<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar 13 Komjen Polri Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis</title><description>Saat ini ada 13 perwira tinggi Polri berpeluang menggantikan Kapolri Jenderal Idham Azis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318581/daftar-13-komjen-polri-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-jenderal-idham-azis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318581/daftar-13-komjen-polri-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-jenderal-idham-azis"/><item><title>Daftar 13 Komjen Polri Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318581/daftar-13-komjen-polri-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-jenderal-idham-azis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318581/daftar-13-komjen-polri-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-jenderal-idham-azis</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 10:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rakhmatulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/337/2318581/daftar-13-komjen-polri-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-jenderal-idham-azis-o2GMLT63p1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/337/2318581/daftar-13-komjen-polri-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-jenderal-idham-azis-o2GMLT63p1.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan, saat ini ada 13 perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) yang bisa ikut dalam bursa calon Kapolri, pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun akhir Januari 2021.
Menurut Neta, dari 13 Komjen, sebanyak enam orang bertugas di internal Polri dan delapan lainnya bertugas di luar Polri. Meski Komjen yang bertugas di internal Polri lebih berpeluang menjadi Kapolri, tapi para Komjen yang bertugas di luar kepolisian juga tetap memiliki peluang yang cukup besar.
&quot;Misalnya Sutanto, Dai Bachtiar dan Tito Karnavian masuk menjadi Kapolri setelah bertugas di luar Polri, yakni di BNN dan BNPT,&quot; ungkap Neta, Senin (30/11/2020).
Neta mengatakan, saat ini ada dua Komjen yang bertugas di luar Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri, yakni Kepala BNPT Komjen Boy Rafly dan Sestama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo. Boy Rafly pernah menjadi Humas, Kapolda Banten, dan Kapolda Papua serta Kepala BNPT.
Maraknya isu-isu terorisme tentu membuka peluang bagi Boy untuk memimpin kepolisian. Sebaliknya keberadaan Bambang Sunarwibowi yang pernah bertugas di Asrena Polri dan Sestama BIN juga membuka peluangnya untuk memimpin Polri. Sebab ke depan Polri memerlukan perencanaan yang promoter untuk meningkatkan kinerjanya, baik dalam bidang SDM, alutsista, sarana maupun prasarana.
&quot;Selain itu, kondisi Indonesia yang kerap dalam ancaman konflik, gerakan intoleransi, terorisme dll tentu membutuhkan antisipasi dan deteksi dini yang benar benar prima dan akurat dari seorang perwira yang pernah bertugas di BIN,&quot; tutur dia.
Selain dari eksternal, lanjut Neta, ada tiga Komjen dari internal Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri. Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Edi yang pernah menjadi Asrena Polri dan Kapolda Metro Jaya serta berpengalaman mengendalikan situasi Jakarta saat Pilpres 2019.
Baca juga: DPR Ungkap 6 Kriteria Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Apa Saja?
Kabaharkam Komjen Agus Andriyanto yang pernah bertugas di daerah keras sebagai Kapolda Sumut dan Kabareskrim Komjen Sigit Listyo yang pernah menjadi Ajudan Presiden Jokowi dan Kapolda Banten.
&quot;IPW menilai dari 13 Komjen itu hanya 5 Komjen yang mempunyai peluang besar untuk menjadi Kapolri. Selebihnya ada sejumlah kendala, misalnya faktor angkatan yang lebih senior dari Kapolri Idham dan masa dinas yang hampir pensiun dan faktor lainnya,&quot; katanya.
Inilah Peta Kekuatan 13 Komjen Polri
1. Wakapolri Gatot Edi (Akpol 88 A, lahir 28 Juni 65, masa dinas 30 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Metro Jaya).
2. Irwasum Agung Budi (Akpol 87, lahir 19 Feb 65, masa dinas 26 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Jabar). Akpol 87 menjadi kendala mengingat Kapolri Idham Azis adalah juniornya di Akpol 88 A.
3. Kabareskrim Sigit Listyo (Akpol 91, lahir 5 Mei 69, masa dinas 78 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Banten). Muncul kontroversial terhadap keberadaannya, di antaranya masa pensiun yg masih cukup lama, yakni hingga Mei 2027.
