Beberapa di antara mereka harus tinggal  sementara di hotel selagi kebakaran diselidiki.
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengeluarkan pernyataan selepas tengah  malam yang menyebutkan bahwa ia sangat sedih karena kebakaran di Yau Ma  Tei menyebabkan sejumlah kematian dan cedera. Ia juga mengunjungi lokasi  kebakaran pada Senin pagi.
Media-media setempat mengatakan kebakaran itu merupakan insiden yang  menelan paling banyak korban jiwa sejak kebakaran tahun 2011 yang  menewaskan sembilan orang.
Insiden di Yau Ma Tei kembali menyoroti masalah keamanan kebakaran di  gedung-gedung tua di kota yang menjadi lokasi real estate termahal di  dunia itu.
Kebakaran mematikan dulunya sering terjadi di Hong Kong tapi telah  menyusut dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah menerapkan  langkah-langkah pengamanan kebakaran yang lebih ketat.</content:encoded></item></channel></rss>
