<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Terawan: Simulasi Vaksin Covid-19 Penting Supaya Tidak Kagok</title><description>Terawan Agus Putranto menegaskan simulasi vaksinasi Covid-19 penting dilakukan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311741/menkes-terawan-simulasi-vaksin-covid-19-penting-supaya-tidak-kagok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311741/menkes-terawan-simulasi-vaksin-covid-19-penting-supaya-tidak-kagok"/><item><title>Menkes Terawan: Simulasi Vaksin Covid-19 Penting Supaya Tidak Kagok</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311741/menkes-terawan-simulasi-vaksin-covid-19-penting-supaya-tidak-kagok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311741/menkes-terawan-simulasi-vaksin-covid-19-penting-supaya-tidak-kagok</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/337/2311741/menkes-terawan-simulasi-vaksin-covid-19-penting-supaya-tidak-kagok-Rup6riv3q3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes Terawan dan Presiden Jokowi saat simulasi vaksinisasi Covid-19. (Foto: Kris/Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/337/2311741/menkes-terawan-simulasi-vaksin-covid-19-penting-supaya-tidak-kagok-Rup6riv3q3.jpg</image><title>Menkes Terawan dan Presiden Jokowi saat simulasi vaksinisasi Covid-19. (Foto: Kris/Biro Pers Setpres)</title></images><description>BOGOR - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan simulasi vaksinasi Covid-19 penting dilakukan. Hal itu menunjang pelaksanaan pemberian vaksin nantinya oleh petugas medis.
&quot;Pak wali kota dan dari WHO juga ikut memantau supaya originalitas kita di dalam melakukan simulasi itu sesuai fakta, apa yang akan kita lakukan dan itu menjadi sorotan dunia, karena apa yang kita lakukan adalah faktanya seperti kita menyiapkan diri dan terus menerus dilatih,&quot; kata Terawan, di Puskesmas Tanah Sareal,  Kota Bogor, Rabu (18/11/2020).
Selain itu, simulasi juga untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tak takut untuk divaksin. &quot;Supaya nanti kalau pun vaksin itu ada sudah ada yah kita tinggal melaksanakan. Supaya tidak kagok dalam istilah jawa, tidak kagok, tidak gagap dan kita lakukan latihan terus,&quot; ungkapnya.

Terkait vaksin mana yang akan diberikan nantinya kepada masyarakat, Terawan belum menjelaskan. Yang pasti, kata dia, vaksin harus ada dalam list WHO.
Baca juga: Jokowi: Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Mudah, Memerlukan Cold Chain
&quot;Ini kan terus dinamikanya dan apa yang dikatakan oleh bapak Presiden tadi kita akan membeli apa yang di dalam list WHO dan kita konsultasikan dengan WHO terus, apa yang paling rasional untuk dibeli. Kalau berita kan terus saja dinamikanya sangat luar biasa, tetapi komunikasi dengan badan dunia itu yang sangat penting. Kan belum datang (vaksinnya) pasti di umumkan kalau sudah datang,&quot; jelas Terawan.
</description><content:encoded>BOGOR - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan simulasi vaksinasi Covid-19 penting dilakukan. Hal itu menunjang pelaksanaan pemberian vaksin nantinya oleh petugas medis.
&quot;Pak wali kota dan dari WHO juga ikut memantau supaya originalitas kita di dalam melakukan simulasi itu sesuai fakta, apa yang akan kita lakukan dan itu menjadi sorotan dunia, karena apa yang kita lakukan adalah faktanya seperti kita menyiapkan diri dan terus menerus dilatih,&quot; kata Terawan, di Puskesmas Tanah Sareal,  Kota Bogor, Rabu (18/11/2020).
Selain itu, simulasi juga untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tak takut untuk divaksin. &quot;Supaya nanti kalau pun vaksin itu ada sudah ada yah kita tinggal melaksanakan. Supaya tidak kagok dalam istilah jawa, tidak kagok, tidak gagap dan kita lakukan latihan terus,&quot; ungkapnya.

Terkait vaksin mana yang akan diberikan nantinya kepada masyarakat, Terawan belum menjelaskan. Yang pasti, kata dia, vaksin harus ada dalam list WHO.
Baca juga: Jokowi: Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Mudah, Memerlukan Cold Chain
&quot;Ini kan terus dinamikanya dan apa yang dikatakan oleh bapak Presiden tadi kita akan membeli apa yang di dalam list WHO dan kita konsultasikan dengan WHO terus, apa yang paling rasional untuk dibeli. Kalau berita kan terus saja dinamikanya sangat luar biasa, tetapi komunikasi dengan badan dunia itu yang sangat penting. Kan belum datang (vaksinnya) pasti di umumkan kalau sudah datang,&quot; jelas Terawan.
</content:encoded></item></channel></rss>