4. Kabaintelkam Rycko AD (Akpol 88 B, lahir 14 Ags 66, pernah menjadi Kapolda Sumut, Gubernur Akpol, dan  Kapolda Jateng). Muncul pertanyaan, mungkinkah terjadi mantan ajudan Presiden SBY akan menjadi Kapolri era Jokowi.5. Kabaharkam Agus Andriyanto (Akpol 89, lahir 16 Feb 67, pernah menjadi Kapolda Sumut).
6. Kalemdikpol Arief Sulistyanto (Akpol 87, lahir 24 Maret 1965,  pernah menjadi Kapolda Kalbar, Deputi SDM, dan Kabareskrim). Akpol 87  menjadi kendala mengingat Kapolri Idham Azis adalah juniornya di Akpol  88 A
7. Kepala BNPT Boy Rafli (Akpol 88 B, lahir 25 Maret 1965, pernah menjadi Kapolda Banten dan Kapolda Papua).
8. Kepala BNN Heru Winarko (Akpol 85, lahir 1 Des 62, masa dinas tinggal hitungan hari, dan pernah menjadi Kapolda Lampung).
9. Ketua KPK Firli Bahuri (Akpol 90, lahir 8 Nop 63, masa dinas tinggal setahun lagi, dan pernah menjadi Kapolda Sumsel).
10. Waka BSSN Dharma Porengkun (Akpol 88A lahir 12 Jan 66, dan belum pernah menjadi Kapolda).
11. Sestama Lemhanas Didi Widjarnadi (Akpol 86, lahir 14 Jan 63, masa dinas tinggal 1,5 bulan lagi).
12. Sestama BIN Bambang Sunarwibowo (Akpol 88 B, lahir 24 Mei 66, pernah menjadi Asrena, dan belum pernah menjadi Kapolda).
13. Irjen Depkumham Andal BR (Akpol 88 B, lahir 23 Juni 66, pernah menjadi Kapolda Sultra, Maluku, dan Kapolda Kepri).
Dari pantauan lembaganya, Neta melihat, bursa calon Kapolri saat ini  makin riuh. Sebab masing-masing calon yang diunggulkan melakukan manuver  dan berbagai aksi grilya dengan cara masing-masing. Mulai dari  lobi-lobi tingkat tinggi, membuat berbagai kegiatan menyangkut kinerja  unit kerjanya hingga event-event yang membuat sicalon mendapat  penghargaan.
Menurut dia, semua manuver itu ujung-ujungnya pencitraan agar si  calon bisa dilirik presiden Jokowi yang punya hak prerogatif dalam  memilih kapolri pengganti Idham Azis. Bagi kalangan internal polri yang  paham dengan manuver dan aksi grilya tersebut tingkah para bakal calon  itu membuat kegelian sendiri di institusi kepolisian.
&quot;Sebab grilya mereka tak lebih seperti orang cari muka. Grilya itu  makin ketat tak kalah Minggu ini akan ada pergantin kepala BNN, sehingga  akan ada bintang dua masuk menjadi bintang tiga, artinya persaingan  dalam bursa kapolri makin ketat,&quot; beber dia.Pada dasarnya, lanjut dia, semua bintang tiga di Polri, ada 13 orang,   berpeluang menjadi Kapolri. Meski demikian IPW hanya melihat empat  atau  lima bintang tiga yang berpeluang kuat masuk bursa dan akan masuk   penjaringan Wanjakti polri untuk menjadi calon Kapolri, yang nantinya   akan dipilih dua nama untuk diserahkan kepada presiden dan presiden akan   memilih satu nama, untuk dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR.
Melihat persoalan polri makin rumit ke depan, Neta berharap Jokowi   memilih figur yang punya pengalaman dan jam terbang yg mumpuni serta   pernah menjadi Kapolda di Jawa, sehingga instingnya dalam menjaga   keamanan nasional sudah terlatih.
Persoalan berat yang dihadapi kapolri ke depan justru persoalan di   internalnya dan bukan di eksternal. Persoalan kelebihan jenderal, Kombes   dan AKBP di polri adalah persoalan pelik yang jika tidak ditangani  akan  memunculkan sikut menyikut di kalangan internal. Persoalan  mentalitas  yang berbuntut tidak promoternya anggota polri dalam  penegakan hukum  juga masalah berat yang tak muda diatasi.
