<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Kontribusi Hadapi Covid-19, Indonesia Tanda Tangani Kesepakatan dengan CEPI</title><description>Indonesia mendatangani kesepakatan kontibusi bilateral dengan CEPI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/24/18/2315325/tingkatkan-kontribusi-hadapi-covid-19-indonesia-tanda-tangani-kesepakatan-dengan-cepi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/24/18/2315325/tingkatkan-kontribusi-hadapi-covid-19-indonesia-tanda-tangani-kesepakatan-dengan-cepi"/><item><title>Tingkatkan Kontribusi Hadapi Covid-19, Indonesia Tanda Tangani Kesepakatan dengan CEPI</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/24/18/2315325/tingkatkan-kontribusi-hadapi-covid-19-indonesia-tanda-tangani-kesepakatan-dengan-cepi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/24/18/2315325/tingkatkan-kontribusi-hadapi-covid-19-indonesia-tanda-tangani-kesepakatan-dengan-cepi</guid><pubDate>Selasa 24 November 2020 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/18/2315325/tingkatkan-kontribusi-hadapi-covid-19-indonesia-tanda-tangani-kesepakatan-dengan-cepi-FSpJey17ML.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara penandatanganan dokumen Kesepakatan Kontribusi Bilateral dengan CEPI. (Foto: Dok. Kemlu RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/18/2315325/tingkatkan-kontribusi-hadapi-covid-19-indonesia-tanda-tangani-kesepakatan-dengan-cepi-FSpJey17ML.jpeg</image><title>Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara penandatanganan dokumen Kesepakatan Kontribusi Bilateral dengan CEPI. (Foto: Dok. Kemlu RI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia pada Selasa (24/11/2020) menandatangani Kesepakatan Kontribusi Bilateral (Bilateral Contribution Agreement) dengan Coalition of Epidemic Preparedness (CEPI) untuk mengembangkan vaksin guna mencegah penyebaran pandemi. Penandatanganan kesepakatan ini adalah kelanjutan dari pembicaraan yang dilakukan pemerintah dengan badan kemitraan global yang berbasis di Oslo, Norwegia itu.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa bagi Indonesia, kolaborasi dengan CEPI adalah suatu hal yang penting. Dia menjelaskan setidaknya ada dua manfaat yang didapatkan Indonesia dari kemitraan ini.
BACA JUGA:&amp;nbsp;CEPI Beri Kepercayaan pada Bio Farma untuk Produksi Vaksin Covid-19
Manfaat pertama adalah memungkinkan Indonesia untuk memberikan kontribusi konkret dalam inisiatif vaksin untuk semua, yang bertujuan agar semua negara berhak mendapatkan akses yang adil, terjangkau, dan merata ke vaksin Covid-19. Kontribusi tersebut dimungkinkan dengan partisipasi Indonesia sebagai manufaktur vaksin Covid-19.
&amp;ldquo;CEPI telah memilih Bio Farma untuk berpartisipasi dalam produksi global vaksin Covid-19... menyusul hasil uji tuntas yang positif,&amp;rdquo; kata Menlu Retno dalam pidatonya di acara penandatanganan, Selasa.
Menlu RI mengatakan bahwa kolaborasi dengan CEPI juga akan meningkatkan ketahanan kesehatan nasional Indonesia, yang merupakan tujuan jangka panjang Indonesia sebagai anggota Dewan Investor CEPI.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Berkunjung ke Inggris, Menlu RI Ajukan Permintaan 100 Juta Vaksin Covid-19
&amp;ldquo;Kolaborasi dengan CEPI akan memberikan industri kesehatan kita akses informasi yang lebih baik tentang pengembangan vaksin dan terbaru, uji klinis, serta pelatihan untuk uji klinis dan laboratorium,&amp;rdquo; kata Menlu Retno.
Hal ini akan membantu Indonesia meningkatkan kapasitas domestiknya dalam mencegah dan merespon penyakit-penyakit menular lain di masa depan, selain juga meningkatkan kapasitas penelitian dan produksi vaksin Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOC80LzEyMzgxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kolaborasi Indonesia dengan CEPI tidak akan menguntungkan hanya Indonesia, tapi juga dunia, dalam perjuangan kita melawan Covid-19 dan pandemi di masa depan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia pada Selasa (24/11/2020) menandatangani Kesepakatan Kontribusi Bilateral (Bilateral Contribution Agreement) dengan Coalition of Epidemic Preparedness (CEPI) untuk mengembangkan vaksin guna mencegah penyebaran pandemi. Penandatanganan kesepakatan ini adalah kelanjutan dari pembicaraan yang dilakukan pemerintah dengan badan kemitraan global yang berbasis di Oslo, Norwegia itu.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa bagi Indonesia, kolaborasi dengan CEPI adalah suatu hal yang penting. Dia menjelaskan setidaknya ada dua manfaat yang didapatkan Indonesia dari kemitraan ini.
BACA JUGA:&amp;nbsp;CEPI Beri Kepercayaan pada Bio Farma untuk Produksi Vaksin Covid-19
Manfaat pertama adalah memungkinkan Indonesia untuk memberikan kontribusi konkret dalam inisiatif vaksin untuk semua, yang bertujuan agar semua negara berhak mendapatkan akses yang adil, terjangkau, dan merata ke vaksin Covid-19. Kontribusi tersebut dimungkinkan dengan partisipasi Indonesia sebagai manufaktur vaksin Covid-19.
&amp;ldquo;CEPI telah memilih Bio Farma untuk berpartisipasi dalam produksi global vaksin Covid-19... menyusul hasil uji tuntas yang positif,&amp;rdquo; kata Menlu Retno dalam pidatonya di acara penandatanganan, Selasa.
Menlu RI mengatakan bahwa kolaborasi dengan CEPI juga akan meningkatkan ketahanan kesehatan nasional Indonesia, yang merupakan tujuan jangka panjang Indonesia sebagai anggota Dewan Investor CEPI.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Berkunjung ke Inggris, Menlu RI Ajukan Permintaan 100 Juta Vaksin Covid-19
&amp;ldquo;Kolaborasi dengan CEPI akan memberikan industri kesehatan kita akses informasi yang lebih baik tentang pengembangan vaksin dan terbaru, uji klinis, serta pelatihan untuk uji klinis dan laboratorium,&amp;rdquo; kata Menlu Retno.
Hal ini akan membantu Indonesia meningkatkan kapasitas domestiknya dalam mencegah dan merespon penyakit-penyakit menular lain di masa depan, selain juga meningkatkan kapasitas penelitian dan produksi vaksin Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOC80LzEyMzgxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kolaborasi Indonesia dengan CEPI tidak akan menguntungkan hanya Indonesia, tapi juga dunia, dalam perjuangan kita melawan Covid-19 dan pandemi di masa depan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
