<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> DPR Sebut Masih Ada Puluhan Daerah Belum Bentuk Pokja Prokes   </title><description>Anggota Komisi II DPR M. Nasir Djamil menyebut, bahwa masih ada puluhan daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/20/337/2312791/dpr-sebut-masih-ada-puluhan-daerah-belum-bentuk-pokja-prokes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/20/337/2312791/dpr-sebut-masih-ada-puluhan-daerah-belum-bentuk-pokja-prokes"/><item><title> DPR Sebut Masih Ada Puluhan Daerah Belum Bentuk Pokja Prokes   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/20/337/2312791/dpr-sebut-masih-ada-puluhan-daerah-belum-bentuk-pokja-prokes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/20/337/2312791/dpr-sebut-masih-ada-puluhan-daerah-belum-bentuk-pokja-prokes</guid><pubDate>Jum'at 20 November 2020 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/20/337/2312791/dpr-sebut-masih-ada-puluhan-daerah-belum-bentuk-pokja-prokes-qKrWoYmpYH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi II DPR, Nasir Djamil (foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/20/337/2312791/dpr-sebut-masih-ada-puluhan-daerah-belum-bentuk-pokja-prokes-qKrWoYmpYH.jpg</image><title>Anggota Komisi II DPR, Nasir Djamil (foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi II DPR M. Nasir Djamil menyebut, bahwa masih ada puluhan daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020, belum membentuk kelompok kerja (Pokja) protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Nasir mengatakan, fakta tersebut terungkap saat Komisi II DPR rapat bersama Mendagri, Gugus Tugas Covid-19, KPU, Bawaslu, dan DKPP.

&quot;Ada puluhan (daerah yang belum bentuk pokja),&quot; kata Nasir saat dihubungi Okezone, Jumat (19/11/2020).
Baca juga:
Mendagri Absen, Komisi II DPR Tunda Pembahasan DPT Pilkada 2020
Mekanisme Pencoblosan Pasien Positif Covid-19 pada Pilkada 2020
Nasir tak merinci daerah mana saja yang belum membentuk Pokja Prokes, dalam penyelenggaraan Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.

Menurut dia, mayoritas puluhan daerah tersebut berada di daerah Indonesia bagian timur.

&quot;Ini kan menunjukkan bahwa daerah kabupaten/kota itu artinya belum patuh. Padahal kita menggelar Pilkada di musim pandemi. Kemarin itu saya ingatkan bahwa Pilkada serentak ini bergantung pada kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19,&quot; jelas politisi PKS itu.

Legeslator asal Aceh itu melanjutkan bahwa jika keseriusan pemerintah diragukan dalam penanganan pandemi Covid-19, maka berdampak pada pemilih yang juga ragu untuk datang ke TPS.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDcxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, lanjut dia, KPU telah menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77,50% dalam penyelenggaraan Pilkada serentak yang akan berlangsung di 270 daerah tersebut.

&quot;Oleh karena itu bagaimana soal ingin merealisasikan target 77,50 persen itu tapi juga bagaimana kita bisa menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,&quot; tuturnya.

Nasir menjelaskan, DPR telah meminta Bawaslu untuk mengambil tindakan tegas daerah mana saja yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat selama tahapan Pilkada 2020.

&quot;Ya memang di bandingkan dengan 270 daerah yang menggelar Pilkada angka itu memang tidak seberapa. Tapi itu menunjukkan bahwa belum ada kesamaan visi dalam melaksanakan Pilkada serentak di tengah pandemi ini,&quot; kata Nasir.
</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi II DPR M. Nasir Djamil menyebut, bahwa masih ada puluhan daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020, belum membentuk kelompok kerja (Pokja) protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Nasir mengatakan, fakta tersebut terungkap saat Komisi II DPR rapat bersama Mendagri, Gugus Tugas Covid-19, KPU, Bawaslu, dan DKPP.

&quot;Ada puluhan (daerah yang belum bentuk pokja),&quot; kata Nasir saat dihubungi Okezone, Jumat (19/11/2020).
Baca juga:
Mendagri Absen, Komisi II DPR Tunda Pembahasan DPT Pilkada 2020
Mekanisme Pencoblosan Pasien Positif Covid-19 pada Pilkada 2020
Nasir tak merinci daerah mana saja yang belum membentuk Pokja Prokes, dalam penyelenggaraan Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.

Menurut dia, mayoritas puluhan daerah tersebut berada di daerah Indonesia bagian timur.

&quot;Ini kan menunjukkan bahwa daerah kabupaten/kota itu artinya belum patuh. Padahal kita menggelar Pilkada di musim pandemi. Kemarin itu saya ingatkan bahwa Pilkada serentak ini bergantung pada kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19,&quot; jelas politisi PKS itu.

Legeslator asal Aceh itu melanjutkan bahwa jika keseriusan pemerintah diragukan dalam penanganan pandemi Covid-19, maka berdampak pada pemilih yang juga ragu untuk datang ke TPS.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xOC8xLzEyNDcxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, lanjut dia, KPU telah menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77,50% dalam penyelenggaraan Pilkada serentak yang akan berlangsung di 270 daerah tersebut.

&quot;Oleh karena itu bagaimana soal ingin merealisasikan target 77,50 persen itu tapi juga bagaimana kita bisa menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,&quot; tuturnya.

Nasir menjelaskan, DPR telah meminta Bawaslu untuk mengambil tindakan tegas daerah mana saja yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat selama tahapan Pilkada 2020.

&quot;Ya memang di bandingkan dengan 270 daerah yang menggelar Pilkada angka itu memang tidak seberapa. Tapi itu menunjukkan bahwa belum ada kesamaan visi dalam melaksanakan Pilkada serentak di tengah pandemi ini,&quot; kata Nasir.
</content:encoded></item></channel></rss>
