<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Kecolongan Soal Swab Tes Habib Rizieq, Bima Arya Tegur Keras RS Ummi</title><description>Pihak rumah sakit mengatakan kemungkinan ada miss komunikasi dalam penanganan swab test Habib Rizieq.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/28/338/2317833/dianggap-kecolongan-soal-swab-tes-habib-rizieq-bima-arya-tegur-keras-rs-ummi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/28/338/2317833/dianggap-kecolongan-soal-swab-tes-habib-rizieq-bima-arya-tegur-keras-rs-ummi"/><item><title>Dianggap Kecolongan Soal Swab Tes Habib Rizieq, Bima Arya Tegur Keras RS Ummi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/28/338/2317833/dianggap-kecolongan-soal-swab-tes-habib-rizieq-bima-arya-tegur-keras-rs-ummi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/28/338/2317833/dianggap-kecolongan-soal-swab-tes-habib-rizieq-bima-arya-tegur-keras-rs-ummi</guid><pubDate>Sabtu 28 November 2020 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/28/338/2317833/dianggap-kecolongan-soal-swab-tes-habib-rizieq-bima-arya-tegur-keras-rs-ummi-YgaVGYeYVQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RS Ummi Bogor. (Foto: Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/28/338/2317833/dianggap-kecolongan-soal-swab-tes-habib-rizieq-bima-arya-tegur-keras-rs-ummi-YgaVGYeYVQ.jpg</image><title>RS Ummi Bogor. (Foto: Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)</title></images><description>BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya menegur keras RS Ummi Kota Bogor yang dinilai kecolongan terkait pengambilan swab tes Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Kota Bogor Habib Rizieq Shihab.
Hal itu disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan pihak keluarga Habib Rizieq di RS Ummi Kota Bogor pada Jumat (27/11/2020) malam.
&quot;Rumah sakit ini kan punya sistem, tamu yang datang prosedurnya bagaimana bisa terjadi di-swab tapi tidak diketahui. Wali kota, Kapolres, Dandim masuk aja dicek, masa tim swab tidak ketauan masuk ke sini. Jangan-jangan gak pake APD,&quot; cetus Bima.
BACA JUGA: Ini Kronologi Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi Kota Bogor, Sempat Masuk IGD
Bima meminta pihak rumah sakit untuk terbuka kepada Pemkot Bogor dan lainnya. Karena, jika memang ditemukan ada unsur kesengajaan dan menghalangi kerja petugas bisa dijerat dengan Pasal.
&quot;Rumah sakit kecolongan itu, kami tegur kami minta ke depan terbuka kerja sama, kalau gak bisa, kena pasal kalau menghalang-halangi. Saya ingatkan, saya tegur keras harus kooperatif, demi semua. Bagi kami kesehatan Habib penting, kesehatan pekerja di sini penting dan taat aturan juga penting,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Direktur Umum RS Ummi Kota Bogor Najamudin mengaku sudah berupaya maksmal dalam memberikan informasi kepada semua pihak.
BACA JUGA: Dirawat di RS Ummi Bogor, Bagaimana Kondisi Terkini Habib Rizieq?
&quot;Insya Allah kami 100 persen memberi informasi selengkap-lengkapnya apalagi langsung koordinasi sama pak Walikota untuk itu jangan ragukan kami memberikan informasi,&quot; ucap Najamudin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNy8xLzEyNTE4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terkait, informasi yang diberikan kepada Pemkot Bogor perihal tidak mengetahui  adanya swab tes kepada Habib Rizieq hanya miss komunikasi. Ke depan, pihaknya akan memperbaiki hal tersebut.
&quot;Mungkin ada miss komunikasi yang disampaikan dianggap yang sudah disampaikan masih belum maka kami dari rumah sakit menyampaikan yaitu bagian dari PR kami ke depan,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya menegur keras RS Ummi Kota Bogor yang dinilai kecolongan terkait pengambilan swab tes Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Kota Bogor Habib Rizieq Shihab.
Hal itu disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan pihak keluarga Habib Rizieq di RS Ummi Kota Bogor pada Jumat (27/11/2020) malam.
&quot;Rumah sakit ini kan punya sistem, tamu yang datang prosedurnya bagaimana bisa terjadi di-swab tapi tidak diketahui. Wali kota, Kapolres, Dandim masuk aja dicek, masa tim swab tidak ketauan masuk ke sini. Jangan-jangan gak pake APD,&quot; cetus Bima.
BACA JUGA: Ini Kronologi Habib Rizieq Dirawat di RS Ummi Kota Bogor, Sempat Masuk IGD
Bima meminta pihak rumah sakit untuk terbuka kepada Pemkot Bogor dan lainnya. Karena, jika memang ditemukan ada unsur kesengajaan dan menghalangi kerja petugas bisa dijerat dengan Pasal.
&quot;Rumah sakit kecolongan itu, kami tegur kami minta ke depan terbuka kerja sama, kalau gak bisa, kena pasal kalau menghalang-halangi. Saya ingatkan, saya tegur keras harus kooperatif, demi semua. Bagi kami kesehatan Habib penting, kesehatan pekerja di sini penting dan taat aturan juga penting,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Direktur Umum RS Ummi Kota Bogor Najamudin mengaku sudah berupaya maksmal dalam memberikan informasi kepada semua pihak.
BACA JUGA: Dirawat di RS Ummi Bogor, Bagaimana Kondisi Terkini Habib Rizieq?
&quot;Insya Allah kami 100 persen memberi informasi selengkap-lengkapnya apalagi langsung koordinasi sama pak Walikota untuk itu jangan ragukan kami memberikan informasi,&quot; ucap Najamudin.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yNy8xLzEyNTE4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Terkait, informasi yang diberikan kepada Pemkot Bogor perihal tidak mengetahui  adanya swab tes kepada Habib Rizieq hanya miss komunikasi. Ke depan, pihaknya akan memperbaiki hal tersebut.
&quot;Mungkin ada miss komunikasi yang disampaikan dianggap yang sudah disampaikan masih belum maka kami dari rumah sakit menyampaikan yaitu bagian dari PR kami ke depan,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