&quot;Tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan sarana   prasarana polri juga membuat kepolisian Indonesia seperti tidak terarah,   terutama dlm alutsista, IT, dan teknologi kepolisian. Begitu juga  tidak  adanya evaluasi terhadap Grand Desain Polri membuat motto Polri  yang  Promoter hanya menjadi sebuah kata kata kosong yang ke depan harus   ditata ulang Kapolri baru agar Polri benar benar menjadi polisi yang   modern,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan, saat ini ada 13 perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) yang bisa ikut dalam bursa calon Kapolri, pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun akhir Januari 2021.
Menurut Neta, dari 13 Komjen, sebanyak enam orang bertugas di internal Polri dan delapan lainnya bertugas di luar Polri. Meski Komjen yang bertugas di internal Polri lebih berpeluang menjadi Kapolri, tapi para Komjen yang bertugas di luar kepolisian juga tetap memiliki peluang yang cukup besar.
&quot;Misalnya Sutanto, Dai Bachtiar dan Tito Karnavian masuk menjadi Kapolri setelah bertugas di luar Polri, yakni di BNN dan BNPT,&quot; ungkap Neta, Senin (30/11/2020).
Neta mengatakan, saat ini ada dua Komjen yang bertugas di luar Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri, yakni Kepala BNPT Komjen Boy Rafly dan Sestama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo. Boy Rafly pernah menjadi Humas, Kapolda Banten, dan Kapolda Papua serta Kepala BNPT.
Maraknya isu-isu terorisme tentu membuka peluang bagi Boy untuk memimpin kepolisian. Sebaliknya keberadaan Bambang Sunarwibowi yang pernah bertugas di Asrena Polri dan Sestama BIN juga membuka peluangnya untuk memimpin Polri. Sebab ke depan Polri memerlukan perencanaan yang promoter untuk meningkatkan kinerjanya, baik dalam bidang SDM, alutsista, sarana maupun prasarana.
&quot;Selain itu, kondisi Indonesia yang kerap dalam ancaman konflik, gerakan intoleransi, terorisme dll tentu membutuhkan antisipasi dan deteksi dini yang benar benar prima dan akurat dari seorang perwira yang pernah bertugas di BIN,&quot; tutur dia.
Selain dari eksternal, lanjut Neta, ada tiga Komjen dari internal Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri. Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Edi yang pernah menjadi Asrena Polri dan Kapolda Metro Jaya serta berpengalaman mengendalikan situasi Jakarta saat Pilpres 2019.
Baca juga: DPR Ungkap 6 Kriteria Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Apa Saja?
Kabaharkam Komjen Agus Andriyanto yang pernah bertugas di daerah keras sebagai Kapolda Sumut dan Kabareskrim Komjen Sigit Listyo yang pernah menjadi Ajudan Presiden Jokowi dan Kapolda Banten.
&quot;IPW menilai dari 13 Komjen itu hanya 5 Komjen yang mempunyai peluang besar untuk menjadi Kapolri. Selebihnya ada sejumlah kendala, misalnya faktor angkatan yang lebih senior dari Kapolri Idham dan masa dinas yang hampir pensiun dan faktor lainnya,&quot; katanya.
Inilah Peta Kekuatan 13 Komjen Polri
1. Wakapolri Gatot Edi (Akpol 88 A, lahir 28 Juni 65, masa dinas 30 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Metro Jaya).
2. Irwasum Agung Budi (Akpol 87, lahir 19 Feb 65, masa dinas 26 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Jabar). Akpol 87 menjadi kendala mengingat Kapolri Idham Azis adalah juniornya di Akpol 88 A.
3. Kabareskrim Sigit Listyo (Akpol 91, lahir 5 Mei 69, masa dinas 78 bulan lagi, dan pernah menjadi Kapolda Banten). Muncul kontroversial terhadap keberadaannya, di antaranya masa pensiun yg masih cukup lama, yakni hingga Mei 2027.
