<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Warga Lereng Bromo Kekurangan Air Bersih, Ini Solusi Forkopimka      </title><description>Forkopimka setempat melakukan peninjauan ke Dusun Gedong, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/20/519/2313009/warga-lereng-bromo-kekurangan-air-bersih-ini-solusi-forkopimka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/20/519/2313009/warga-lereng-bromo-kekurangan-air-bersih-ini-solusi-forkopimka"/><item><title> Warga Lereng Bromo Kekurangan Air Bersih, Ini Solusi Forkopimka      </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/20/519/2313009/warga-lereng-bromo-kekurangan-air-bersih-ini-solusi-forkopimka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/20/519/2313009/warga-lereng-bromo-kekurangan-air-bersih-ini-solusi-forkopimka</guid><pubDate>Jum'at 20 November 2020 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/20/519/2313009/warga-lereng-bromo-kekurangan-air-bersih-ini-solusi-forkopimka-rOZLXb16lf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fokopimka mengunjungi Desa Sariwani untuk mengatasi persoalan air bersih. Foto: Hana Purwadi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/20/519/2313009/warga-lereng-bromo-kekurangan-air-bersih-ini-solusi-forkopimka-rOZLXb16lf.jpg</image><title>Fokopimka mengunjungi Desa Sariwani untuk mengatasi persoalan air bersih. Foto: Hana Purwadi</title></images><description>PROBOLINGGO -&amp;nbsp;Forkopimka setempat melakukan peninjauan ke Dusun Gedong, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Peninjauan ini terkait kabar adanya ratusan Kepala Keluarga (KK) yang mengonsumi air hujan akibat kekurangan air bersih.
Camat Sukapura, Rochmad Widiarto menjelaskan, permasalahan kebutuhan air bersih melibatkan Forkopimka Sukapura  dan Sumber, karena permasalahan mata air tersebut melibatkan warga di dua kecamatan.
(Baca juga: Lawan Polisi saat Ditangkap, Pelaku Rumsong Ambruk Ditembak)
&quot; Kita sudah melakukan peninjauan bersama, dan ada kesepakatan dari kedua belah pihak,  mata air tersebut di prosentrase 40 persen  untuk warga Wonokerso, Sumber dan 60 persen untuk Warga Sariwani, Sukapura,&quot; tuturnya, Jumat (20/11/2020).
Sekadar diketahui, permasalahan ratusan warga lereng Gunung Bromo, Desa Sariwani mengkonsumsi air hujan sejak 4 bulan terakhir disebabkan tandon mata air tidak maksimal. Ini juga dipicu karena ada saluran baru ke Desa Wonokerso. Akibat ada saluran baru tersebut,  warga  Desa Sariwani tidak bisa menikmati air bersih.
Menurut Rochmad Widiarto, langkah tersebut diambil mengingat dua desa tersebut sama-sama membutuhkan air bersih. &quot;Dua belah pihak sudah sepakat dengan sistem 40-60,&quot;  tambahnya Rochmad.
(Baca juga: Terungkap, Ternyata Pangdam Jaya Suruh Pria Berbaju Loreng Turunkan Baliho Habib Rizieq)
Mengenai pembagian 40-60 tersebut, Suhartam, warga Dusun Gedong menjelaskan, warga dusunnya masih belum bisa maksimal menikmati air bersih, karena mata air yang di atas tidak mampu. &amp;ldquo;Sebelumnya mata air tersebut untuk wara Gedong saja. Masyarakat masih belum bisa maksimal menikmati air bersih,&quot; tutur Suhartam.
Suhartam menambahkan, sebenarnya ada mata air lagi selain mata air lama , namun masuk wilayah naungan Perhutani dan bila mata air tersebut bisa dialirkan ke Sariwani , kemungkinan kekurangan air bersih di Dusun Gedong, Desa Sariwani bisa teratasi.  &quot;Mata air tersebut berada di wilayah Perhutani. Warga harus bagaimana agar bisa memanfaatkan mata air di wilayah perhutani,&quot; tandasnya. (Don)



</description><content:encoded>PROBOLINGGO -&amp;nbsp;Forkopimka setempat melakukan peninjauan ke Dusun Gedong, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Peninjauan ini terkait kabar adanya ratusan Kepala Keluarga (KK) yang mengonsumi air hujan akibat kekurangan air bersih.
Camat Sukapura, Rochmad Widiarto menjelaskan, permasalahan kebutuhan air bersih melibatkan Forkopimka Sukapura  dan Sumber, karena permasalahan mata air tersebut melibatkan warga di dua kecamatan.
(Baca juga: Lawan Polisi saat Ditangkap, Pelaku Rumsong Ambruk Ditembak)
&quot; Kita sudah melakukan peninjauan bersama, dan ada kesepakatan dari kedua belah pihak,  mata air tersebut di prosentrase 40 persen  untuk warga Wonokerso, Sumber dan 60 persen untuk Warga Sariwani, Sukapura,&quot; tuturnya, Jumat (20/11/2020).
Sekadar diketahui, permasalahan ratusan warga lereng Gunung Bromo, Desa Sariwani mengkonsumsi air hujan sejak 4 bulan terakhir disebabkan tandon mata air tidak maksimal. Ini juga dipicu karena ada saluran baru ke Desa Wonokerso. Akibat ada saluran baru tersebut,  warga  Desa Sariwani tidak bisa menikmati air bersih.
Menurut Rochmad Widiarto, langkah tersebut diambil mengingat dua desa tersebut sama-sama membutuhkan air bersih. &quot;Dua belah pihak sudah sepakat dengan sistem 40-60,&quot;  tambahnya Rochmad.
(Baca juga: Terungkap, Ternyata Pangdam Jaya Suruh Pria Berbaju Loreng Turunkan Baliho Habib Rizieq)
Mengenai pembagian 40-60 tersebut, Suhartam, warga Dusun Gedong menjelaskan, warga dusunnya masih belum bisa maksimal menikmati air bersih, karena mata air yang di atas tidak mampu. &amp;ldquo;Sebelumnya mata air tersebut untuk wara Gedong saja. Masyarakat masih belum bisa maksimal menikmati air bersih,&quot; tutur Suhartam.
Suhartam menambahkan, sebenarnya ada mata air lagi selain mata air lama , namun masuk wilayah naungan Perhutani dan bila mata air tersebut bisa dialirkan ke Sariwani , kemungkinan kekurangan air bersih di Dusun Gedong, Desa Sariwani bisa teratasi.  &quot;Mata air tersebut berada di wilayah Perhutani. Warga harus bagaimana agar bisa memanfaatkan mata air di wilayah perhutani,&quot; tandasnya. (Don)



</content:encoded></item></channel></rss>
