<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral di Medsos, 30 Karyawan Giant Reaktif Covid-19   </title><description>Dampaknya, warga yang sempat berbelanja ke swalayan itu dihantui keresahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/26/525/2316816/viral-di-medsos-30-karyawan-giant-reaktif-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/26/525/2316816/viral-di-medsos-30-karyawan-giant-reaktif-covid-19"/><item><title>Viral di Medsos, 30 Karyawan Giant Reaktif Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/26/525/2316816/viral-di-medsos-30-karyawan-giant-reaktif-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/26/525/2316816/viral-di-medsos-30-karyawan-giant-reaktif-covid-19</guid><pubDate>Kamis 26 November 2020 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/26/525/2316816/viral-di-medsos-30-karyawan-giant-reaktif-covid-19-YBs6bKzL8L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/26/525/2316816/viral-di-medsos-30-karyawan-giant-reaktif-covid-19-YBs6bKzL8L.jpg</image><title>ilustrasi: shutterstock</title></images><description>PURWAKARTA - Sebanyak 30 orang karyawan pusat perbelanjaan Giant Purwakarta, reaktif Covid-19. Hal ini diketahui setelah  rapid test yang dilakukan terhadap para karyawan di supermarket tersebut.
(Baca  juga: Kampanye Pilkada 2020, Bawaslu Catat 373 Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19)
Informasi tersebut bahkan langsung viral di media sosial (medsos). Dampaknya, warga yang sempat berbelanja ke swalayan itu dihantui keresahan.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan (GTPP) Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana membenarkan adanya karyawan Giant yang reaktif Corona. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum merekomendasikan penutupan sementara pusat perbelanjaan tersebut.
&quot;Ya, baru rapid test ada 30 orang yang reaktif. Hasil swabnya nanti tanggal 29 November. Kalau ditemukan ada yang positif ya harus tutup minimal 3 hari. Selama waktu tiga hari itu untuk penyemprotan disinfektan. Sementara yang kedalatan positif harus isolasi selama14 hari, &quot;ujar Iyus, Kamis (26/11/2020).
Ihwal adanya penutupan sebagaimana postingan foto di medsos yang beredar hari ini, Iyus mengaku belum mengetahuinya. Karena menurutnya bisa saja pengelola berinsiatif menutup sendiri. &quot;Kalau ditutup kita nunggu hasil swab nanti,&quot;ujarnya.
Dia juga mengimbau kepada warga yang sempat berbelanja ke Giant untuk tetap tenang. &quot;Sama tida ada gejala tetap tenang. Tapi kalau ada gelejala segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat,&quot;pungkasnya.</description><content:encoded>PURWAKARTA - Sebanyak 30 orang karyawan pusat perbelanjaan Giant Purwakarta, reaktif Covid-19. Hal ini diketahui setelah  rapid test yang dilakukan terhadap para karyawan di supermarket tersebut.
(Baca  juga: Kampanye Pilkada 2020, Bawaslu Catat 373 Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19)
Informasi tersebut bahkan langsung viral di media sosial (medsos). Dampaknya, warga yang sempat berbelanja ke swalayan itu dihantui keresahan.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan (GTPP) Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana membenarkan adanya karyawan Giant yang reaktif Corona. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum merekomendasikan penutupan sementara pusat perbelanjaan tersebut.
&quot;Ya, baru rapid test ada 30 orang yang reaktif. Hasil swabnya nanti tanggal 29 November. Kalau ditemukan ada yang positif ya harus tutup minimal 3 hari. Selama waktu tiga hari itu untuk penyemprotan disinfektan. Sementara yang kedalatan positif harus isolasi selama14 hari, &quot;ujar Iyus, Kamis (26/11/2020).
Ihwal adanya penutupan sebagaimana postingan foto di medsos yang beredar hari ini, Iyus mengaku belum mengetahuinya. Karena menurutnya bisa saja pengelola berinsiatif menutup sendiri. &quot;Kalau ditutup kita nunggu hasil swab nanti,&quot;ujarnya.
Dia juga mengimbau kepada warga yang sempat berbelanja ke Giant untuk tetap tenang. &quot;Sama tida ada gejala tetap tenang. Tapi kalau ada gelejala segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat,&quot;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
