<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Doni Monardo: Siapapun yang Buat Acara Melanggar Prokes, Wajib Dilarang!</title><description>Kerumunan dan keramaian selalu berpotensi mengabaikan protokol kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/19/337/2312314/doni-monardo-siapapun-yang-buat-acara-melanggar-prokes-wajib-dilarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/19/337/2312314/doni-monardo-siapapun-yang-buat-acara-melanggar-prokes-wajib-dilarang"/><item><title>Doni Monardo: Siapapun yang Buat Acara Melanggar Prokes, Wajib Dilarang!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/19/337/2312314/doni-monardo-siapapun-yang-buat-acara-melanggar-prokes-wajib-dilarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/19/337/2312314/doni-monardo-siapapun-yang-buat-acara-melanggar-prokes-wajib-dilarang</guid><pubDate>Kamis 19 November 2020 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/19/337/2312314/doni-monardo-siapapun-yang-buat-acara-melanggar-prokes-wajib-dilarang-BhaXdQ47lZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/19/337/2312314/doni-monardo-siapapun-yang-buat-acara-melanggar-prokes-wajib-dilarang-BhaXdQ47lZ.jpg</image><title>Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo kembali mengingatkan kepada semua Gubernur, Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia untuk melarang semua bentuk kegiatan pengumpulan massa. Kerumunan dan keramaian selalu berpotensi mengabaikan protokol kesehatan.

&amp;ldquo;Untuk itu, siapapun yang punya niat berkunjung ke daerah, membuat acara, dan berpotensi menimbulkan kerumunan serta melanggar protokol kesehatan, wajib dilarang. Demi menyelamatkan rakyat kita agar terhindar dari penularan virus Covid 19,&amp;rdquo; ungkap Doni di Bandara Halim Perdana Kusuma sebelum melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, Kamis (19/11/2020).

Sebelumnya, Doni juga telah melakukan percakapan via telepon dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Ia menyampaikan, belajar dari kejadian di Jakarta beberapa hari lalu maka gubernur wajib melakukan pencegahan agar tidak terjadi pengumpulan massa dalam bentuk acara apapun di masa mendatang.

&quot;Semua kegiatan wajib taat dan patuh kepada protokol kesehatan. Protokol kesehatan adalah harga mati,&quot; tegasnya.

Baca Juga: 33 Siswa Sekolah Pelayaran di Surabaya Terpapar Covid-19

Doni berharap para Gubernur, Pangdam dan Kapolda bisa segera membuat jumpa pers sekaligus menyampaikan ke publik bahwa di masa pandemi ini kita harus disiplin dan patuh pada protokol kesehatan sesuai arahan Presiden.

Para tokoh ulama, tokoh masyarakat atau siapapun dapat menunda segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

&quot;Bagi yang berniat akan menggelar acara, maka saya ingatkan, tugas kita melakukan pencegahan. Para tokoh, ulama harus menjadi teladan, memberi contoh mencegah agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan,&quot; kata Doni.

Menurutnya, seperti yang terjadi di Jakarta, jika terlambat dicegah,  dan saat massa sudah berkumpul, maka ketika dibubarkan sangat berpotensi  terjadi gesekan.

&quot;Makanya saya minta kepada semua pemimpin di daerah untuk melakukan  pencegahan, mengingatkan agar apa yang terjadi di Jakarta minggu lalu  tidak terulang di tempat lain,&quot; tegas mantan Komandan Jenderal Komando  Pasukan Khusus ini.

&quot;Kalau massa sudah berkumpul dan kita bubarkan maka bisa terjadi hal  hal yang tidak diinginkan. Pasti jatuh korban. Makanya harus tegas sejak  awal, agar kerumunan yang melanggar protokol kesehatan tidak terjadi.  Ingat, covid ini nyata, bukan konspirasi. Yang meninggal di Indonesia  sudah lebih 15 ribu orang, dan dunia lebih 1,5 jt jiwa,&quot; katanya.

