<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IDI: Vaksin Harapan Besar agar Masyarakat Tak Tertular Covid-19</title><description>Ketum PB IDI menyatakan, vaksin jadi harapan besar agar masyarakat tidak tertular Covid-19.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317356/idi-vaksin-harapan-besar-agar-masyarakat-tak-tertular-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317356/idi-vaksin-harapan-besar-agar-masyarakat-tak-tertular-covid-19"/><item><title>IDI: Vaksin Harapan Besar agar Masyarakat Tak Tertular Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317356/idi-vaksin-harapan-besar-agar-masyarakat-tak-tertular-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/27/337/2317356/idi-vaksin-harapan-besar-agar-masyarakat-tak-tertular-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2020 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/27/337/2317356/idi-vaksin-harapan-besar-agar-masyarakat-tak-tertular-covid-19-Rus3m4Kdf5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/27/337/2317356/idi-vaksin-harapan-besar-agar-masyarakat-tak-tertular-covid-19-Rus3m4Kdf5.jpg</image><title>Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sempat memberikan statement bahwa Indonesia menjadi negara di ASEAN yang paling siap menyediakan vaksin Covid-19 untuk warganya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih berharap, pemerintah bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat. Itu karena vaksin menjadi harapan besar agar masyarakat tak tertular Covid-19.
&amp;ldquo;Kami semua, saya petugas kesehatan memang berharap begitu. Jadi mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan bagi seluruh rakyatnya untuk bisa vaksin. Karena vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; kata Daeng M Faqih dialog Siapkah Indonesia Lakukan Vaksin Covid-19? secara virtual, Jumat (27/11/2020).



Namun, Daeng menegaskan, vaksinasi memang betul cara pencegahan Covid-19, tapi tidak satu-satunya. Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).
&amp;ldquo;Vaksinasi memang betul cara pencegahan yang sangat baik, tetapi tidak satu-satunya. Ini yang perlu dicamkan. Sehingga, untuk menghasilkan pencegahan agar tidak tertular Covid-19 yang sangat baik, vaksinasi juga dipadukan dengan protokol kesehatan yang 3M,&amp;rdquo; ujar Daeng.
Ia juga mengingatkan, ketika nanti setelah dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Pasalnya, tubuh memerlukan antibodi agar tidak terpapar Covid-19.&amp;ldquo;Terutama, di satu bulan pertama setelah divaksin. Karena begitu disuntik vaksin, kan disuntik dua kali ya, suntik pertama, suntik keduanya itu setelah 14 hari. Nah, setelah disuntik 2 kali itu tidak kemudian saat itu juga terbentuk antibodi. Itu masih membutuhkan prosesnya. Waktu untuk membentuk antibodi ini kira-kira butuh waktu 2 minggu sampai satu bulan setelah penyuntikan yang kedua,&amp;rdquo; tutur Daeng.
Baca Juga : IDI Harap Vaksin Covid-19 Gratis bagi Warga Tak Mampu
&amp;ldquo;Jadi setelah disuntik yang kedua kalinya itu dalam waktu satu bulan berikutnya itu masih tetap sangat hati-hati, tetap menjaga protokol kesehatan,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga : Satgas: Kesiapan Cold Chain Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 97%

Setelah itu, tegas Daeng meskipun telah terbentuk antibodi, tetap untuk membiasakan hidup sehat dan menerapkan melakukan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Kalau antibodi terbentuk, protokol kesehatan tetap kita jaga itu perlindungan yang komplet supaya kita tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sempat memberikan statement bahwa Indonesia menjadi negara di ASEAN yang paling siap menyediakan vaksin Covid-19 untuk warganya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih berharap, pemerintah bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat. Itu karena vaksin menjadi harapan besar agar masyarakat tak tertular Covid-19.
&amp;ldquo;Kami semua, saya petugas kesehatan memang berharap begitu. Jadi mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan bagi seluruh rakyatnya untuk bisa vaksin. Karena vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; kata Daeng M Faqih dialog Siapkah Indonesia Lakukan Vaksin Covid-19? secara virtual, Jumat (27/11/2020).



Namun, Daeng menegaskan, vaksinasi memang betul cara pencegahan Covid-19, tapi tidak satu-satunya. Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).
&amp;ldquo;Vaksinasi memang betul cara pencegahan yang sangat baik, tetapi tidak satu-satunya. Ini yang perlu dicamkan. Sehingga, untuk menghasilkan pencegahan agar tidak tertular Covid-19 yang sangat baik, vaksinasi juga dipadukan dengan protokol kesehatan yang 3M,&amp;rdquo; ujar Daeng.
Ia juga mengingatkan, ketika nanti setelah dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Pasalnya, tubuh memerlukan antibodi agar tidak terpapar Covid-19.&amp;ldquo;Terutama, di satu bulan pertama setelah divaksin. Karena begitu disuntik vaksin, kan disuntik dua kali ya, suntik pertama, suntik keduanya itu setelah 14 hari. Nah, setelah disuntik 2 kali itu tidak kemudian saat itu juga terbentuk antibodi. Itu masih membutuhkan prosesnya. Waktu untuk membentuk antibodi ini kira-kira butuh waktu 2 minggu sampai satu bulan setelah penyuntikan yang kedua,&amp;rdquo; tutur Daeng.
Baca Juga : IDI Harap Vaksin Covid-19 Gratis bagi Warga Tak Mampu
&amp;ldquo;Jadi setelah disuntik yang kedua kalinya itu dalam waktu satu bulan berikutnya itu masih tetap sangat hati-hati, tetap menjaga protokol kesehatan,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga : Satgas: Kesiapan Cold Chain Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 97%

Setelah itu, tegas Daeng meskipun telah terbentuk antibodi, tetap untuk membiasakan hidup sehat dan menerapkan melakukan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Kalau antibodi terbentuk, protokol kesehatan tetap kita jaga itu perlindungan yang komplet supaya kita tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
