<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wagub Bali Tegaskan Tolak RUU Larangan Minuman Beralkohol   </title><description>Pihaknya memastikan Bali menolak Rancangan Undang Undang Minuman Beralkohol yang diusulkan DPR RI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/18/244/2311981/wagub-bali-tegaskan-tolak-ruu-larangan-minuman-beralkohol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/18/244/2311981/wagub-bali-tegaskan-tolak-ruu-larangan-minuman-beralkohol"/><item><title>Wagub Bali Tegaskan Tolak RUU Larangan Minuman Beralkohol   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/18/244/2311981/wagub-bali-tegaskan-tolak-ruu-larangan-minuman-beralkohol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/18/244/2311981/wagub-bali-tegaskan-tolak-ruu-larangan-minuman-beralkohol</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Bona Jaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/244/2311981/wagub-bali-tegaskan-tolak-ruu-larangan-minuman-beralkohol-WuNd4zjsNu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wagub Bali Tjokorda Oka Wardhana Sukawati (Foto: Bona Jaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/244/2311981/wagub-bali-tegaskan-tolak-ruu-larangan-minuman-beralkohol-WuNd4zjsNu.jpg</image><title>Wagub Bali Tjokorda Oka Wardhana Sukawati (Foto: Bona Jaya)</title></images><description>DENPASAR - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardana Sukawati menegaskan Bali masih membutuhkan minuman alkohol untuk mendukung pariwisata. Pihaknya memastikan Bali menolak Rancangan Undang Undang Minuman Beralkohol yang diusulkan DPR RI.
Hal tersebut diutarakannya saat ditemui usai Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu  (18/11/2020).
Tak hanya itu, dalam budaya adat Hindu Bali, masyarakat masih menggunakan minuman beralkohol seperti arak untuk sarana persembahyangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;RUU Larangan Minol Bukan Cuma Faktor Kesehatan tapi Ada Pajak
Ketua PHRI Bali tersebut  juga menyatakan, Bali menolak RUU tersebut, meski pembahasan RUU tentang Minuman Beralkohol tersebut masih jauh.
&quot;Saya kira prosesnya panjang di pusat, di Bali kita juga punya perda, kemudian sektor wisata di Bali bukan hanya untuk kepentingan duniawi, kita upacara-upacara keagamaan juga tidak lepas dari akhohol tuak,&quot; ujarnya.
Seperti diketahui, Badan Legislasi DPR RI mengusulkan pembahasan RUU Minuman Beralkohol masuk dalam program legislasi nasional 2021 - 2024. Rencana pembahasan RUU tersebut mendapat penolakan dari sejumlah kalangan di Bali yang masih bergantung dengan dunia pariwisata mancanegara.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;RUU Larangan Minol Akan Diubah, Jadi Apa?</description><content:encoded>DENPASAR - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardana Sukawati menegaskan Bali masih membutuhkan minuman alkohol untuk mendukung pariwisata. Pihaknya memastikan Bali menolak Rancangan Undang Undang Minuman Beralkohol yang diusulkan DPR RI.
Hal tersebut diutarakannya saat ditemui usai Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu  (18/11/2020).
Tak hanya itu, dalam budaya adat Hindu Bali, masyarakat masih menggunakan minuman beralkohol seperti arak untuk sarana persembahyangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;RUU Larangan Minol Bukan Cuma Faktor Kesehatan tapi Ada Pajak
Ketua PHRI Bali tersebut  juga menyatakan, Bali menolak RUU tersebut, meski pembahasan RUU tentang Minuman Beralkohol tersebut masih jauh.
&quot;Saya kira prosesnya panjang di pusat, di Bali kita juga punya perda, kemudian sektor wisata di Bali bukan hanya untuk kepentingan duniawi, kita upacara-upacara keagamaan juga tidak lepas dari akhohol tuak,&quot; ujarnya.
Seperti diketahui, Badan Legislasi DPR RI mengusulkan pembahasan RUU Minuman Beralkohol masuk dalam program legislasi nasional 2021 - 2024. Rencana pembahasan RUU tersebut mendapat penolakan dari sejumlah kalangan di Bali yang masih bergantung dengan dunia pariwisata mancanegara.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;RUU Larangan Minol Akan Diubah, Jadi Apa?</content:encoded></item></channel></rss>
