<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Covid-19, Mendagri Minta Pemilih Pilkada Langsung Pulang Usai Nyoblos</title><description>Hal itu untuk mencegah kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/24/337/2315327/cegah-covid-19-mendagri-minta-pemilih-pilkada-langsung-pulang-usai-nyoblos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/24/337/2315327/cegah-covid-19-mendagri-minta-pemilih-pilkada-langsung-pulang-usai-nyoblos"/><item><title>Cegah Covid-19, Mendagri Minta Pemilih Pilkada Langsung Pulang Usai Nyoblos</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/24/337/2315327/cegah-covid-19-mendagri-minta-pemilih-pilkada-langsung-pulang-usai-nyoblos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/24/337/2315327/cegah-covid-19-mendagri-minta-pemilih-pilkada-langsung-pulang-usai-nyoblos</guid><pubDate>Selasa 24 November 2020 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/24/337/2315327/cegah-covid-19-mendagri-minta-pemilih-pilkada-langsung-pulang-usai-nyoblos-pQse3izbGY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/24/337/2315327/cegah-covid-19-mendagri-minta-pemilih-pilkada-langsung-pulang-usai-nyoblos-pQse3izbGY.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta para pemilih di Pilkada serentak langsung pulang usai menggunakan hak suara pada 9 Desember 2020. Hal itu untuk mencegah kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.
&quot;(Pemilih,red) Tidak ada yang berkumpul di TPS. Di TPS yang diperbolehkan hanya saksi-saksi dan pengamanan saja,&quot; ujar Tito melalui keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ridwan Kamil: TNI-Polri Jangan Bermain Politik Praktis!
Tito pun mengingatkan agar pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal. Berdasarkan, hasil rapat diketahui dibagi menjadi lima kelompok, kelompok pertama pukul 07.00-08.00 pagi hingga kelompok terakhir pukul 12.00-13.00 siang.
&quot;Pengaturan jam itu penting. Kuncinya adalah mengingatkan agar pemilih datang sesuai jam undangan, sehingga tidak terjadi pengumpulan. Selesai memilih mereka harus langsung pulang,&quot; tuturnya.
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), harap Tito, sudah dapat mengoordinasikan prosedur pemungutan suara sebelum hari pemungutan suara. Mulai dari cara masuk, perlengkapan untuk pemilih, penyelenggara, pengamanan dan pengawasan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polri Ingin Ciptakan Kamtibmas Kondusif saat Pilkada 2020
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMi8xLzEyNDkzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemilih lansia dan pemilih dengan komorbid atau memiliki penyakit bawaan juga harus diberikan perhatian khusus. Kedua kelompok pemilih ini rentan tertular Covid-19.
&quot;Kami menyarankan agar mereka oleh para KPPS diberikan perlakuan khusus, mungkin dengan cara dijemput, difasilitasi, masuk kelompok yang pagi biar cepat, dan semua protokol kesehatan seperti masker dan lain-lain diberikan pada mereka. Lalu, sarung tangan, dan lainnya, setelah itu pulang. Jangan ikut bergerombol, karena bahaya,&quot; ujarnya.
Tito menekankan, agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar segera melakukan simulasi pemilihan. Selain itu, memastikan penerapan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Pada tanggal 9 Desember, inilah hari yang sangat penting, hari pencoblosan atau pemungutan suara, itu sudah ada diatur oleh KPU. Nah, mudah-mudahan KPUD segera melaksanakan simulasi bersama Forkopimda. Sehingga siapa berbuat apa itu betul betul bisa diketahui oleh para penyelenggara tempat pemungutan suara (TPS),&amp;rdquo; tuturnya.
Mantan Kapolri mengajak semua pihak mendukung kesuksesan Pilkada 2020. Di mana, tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, namun semua kalangan masyarakat dengan mendukung menjaga ketertiban dan menerapkan protokol kesehatan.

&amp;ldquo;Mari kita dukung dengan semua kekuatan yang ada, kekuatan perlindungan masyarakat yang di bawah pemerintah daerah, Satuan Polisi Pamong Praja yang ada di bawah Pemda, rekan-rekan Polri dan juga rekan-rekan TNI karena memang situasi Pilkada kali ini belum pernah terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta para pemilih di Pilkada serentak langsung pulang usai menggunakan hak suara pada 9 Desember 2020. Hal itu untuk mencegah kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.
&quot;(Pemilih,red) Tidak ada yang berkumpul di TPS. Di TPS yang diperbolehkan hanya saksi-saksi dan pengamanan saja,&quot; ujar Tito melalui keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ridwan Kamil: TNI-Polri Jangan Bermain Politik Praktis!
Tito pun mengingatkan agar pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal. Berdasarkan, hasil rapat diketahui dibagi menjadi lima kelompok, kelompok pertama pukul 07.00-08.00 pagi hingga kelompok terakhir pukul 12.00-13.00 siang.
&quot;Pengaturan jam itu penting. Kuncinya adalah mengingatkan agar pemilih datang sesuai jam undangan, sehingga tidak terjadi pengumpulan. Selesai memilih mereka harus langsung pulang,&quot; tuturnya.
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), harap Tito, sudah dapat mengoordinasikan prosedur pemungutan suara sebelum hari pemungutan suara. Mulai dari cara masuk, perlengkapan untuk pemilih, penyelenggara, pengamanan dan pengawasan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polri Ingin Ciptakan Kamtibmas Kondusif saat Pilkada 2020
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yMi8xLzEyNDkzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemilih lansia dan pemilih dengan komorbid atau memiliki penyakit bawaan juga harus diberikan perhatian khusus. Kedua kelompok pemilih ini rentan tertular Covid-19.
&quot;Kami menyarankan agar mereka oleh para KPPS diberikan perlakuan khusus, mungkin dengan cara dijemput, difasilitasi, masuk kelompok yang pagi biar cepat, dan semua protokol kesehatan seperti masker dan lain-lain diberikan pada mereka. Lalu, sarung tangan, dan lainnya, setelah itu pulang. Jangan ikut bergerombol, karena bahaya,&quot; ujarnya.
Tito menekankan, agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar segera melakukan simulasi pemilihan. Selain itu, memastikan penerapan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Pada tanggal 9 Desember, inilah hari yang sangat penting, hari pencoblosan atau pemungutan suara, itu sudah ada diatur oleh KPU. Nah, mudah-mudahan KPUD segera melaksanakan simulasi bersama Forkopimda. Sehingga siapa berbuat apa itu betul betul bisa diketahui oleh para penyelenggara tempat pemungutan suara (TPS),&amp;rdquo; tuturnya.
Mantan Kapolri mengajak semua pihak mendukung kesuksesan Pilkada 2020. Di mana, tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, namun semua kalangan masyarakat dengan mendukung menjaga ketertiban dan menerapkan protokol kesehatan.

&amp;ldquo;Mari kita dukung dengan semua kekuatan yang ada, kekuatan perlindungan masyarakat yang di bawah pemerintah daerah, Satuan Polisi Pamong Praja yang ada di bawah Pemda, rekan-rekan Polri dan juga rekan-rekan TNI karena memang situasi Pilkada kali ini belum pernah terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
