<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fahri Hamzah Sebut Pemanggilan Anies Tunjukkan Kesalahpahaman</title><description>Fahri Hamzah menyebut pemanggilan terhadap Anies oleh Polda Metro Jaya menunjukkan kesalahpahaman soal cara kelola negara.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311804/fahri-hamzah-sebut-pemanggilan-anies-tunjukkan-kesalahpahaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311804/fahri-hamzah-sebut-pemanggilan-anies-tunjukkan-kesalahpahaman"/><item><title>Fahri Hamzah Sebut Pemanggilan Anies Tunjukkan Kesalahpahaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311804/fahri-hamzah-sebut-pemanggilan-anies-tunjukkan-kesalahpahaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/18/337/2311804/fahri-hamzah-sebut-pemanggilan-anies-tunjukkan-kesalahpahaman</guid><pubDate>Rabu 18 November 2020 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/18/337/2311804/fahri-hamzah-sebut-pemanggilan-anies-tunjukkan-kesalahpahaman-OkFZOyVGAc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fahri Hamzah. (Foto : Okezone/Muhamad Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/18/337/2311804/fahri-hamzah-sebut-pemanggilan-anies-tunjukkan-kesalahpahaman-OkFZOyVGAc.jpg</image><title>Fahri Hamzah. (Foto : Okezone/Muhamad Rizky)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik langkah penyidik Polda Metro Jaya yang memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi, terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab yang dibarengi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta, Sabtu (14/11/2020).

&amp;ldquo;Pemanggilan terhadap Anies dalam kapasitasnya sebagai gubernur menunjukkan ada kesalahpahaman tentang cara mengelola negara,&amp;rdquo; kata Fahri kepada wartawan di Jkaarta, Rabu (18/11/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini menyebut, pemanggilan terhadap Anies menunjukkan kepanikan pemerintah. Karena selama ini, pemerintah lebih sering bersikap reaktif ketimbang antisipatif.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNy8xLzEyNDY4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Ini kan sebenarnya soal-soal yang sama berulang, soal salah paham tentang cara kerja negara. Ini negara reaktif bukan negara antisipatif. Ini pemerintah panik bukan pemerintah tenang dan percaya diri,&amp;rdquo; tuturnya.

Mantan anggota Komisi III DPR ini menuturkan, Indonesia saat ini memerlukan persatuan dengan iklim yang tenang dalam menangani pandemi Covid-19. Namun, upaya pemanggilan terhadap Anies Baswedan justru menunjukkan pemerintah gagal dalam menjaga agar suasana tetap kondusif.

Baca Juga : Diperiksa 9 Jam, Gubernur Anies Dicecar 33 Pertanyaan

&amp;ldquo;Pemerintah ini gagal bikin keadaan tambah tenang, padahal sekarang ini adalah hari-hari bersatu. Kita seharusnya bersama menghadapi tantang resesi dan krisis kesehatan. Sebagai rakyat, kami prihatin kenapa keributan ini seperti dipelihara,&amp;rdquo; tutur Fahri.

Baca Juga : Polda Metro: Anies Bisa Dipanggil Lagi Jika Keterangannya Diperlukan


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik langkah penyidik Polda Metro Jaya yang memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk dimintai klarifikasi, terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab yang dibarengi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta, Sabtu (14/11/2020).

&amp;ldquo;Pemanggilan terhadap Anies dalam kapasitasnya sebagai gubernur menunjukkan ada kesalahpahaman tentang cara mengelola negara,&amp;rdquo; kata Fahri kepada wartawan di Jkaarta, Rabu (18/11/2020).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia ini menyebut, pemanggilan terhadap Anies menunjukkan kepanikan pemerintah. Karena selama ini, pemerintah lebih sering bersikap reaktif ketimbang antisipatif.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNy8xLzEyNDY4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Ini kan sebenarnya soal-soal yang sama berulang, soal salah paham tentang cara kerja negara. Ini negara reaktif bukan negara antisipatif. Ini pemerintah panik bukan pemerintah tenang dan percaya diri,&amp;rdquo; tuturnya.

Mantan anggota Komisi III DPR ini menuturkan, Indonesia saat ini memerlukan persatuan dengan iklim yang tenang dalam menangani pandemi Covid-19. Namun, upaya pemanggilan terhadap Anies Baswedan justru menunjukkan pemerintah gagal dalam menjaga agar suasana tetap kondusif.

Baca Juga : Diperiksa 9 Jam, Gubernur Anies Dicecar 33 Pertanyaan

&amp;ldquo;Pemerintah ini gagal bikin keadaan tambah tenang, padahal sekarang ini adalah hari-hari bersatu. Kita seharusnya bersama menghadapi tantang resesi dan krisis kesehatan. Sebagai rakyat, kami prihatin kenapa keributan ini seperti dipelihara,&amp;rdquo; tutur Fahri.

Baca Juga : Polda Metro: Anies Bisa Dipanggil Lagi Jika Keterangannya Diperlukan


</content:encoded></item></channel></rss>
