<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IDI Harap Vaksin Covid-19 Gratis bagi Warga Tak Mampu</title><description>IDI berharap pemerintah menggratiskan vaksin Covid-19 bagi warga tak mampu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317345/idi-harap-vaksin-covid-19-gratis-bagi-warga-tak-mampu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317345/idi-harap-vaksin-covid-19-gratis-bagi-warga-tak-mampu"/><item><title>IDI Harap Vaksin Covid-19 Gratis bagi Warga Tak Mampu</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317345/idi-harap-vaksin-covid-19-gratis-bagi-warga-tak-mampu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317345/idi-harap-vaksin-covid-19-gratis-bagi-warga-tak-mampu</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2020 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/27/337/2317345/idi-harap-vaksin-covid-19-gratis-bagi-warga-tak-mampu-HvYeUKGuLK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih. (Foto : Dok Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/27/337/2317345/idi-harap-vaksin-covid-19-gratis-bagi-warga-tak-mampu-HvYeUKGuLK.jpg</image><title>Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih. (Foto : Dok Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih berharap  pemerintah mengupayakan vaksin Covid-19 khususnya untuk warga tidak mampu untuk digratiskan. Apalagi, vaksin menjadi harapan agar tidak tertular lagi Covid-19.
&amp;ldquo;Vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19. Artinya begini, bagi yang tidak mampu barangkali diupayakan untuk ditanggung pemerintah, digratiskan. Yang tidak mampu ya,&amp;rdquo; ucap Daeng dalam dialog Siapkah Indonesia Lakukan Vaksin Covid-19? Secara virtual (27/11/2020).
Sementara itu, Daeng mengatakan, bagi masyarakat mampu bisa membeli vaksin secara mandiri sebagai upaya gotong-royong membantu pemerintah dan negara.
&amp;ldquo;Bagi yang mampu, ya sudahlah gotong-royong membantu diri sendiri dan membantu pemerintah seperti itu ya. Beli sendiri, mandiri. Itu kan bagi yang mampu kan membeli sendiri sekaligus membantu pemerintah dan negara,&amp;rdquo; kata Daeng.
&amp;ldquo;Harapannya kita, supaya semuanya tercover, yang miskin, yang tidak tidak mampu itu pemerintah membantu menyediakan artinya digratiskan,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOC80LzEyMzgxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Daeng pun mengatakan, untuk masalah harga vaksin, pihaknya tidak berkaitan dan itu menjadi bagian dari pemerintah dalam hal ini BUMN. &amp;ldquo;Kalau dokter atau petugas kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia sebenarnya tidak berkaitan dengan harga, dengan bagaimana penghargaan vaksin, itu kan bagian pemerintah dan bagian BUMN farmasi atau kawan-kawan swasta yang bagian farmasi,&amp;rdquo; katanya.
Tapi, kata Daeng, ia meminta harga vaksin masih terjangkau dan tidak terlalu mahal bagi kalangan mandiri. Sementara untuk masyarakat tidak mampu digratiskan oleh pemerintah.
&amp;ldquo;Tapi kan harapan kita ya jangan mahal-mahal untuk yang mandiri ya. Untuk yang tidak mampu kan harapan kita gratis,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;ldquo;Dan pemerintah sudah menyatakan bahwa yang tidak mampu itu akan digratiskan oleh pemerintah. Artinya pemerintah yang menyediakan. Tapi bagi yang mampu, bagi yang kaya, saudara-saudara kita yang kaya itu kan mandiri, beli sendiri,&amp;rdquo; kata Daeng.
Dengan begitu, kata Daeng, dengan harga yang masih terbilang tidak mahal maka orang akan senang hati melakukan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga : Kemenkes Dorong Seluruh Fasyankes Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19

&amp;ldquo;Ya tapi mudah-mudahan BUMN, farmasi yang menyediakan atau perusahaan farmasi yang menyediakan itu harganya tidak terlalu mahal. Sehingga semua orang bisa dengan senang hati melakukan vaksinasi,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : Satgas: Kesiapan Cold Chain Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 97%

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih berharap  pemerintah mengupayakan vaksin Covid-19 khususnya untuk warga tidak mampu untuk digratiskan. Apalagi, vaksin menjadi harapan agar tidak tertular lagi Covid-19.
&amp;ldquo;Vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19. Artinya begini, bagi yang tidak mampu barangkali diupayakan untuk ditanggung pemerintah, digratiskan. Yang tidak mampu ya,&amp;rdquo; ucap Daeng dalam dialog Siapkah Indonesia Lakukan Vaksin Covid-19? Secara virtual (27/11/2020).
Sementara itu, Daeng mengatakan, bagi masyarakat mampu bisa membeli vaksin secara mandiri sebagai upaya gotong-royong membantu pemerintah dan negara.
&amp;ldquo;Bagi yang mampu, ya sudahlah gotong-royong membantu diri sendiri dan membantu pemerintah seperti itu ya. Beli sendiri, mandiri. Itu kan bagi yang mampu kan membeli sendiri sekaligus membantu pemerintah dan negara,&amp;rdquo; kata Daeng.
&amp;ldquo;Harapannya kita, supaya semuanya tercover, yang miskin, yang tidak tidak mampu itu pemerintah membantu menyediakan artinya digratiskan,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yOC80LzEyMzgxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Daeng pun mengatakan, untuk masalah harga vaksin, pihaknya tidak berkaitan dan itu menjadi bagian dari pemerintah dalam hal ini BUMN. &amp;ldquo;Kalau dokter atau petugas kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia sebenarnya tidak berkaitan dengan harga, dengan bagaimana penghargaan vaksin, itu kan bagian pemerintah dan bagian BUMN farmasi atau kawan-kawan swasta yang bagian farmasi,&amp;rdquo; katanya.
Tapi, kata Daeng, ia meminta harga vaksin masih terjangkau dan tidak terlalu mahal bagi kalangan mandiri. Sementara untuk masyarakat tidak mampu digratiskan oleh pemerintah.
&amp;ldquo;Tapi kan harapan kita ya jangan mahal-mahal untuk yang mandiri ya. Untuk yang tidak mampu kan harapan kita gratis,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;ldquo;Dan pemerintah sudah menyatakan bahwa yang tidak mampu itu akan digratiskan oleh pemerintah. Artinya pemerintah yang menyediakan. Tapi bagi yang mampu, bagi yang kaya, saudara-saudara kita yang kaya itu kan mandiri, beli sendiri,&amp;rdquo; kata Daeng.
Dengan begitu, kata Daeng, dengan harga yang masih terbilang tidak mahal maka orang akan senang hati melakukan vaksinasi Covid-19.

Baca Juga : Kemenkes Dorong Seluruh Fasyankes Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19

&amp;ldquo;Ya tapi mudah-mudahan BUMN, farmasi yang menyediakan atau perusahaan farmasi yang menyediakan itu harganya tidak terlalu mahal. Sehingga semua orang bisa dengan senang hati melakukan vaksinasi,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : Satgas: Kesiapan Cold Chain Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 97%

</content:encoded></item></channel></rss>
