<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ambar Susanti, Guru Honorer yang Jalan Kaki Belasan Kilometer Demi Mendidik Muridnya   </title><description>Ambar Susanti (35), warga Jalan Mastrip, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sosok guru honorer yang pantang menyerah.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/25/519/2316215/ambar-susanti-guru-honorer-yang-jalan-kaki-belasan-kilometer-demi-mendidik-muridnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/25/519/2316215/ambar-susanti-guru-honorer-yang-jalan-kaki-belasan-kilometer-demi-mendidik-muridnya"/><item><title> Ambar Susanti, Guru Honorer yang Jalan Kaki Belasan Kilometer Demi Mendidik Muridnya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/25/519/2316215/ambar-susanti-guru-honorer-yang-jalan-kaki-belasan-kilometer-demi-mendidik-muridnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/25/519/2316215/ambar-susanti-guru-honorer-yang-jalan-kaki-belasan-kilometer-demi-mendidik-muridnya</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/25/519/2316215/ambar-susanti-guru-honorer-yang-jalan-kaki-belasan-kilometer-demi-mendidik-muridnya-2s3L1bV115.png" expression="full" type="image/jpeg">Ambar Susanti saat mengajari muridnya (foto: iNews/Hana Purwadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/25/519/2316215/ambar-susanti-guru-honorer-yang-jalan-kaki-belasan-kilometer-demi-mendidik-muridnya-2s3L1bV115.png</image><title>Ambar Susanti saat mengajari muridnya (foto: iNews/Hana Purwadi)</title></images><description>PROBOLINGGO -  Ambar Susanti (35), warga Jalan Mastrip, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sosok guru honorer yang pantang menyerah.

Setiap hari, ia harus berjalan kaki belasan kilometer untuk ke sekolah mendidik murid- muridnya. Disaat pendemi Covid -19, ibu beranak satu ini menambah jarak tempuh karena  harus mendatangi muridnya satu persatu agar tidak ketinggalan pelajaran di sekolah.

Selain itu, untuk menambah pundi-pundi rupiah disela-sela kesibukanya dimanfaatkan untuk membuat kerajinan dan dijualnya.
Baca juga:
Guru Profesi Mulia, Nadiem: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Hari Guru Sedunia, Kreativitas &amp;amp; Dedikasi Diperlukan di Masa Pandemi
Saat ini, Ambar Susanti, mengabdi di SDN Lemahkembar, Kabupaten Probolinggo, yang sebelumnya pernah menjadi guru honorer di SDN Mentor II, Pesisir II.

&quot;Saya mengajar sudah 15 tahun, dan menjadi guru itu pilihan hidup saya,&quot; kata Ambar, Rabu (25 /11/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNS8xLzEyNTEwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Saat ditanya soal honor menjadi guru, ia hanya tersenyum dan enggan menceritakanya, hanya saja biasanya untuk menambah penghasilan dirinya berkreasi menekuni handmade, seperti seni rajut, souvenir penikahan.

&quot;Jangan membahas honor kurang etis, yang terpenting saya bisa terus mengajar, dan saya menekuni souvenir untuk menambah rezeki,&quot; tegasnya.

Hanya saja Ambar berpesan, agar piihak sekolah tetap mendukung para tenaga honorer termasuk hak dan kewajiban tenaga honorer.

&quot;Seperti yang saya alami dampak pindah-pindah tugas sekolah, berakibat data saya ke pusat tidak masuk, dan honor saya error dan tidak mendapatkan haknya,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>PROBOLINGGO -  Ambar Susanti (35), warga Jalan Mastrip, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sosok guru honorer yang pantang menyerah.

Setiap hari, ia harus berjalan kaki belasan kilometer untuk ke sekolah mendidik murid- muridnya. Disaat pendemi Covid -19, ibu beranak satu ini menambah jarak tempuh karena  harus mendatangi muridnya satu persatu agar tidak ketinggalan pelajaran di sekolah.

Selain itu, untuk menambah pundi-pundi rupiah disela-sela kesibukanya dimanfaatkan untuk membuat kerajinan dan dijualnya.
Baca juga:
Guru Profesi Mulia, Nadiem: Terima Kasih Telah Menjadi Pelukis Masa Depan&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Hari Guru Sedunia, Kreativitas &amp;amp; Dedikasi Diperlukan di Masa Pandemi
Saat ini, Ambar Susanti, mengabdi di SDN Lemahkembar, Kabupaten Probolinggo, yang sebelumnya pernah menjadi guru honorer di SDN Mentor II, Pesisir II.

&quot;Saya mengajar sudah 15 tahun, dan menjadi guru itu pilihan hidup saya,&quot; kata Ambar, Rabu (25 /11/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNS8xLzEyNTEwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Saat ditanya soal honor menjadi guru, ia hanya tersenyum dan enggan menceritakanya, hanya saja biasanya untuk menambah penghasilan dirinya berkreasi menekuni handmade, seperti seni rajut, souvenir penikahan.

&quot;Jangan membahas honor kurang etis, yang terpenting saya bisa terus mengajar, dan saya menekuni souvenir untuk menambah rezeki,&quot; tegasnya.

Hanya saja Ambar berpesan, agar piihak sekolah tetap mendukung para tenaga honorer termasuk hak dan kewajiban tenaga honorer.

&quot;Seperti yang saya alami dampak pindah-pindah tugas sekolah, berakibat data saya ke pusat tidak masuk, dan honor saya error dan tidak mendapatkan haknya,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