Doni berjanji, akan menelpon satu persatu semua Gubernur, Pangdam dan  Kapolda seluruh Indonesia untuk mengingatkan agar benar-benar  menjalankan larangan kerumunan massa. &quot;Jika para pemimpin di daerah  tegas menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan maka kita sudah  melindungi rakyat kita.&quot;

Menurut Doni, percepatan penanganan membutuhkan peran serta semua  pihak. Tanpa dukungan kolektif dari masyarakat, rantai penyebaran  Covid-19 akan terus terjadi. Menghindari kerumunan, salah satunya,  menjadi langkah yang nyata untuk memutus rantai penyebaran tersebut.

&quot;Upaya bersama dalam perubahan perilaku dibutuhkan dalam adaptasi  masa pandemi ini. Salus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah  hukum tertinggi,&quot; kata Doni.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo kembali mengingatkan kepada semua Gubernur, Pangdam dan Kapolda seluruh Indonesia untuk melarang semua bentuk kegiatan pengumpulan massa. Kerumunan dan keramaian selalu berpotensi mengabaikan protokol kesehatan.

&amp;ldquo;Untuk itu, siapapun yang punya niat berkunjung ke daerah, membuat acara, dan berpotensi menimbulkan kerumunan serta melanggar protokol kesehatan, wajib dilarang. Demi menyelamatkan rakyat kita agar terhindar dari penularan virus Covid 19,&amp;rdquo; ungkap Doni di Bandara Halim Perdana Kusuma sebelum melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, Kamis (19/11/2020).

Sebelumnya, Doni juga telah melakukan percakapan via telepon dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Ia menyampaikan, belajar dari kejadian di Jakarta beberapa hari lalu maka gubernur wajib melakukan pencegahan agar tidak terjadi pengumpulan massa dalam bentuk acara apapun di masa mendatang.

&quot;Semua kegiatan wajib taat dan patuh kepada protokol kesehatan. Protokol kesehatan adalah harga mati,&quot; tegasnya.

Baca Juga: 33 Siswa Sekolah Pelayaran di Surabaya Terpapar Covid-19

Doni berharap para Gubernur, Pangdam dan Kapolda bisa segera membuat jumpa pers sekaligus menyampaikan ke publik bahwa di masa pandemi ini kita harus disiplin dan patuh pada protokol kesehatan sesuai arahan Presiden.

Para tokoh ulama, tokoh masyarakat atau siapapun dapat menunda segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

&quot;Bagi yang berniat akan menggelar acara, maka saya ingatkan, tugas kita melakukan pencegahan. Para tokoh, ulama harus menjadi teladan, memberi contoh mencegah agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan,&quot; kata Doni.

Menurutnya, seperti yang terjadi di Jakarta, jika terlambat dicegah,  dan saat massa sudah berkumpul, maka ketika dibubarkan sangat berpotensi  terjadi gesekan.

&quot;Makanya saya minta kepada semua pemimpin di daerah untuk melakukan  pencegahan, mengingatkan agar apa yang terjadi di Jakarta minggu lalu  tidak terulang di tempat lain,&quot; tegas mantan Komandan Jenderal Komando  Pasukan Khusus ini.

&quot;Kalau massa sudah berkumpul dan kita bubarkan maka bisa terjadi hal  hal yang tidak diinginkan. Pasti jatuh korban. Makanya harus tegas sejak  awal, agar kerumunan yang melanggar protokol kesehatan tidak terjadi.  Ingat, covid ini nyata, bukan konspirasi. Yang meninggal di Indonesia  sudah lebih 15 ribu orang, dan dunia lebih 1,5 jt jiwa,&quot; katanya.

Doni berjanji, akan menelpon satu persatu semua Gubernur, Pangdam dan  Kapolda seluruh Indonesia untuk mengingatkan agar benar-benar  menjalankan larangan kerumunan massa. &quot;Jika para pemimpin di daerah  tegas menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan maka kita sudah  melindungi rakyat kita.&quot;

Menurut Doni, percepatan penanganan membutuhkan peran serta semua  pihak. Tanpa dukungan kolektif dari masyarakat, rantai penyebaran  Covid-19 akan terus terjadi. Menghindari kerumunan, salah satunya,  menjadi langkah yang nyata untuk memutus rantai penyebaran tersebut.

&quot;Upaya bersama dalam perubahan perilaku dibutuhkan dalam adaptasi  masa pandemi ini. Salus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah  hukum tertinggi,&quot; kata Doni.</content:encoded></item></channel></rss>
