<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> RS UMMI Bogor Minta Maaf Soal Habib Rizieq, Bima Arya Cabut Laporan   </title><description>Setelah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab pulang, suhu perseteruan antara Pemerintah Kota (Pemkot), dan RS UMMI Bogor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/29/338/2318442/rs-ummi-bogor-minta-maaf-soal-habib-rizieq-bima-arya-cabut-laporan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/29/338/2318442/rs-ummi-bogor-minta-maaf-soal-habib-rizieq-bima-arya-cabut-laporan"/><item><title> RS UMMI Bogor Minta Maaf Soal Habib Rizieq, Bima Arya Cabut Laporan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/29/338/2318442/rs-ummi-bogor-minta-maaf-soal-habib-rizieq-bima-arya-cabut-laporan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/29/338/2318442/rs-ummi-bogor-minta-maaf-soal-habib-rizieq-bima-arya-cabut-laporan</guid><pubDate>Minggu 29 November 2020 21:57 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/29/338/2318442/rs-ummi-bogor-minta-maaf-soal-habib-rizieq-bima-arya-cabut-laporan-8UZmehQBQh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bogor, Bima Arya (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/29/338/2318442/rs-ummi-bogor-minta-maaf-soal-habib-rizieq-bima-arya-cabut-laporan-8UZmehQBQh.jpg</image><title>Wali Kota Bogor, Bima Arya (foto: Okezone.com)</title></images><description>BOGOR - Setelah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang, suhu perseteruan antara Pemerintah Kota (Pemkot), dan RS UMMI Bogor kini mulai mereda. Keduanya sudah saling memaafkan.

Direktur Umum RS UMMI Bogor, Najamudin mengatakan, laporan kepolisian yang dilakukan Pemkot Bogor terhadap RS UMMI dicabut alias damai.

&quot;Terkait pelaporan, setelah kita melakukan pelaporan hari dan duduk bersama hari ini, beliau (Wali Kota Bogor) sudah mempertimbangkan untuk mencabut laporan kepolisian itu,&quot; kata Najamudin di Balai Kota Bogor, Minggu (29/11/2020).
Baca juga:
Petinggi FPI Mengaku Tak Tahu Keberadaan Habib Rizieq
Sesalkan Habib Rizieq, Doni Monardo: Pemerintah Akan Bertindak Tegas ke Siapa pun!
Menurutnya, poin tersebut sangat penting, sehingga perlu disampaikan. &quot;Kami sudah duduk bersama, untuk melakukan perdamaian, RS UMMI minta maaf kepada Wali Kota Bogor dan kedepannya kami siap bersinergi dengan Pemkot Bogor,&quot; ucap Najamudin.

Adapun mengenai perbedaan pandangan atau laporan yang tidak diberikan dari pihak RS UMMI Bogor kepada Pemkot melalui Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dia berdalih belum juga menerima.

&quot;Yang terjadi adalah kami pun sampai saat ini belum mendapatkan, informasi mengenai hal itu, dan sampai saat ini pun kami masih mengusahakan, kepada pihak Mer-C, tapi sampai saat ini pihak Mer-C pun belum bisa mendapatkan hasil,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yOS8xLzEyNTI4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat juga mengklarifikasi soal beredarnya kabar Habib Rizieq kabur.

&quot;Kami perlu meluruskan ya, karena sempat beredar bahwa Habib Rizieq kabur dan sebagainya. Bahwa hal itu tidak benar, memang beliau pulang, dengan permintaan keluarga,&quot; ujarnya.

Padahal RS UMMI Bogor telah menyarankan agar tetap menunggu proses observasi selesai.
&quot;Kita sudah menyarankan untuk tetap sampai menunggu hasil pemeriksaan itu selesai, tetapi beliau tetap meminta untuk pulang,&quot; katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto juga mengklarifikasi soal berbagai isu negatif yang berkembang tentang mengintervensi RS UMMI Bogor.

&quot;Sekali lagi atensi utama kami adalah proses kordinasi dan pelaporan, bagaimana mungkin apabila rumah sakit tidak berkordinasi tidak melaporkan kita bisa mengukur, tren kasus Covid-19,&quot; katanya.</description><content:encoded>BOGOR - Setelah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang, suhu perseteruan antara Pemerintah Kota (Pemkot), dan RS UMMI Bogor kini mulai mereda. Keduanya sudah saling memaafkan.

Direktur Umum RS UMMI Bogor, Najamudin mengatakan, laporan kepolisian yang dilakukan Pemkot Bogor terhadap RS UMMI dicabut alias damai.

&quot;Terkait pelaporan, setelah kita melakukan pelaporan hari dan duduk bersama hari ini, beliau (Wali Kota Bogor) sudah mempertimbangkan untuk mencabut laporan kepolisian itu,&quot; kata Najamudin di Balai Kota Bogor, Minggu (29/11/2020).
Baca juga:
Petinggi FPI Mengaku Tak Tahu Keberadaan Habib Rizieq
Sesalkan Habib Rizieq, Doni Monardo: Pemerintah Akan Bertindak Tegas ke Siapa pun!
Menurutnya, poin tersebut sangat penting, sehingga perlu disampaikan. &quot;Kami sudah duduk bersama, untuk melakukan perdamaian, RS UMMI minta maaf kepada Wali Kota Bogor dan kedepannya kami siap bersinergi dengan Pemkot Bogor,&quot; ucap Najamudin.

Adapun mengenai perbedaan pandangan atau laporan yang tidak diberikan dari pihak RS UMMI Bogor kepada Pemkot melalui Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dia berdalih belum juga menerima.

&quot;Yang terjadi adalah kami pun sampai saat ini belum mendapatkan, informasi mengenai hal itu, dan sampai saat ini pun kami masih mengusahakan, kepada pihak Mer-C, tapi sampai saat ini pihak Mer-C pun belum bisa mendapatkan hasil,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8yOS8xLzEyNTI4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam kesempatan ini, Direktur Utama RS UMMI Bogor Andi Tatat juga mengklarifikasi soal beredarnya kabar Habib Rizieq kabur.

&quot;Kami perlu meluruskan ya, karena sempat beredar bahwa Habib Rizieq kabur dan sebagainya. Bahwa hal itu tidak benar, memang beliau pulang, dengan permintaan keluarga,&quot; ujarnya.

Padahal RS UMMI Bogor telah menyarankan agar tetap menunggu proses observasi selesai.
&quot;Kita sudah menyarankan untuk tetap sampai menunggu hasil pemeriksaan itu selesai, tetapi beliau tetap meminta untuk pulang,&quot; katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto juga mengklarifikasi soal berbagai isu negatif yang berkembang tentang mengintervensi RS UMMI Bogor.

&quot;Sekali lagi atensi utama kami adalah proses kordinasi dan pelaporan, bagaimana mungkin apabila rumah sakit tidak berkordinasi tidak melaporkan kita bisa mengukur, tren kasus Covid-19,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
