<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Mudah, Menkes Pastikan Simulasi Terus Dilakukan</title><description>Hal itu diperlukan demi kelancaran vaksinasi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/23/337/2314570/distribusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-menkes-pastikan-simulasi-terus-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/23/337/2314570/distribusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-menkes-pastikan-simulasi-terus-dilakukan"/><item><title>Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Mudah, Menkes Pastikan Simulasi Terus Dilakukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/23/337/2314570/distribusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-menkes-pastikan-simulasi-terus-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/23/337/2314570/distribusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-menkes-pastikan-simulasi-terus-dilakukan</guid><pubDate>Senin 23 November 2020 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/23/337/2314570/distribusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-menkes-pastikan-simulasi-terus-dilakukan-JxcTyZUPn7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Terawan Agus Putranto. (Foto: Gugus Tugas Covid-19)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/23/337/2314570/distribusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-menkes-pastikan-simulasi-terus-dilakukan-JxcTyZUPn7.jpg</image><title>Terawan Agus Putranto. (Foto: Gugus Tugas Covid-19)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pihaknya akan melakukan simulasi vaksinasi Covid-19 secara terus menerus. Hal itu diperlukan demi kelancaran vaksinasi Covid-19.
&quot;Ini akan kami terus laksanakan secara rutin dan terus menerus supaya semua tidak terjadi gangguan dan bisa berjalan dengan lancar,&quot; ujar Terawan saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini menjelaskan, hingga kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melakukan berbagai persiapan terkait dengan vaksinasi Covid-19. Mulai dari penyiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarananya, hingga proses distribusinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNy8xLzEyMzgwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kemenkes melakukan berbagai penyiapan mulai dari SDM-nya, kemudian fasilitas sarana dan prasarananya, dan melakukan simulasi-simulasi untuk melancarkan bila saatnya vaksinasi nanti dilaksanakan,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Tagih Laporan Vaksin Covid-19, Jokowi: Mestinya Sudah Tahap Administrasi-Pembayaran
&quot;Kemudian juga melakukan simulasi-simulasi bagaimana pendistribusiannya, semuanya detail supaya kita tahu apa yang harus dilengkapi, apa yang harus dikerjakan, supaya di saat pelaksanaannya tidak terjadi hambatan maupun pelambatan,&quot; sambungnya.Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi melihat proses vaksinasi Covid-19 tidak semudah seperti dibayangkan. Pemerintah harus memikirkan proses distribusi vaksin.
Jokowi mengungkapkan, proses distribusi vaksin Covid-19 memerlukan sistem rantai dingin atau cold chain system supaya tidak rusak. Hal inilah yang masih terus disiapkan oleh pemerintah.
&quot;Memerlukan cold chain, kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk berbeda memerlukan juga model distribusi yang berbeda. Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dan vaksinnya juga tidak rusak,&quot; jelasnya, Rabu 18 November 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pihaknya akan melakukan simulasi vaksinasi Covid-19 secara terus menerus. Hal itu diperlukan demi kelancaran vaksinasi Covid-19.
&quot;Ini akan kami terus laksanakan secara rutin dan terus menerus supaya semua tidak terjadi gangguan dan bisa berjalan dengan lancar,&quot; ujar Terawan saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/11/2020).
Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto ini menjelaskan, hingga kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melakukan berbagai persiapan terkait dengan vaksinasi Covid-19. Mulai dari penyiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarananya, hingga proses distribusinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNy8xLzEyMzgwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kemenkes melakukan berbagai penyiapan mulai dari SDM-nya, kemudian fasilitas sarana dan prasarananya, dan melakukan simulasi-simulasi untuk melancarkan bila saatnya vaksinasi nanti dilaksanakan,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Tagih Laporan Vaksin Covid-19, Jokowi: Mestinya Sudah Tahap Administrasi-Pembayaran
&quot;Kemudian juga melakukan simulasi-simulasi bagaimana pendistribusiannya, semuanya detail supaya kita tahu apa yang harus dilengkapi, apa yang harus dikerjakan, supaya di saat pelaksanaannya tidak terjadi hambatan maupun pelambatan,&quot; sambungnya.Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi melihat proses vaksinasi Covid-19 tidak semudah seperti dibayangkan. Pemerintah harus memikirkan proses distribusi vaksin.
Jokowi mengungkapkan, proses distribusi vaksin Covid-19 memerlukan sistem rantai dingin atau cold chain system supaya tidak rusak. Hal inilah yang masih terus disiapkan oleh pemerintah.
&quot;Memerlukan cold chain, kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk berbeda memerlukan juga model distribusi yang berbeda. Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dan vaksinnya juga tidak rusak,&quot; jelasnya, Rabu 18 November 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
