<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Habiskan Akhir Pekan Hadiri Rangkaian KTT G20</title><description>KTT G20 digelar secara virtual pada 21 November - 22 November 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/22/337/2313926/jokowi-habiskan-akhir-pekan-hadiri-rangkaian-ktt-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/22/337/2313926/jokowi-habiskan-akhir-pekan-hadiri-rangkaian-ktt-g20"/><item><title>Jokowi Habiskan Akhir Pekan Hadiri Rangkaian KTT G20</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/22/337/2313926/jokowi-habiskan-akhir-pekan-hadiri-rangkaian-ktt-g20</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/22/337/2313926/jokowi-habiskan-akhir-pekan-hadiri-rangkaian-ktt-g20</guid><pubDate>Minggu 22 November 2020 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/22/337/2313926/jokowi-habiskan-akhir-pekan-hadiri-rangkaian-ktt-g20-jQ72hvU3kh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Biro Pers Setpres.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/22/337/2313926/jokowi-habiskan-akhir-pekan-hadiri-rangkaian-ktt-g20-jQ72hvU3kh.jpg</image><title>Foto: Biro Pers Setpres.</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengisi akhir pekan ini dengan menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
&quot;Saya mengisi akhir pekan kemarin dan hari ini, dengan menghadiri rangkaian KTT G20 secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor,&quot; ujar Jokowi dikutip dari laman Instagram resminya, Minggu (22/11/2020).
BACA JUGA: Presiden Jokowi Hadiri KTT G20 Tahun 2020 Secara Virtual
Jokowi mengungkapkan, KTT G20 kali ini digelar Kota Riyadh, Arab Saudi. Menurut dia pertemuan tersebut membahas upaya penanggulangan Covid-19 secara komprehensif oleh para pemimpin negara.
&quot;Para pemimpin dunia dalam G20 selama dua hari ini bertemu untuk membahas upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi global termasuk pemulihan pasar tenaga kerja, perlindungan sosial, dan sistem keuangan global,&quot; terang dia.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengatakan saat ini terdapat dua hal yang perlu menjadi fokus perhatian negara-negara G20 di tengah situasi pandemi.
&quot;Pertama, pendanaan bagi pemulihan kesehatan. Dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat. Vaksin adalah salah satu amunisinya,&quot; ujarnya dalam sesi pertama KTT G20 yang bertemakan &quot;Mengatasi Pandemi serta Memulihkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan,&quot; kemarin malam.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka Bagi Semua Negara
Kepala Negara menegaskan, akses terhadap vaksin Covid-19 harus dapat tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali. Komitmen politik negara-negara G20 sangat dibutuhkan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan.
Kedua, Presiden memandang perlunya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia. Terkait hal tersebut, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah meminta dukungan dana sebesar US$2,5 triliun agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi dengan memperlebar ruang fiskalnya.
Pemulihan ekonomi dunia tersebut memerlukan perhatian negara-negara G20. Salah satunya soal bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah.
&quot;Restrukturisasi utang ini harus dibarengi dengan ditingkatkannya  manajemen utang (sound debt management) termasuk transparansi data dan  dijaganya keberlanjutan fiskal,&quot; kata Presiden.
Selain itu, dukungan yang luar biasa bagi kebijakan fiskal, moneter,  dan sektor keuangan menjadi sangat penting untuk terus diberikan bagi  negara-negara berkembang. Presiden berpandangan, apabila dukungan  tersebut dikurangi secara terburu-buru, maka pemulihan ekonomi dunia  dikhawatirkan akan berjalan dalam waktu yang lama.
&quot;Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai  social safety net, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan  ekonomi kecil dan menengah,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengisi akhir pekan ini dengan menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
&quot;Saya mengisi akhir pekan kemarin dan hari ini, dengan menghadiri rangkaian KTT G20 secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor,&quot; ujar Jokowi dikutip dari laman Instagram resminya, Minggu (22/11/2020).
BACA JUGA: Presiden Jokowi Hadiri KTT G20 Tahun 2020 Secara Virtual
Jokowi mengungkapkan, KTT G20 kali ini digelar Kota Riyadh, Arab Saudi. Menurut dia pertemuan tersebut membahas upaya penanggulangan Covid-19 secara komprehensif oleh para pemimpin negara.
&quot;Para pemimpin dunia dalam G20 selama dua hari ini bertemu untuk membahas upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi global termasuk pemulihan pasar tenaga kerja, perlindungan sosial, dan sistem keuangan global,&quot; terang dia.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengatakan saat ini terdapat dua hal yang perlu menjadi fokus perhatian negara-negara G20 di tengah situasi pandemi.
&quot;Pertama, pendanaan bagi pemulihan kesehatan. Dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat. Vaksin adalah salah satu amunisinya,&quot; ujarnya dalam sesi pertama KTT G20 yang bertemakan &quot;Mengatasi Pandemi serta Memulihkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan,&quot; kemarin malam.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka Bagi Semua Negara
Kepala Negara menegaskan, akses terhadap vaksin Covid-19 harus dapat tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali. Komitmen politik negara-negara G20 sangat dibutuhkan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan.
Kedua, Presiden memandang perlunya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia. Terkait hal tersebut, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah meminta dukungan dana sebesar US$2,5 triliun agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi dengan memperlebar ruang fiskalnya.
Pemulihan ekonomi dunia tersebut memerlukan perhatian negara-negara G20. Salah satunya soal bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah.
&quot;Restrukturisasi utang ini harus dibarengi dengan ditingkatkannya  manajemen utang (sound debt management) termasuk transparansi data dan  dijaganya keberlanjutan fiskal,&quot; kata Presiden.
Selain itu, dukungan yang luar biasa bagi kebijakan fiskal, moneter,  dan sektor keuangan menjadi sangat penting untuk terus diberikan bagi  negara-negara berkembang. Presiden berpandangan, apabila dukungan  tersebut dikurangi secara terburu-buru, maka pemulihan ekonomi dunia  dikhawatirkan akan berjalan dalam waktu yang lama.
&quot;Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai  social safety net, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan  ekonomi kecil dan menengah,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