4. Kabaintelkam Rycko AD (Akpol 88 B, lahir 14 Ags 66, pernah menjadi Kapolda Sumut, Gubernur Akpol, dan  Kapolda Jateng). Muncul pertanyaan, mungkinkah terjadi mantan ajudan Presiden SBY akan menjadi Kapolri era Jokowi.5. Kabaharkam Agus Andriyanto (Akpol 89, lahir 16 Feb 67, pernah menjadi Kapolda Sumut).
6. Kalemdikpol Arief Sulistyanto (Akpol 87, lahir 24 Maret 1965,  pernah menjadi Kapolda Kalbar, Deputi SDM, dan Kabareskrim). Akpol 87  menjadi kendala mengingat Kapolri Idham Azis adalah juniornya di Akpol  88 A
7. Kepala BNPT Boy Rafli (Akpol 88 B, lahir 25 Maret 1965, pernah menjadi Kapolda Banten dan Kapolda Papua).
8. Kepala BNN Heru Winarko (Akpol 85, lahir 1 Des 62, masa dinas tinggal hitungan hari, dan pernah menjadi Kapolda Lampung).
9. Ketua KPK Firli Bahuri (Akpol 90, lahir 8 Nop 63, masa dinas tinggal setahun lagi, dan pernah menjadi Kapolda Sumsel).
10. Waka BSSN Dharma Porengkun (Akpol 88A lahir 12 Jan 66, dan belum pernah menjadi Kapolda).
11. Sestama Lemhanas Didi Widjarnadi (Akpol 86, lahir 14 Jan 63, masa dinas tinggal 1,5 bulan lagi).
12. Sestama BIN Bambang Sunarwibowo (Akpol 88 B, lahir 24 Mei 66, pernah menjadi Asrena, dan belum pernah menjadi Kapolda).
13. Irjen Depkumham Andal BR (Akpol 88 B, lahir 23 Juni 66, pernah menjadi Kapolda Sultra, Maluku, dan Kapolda Kepri).
Dari pantauan lembaganya, Neta melihat, bursa calon Kapolri saat ini  makin riuh. Sebab masing-masing calon yang diunggulkan melakukan manuver  dan berbagai aksi grilya dengan cara masing-masing. Mulai dari  lobi-lobi tingkat tinggi, membuat berbagai kegiatan menyangkut kinerja  unit kerjanya hingga event-event yang membuat sicalon mendapat  penghargaan.
Menurut dia, semua manuver itu ujung-ujungnya pencitraan agar si  calon bisa dilirik presiden Jokowi yang punya hak prerogatif dalam  memilih kapolri pengganti Idham Azis. Bagi kalangan internal polri yang  paham dengan manuver dan aksi grilya tersebut tingkah para bakal calon  itu membuat kegelian sendiri di institusi kepolisian.
&quot;Sebab grilya mereka tak lebih seperti orang cari muka. Grilya itu  makin ketat tak kalah Minggu ini akan ada pergantin kepala BNN, sehingga  akan ada bintang dua masuk menjadi bintang tiga, artinya persaingan  dalam bursa kapolri makin ketat,&quot; beber dia.Pada dasarnya, lanjut dia, semua bintang tiga di Polri, ada 13 orang,   berpeluang menjadi Kapolri. Meski demikian IPW hanya melihat empat  atau  lima bintang tiga yang berpeluang kuat masuk bursa dan akan masuk   penjaringan Wanjakti polri untuk menjadi calon Kapolri, yang nantinya   akan dipilih dua nama untuk diserahkan kepada presiden dan presiden akan   memilih satu nama, untuk dilakukan uji kepatutan di Komisi III DPR.
Melihat persoalan polri makin rumit ke depan, Neta berharap Jokowi   memilih figur yang punya pengalaman dan jam terbang yg mumpuni serta   pernah menjadi Kapolda di Jawa, sehingga instingnya dalam menjaga   keamanan nasional sudah terlatih.
Persoalan berat yang dihadapi kapolri ke depan justru persoalan di   internalnya dan bukan di eksternal. Persoalan kelebihan jenderal, Kombes   dan AKBP di polri adalah persoalan pelik yang jika tidak ditangani  akan  memunculkan sikut menyikut di kalangan internal. Persoalan  mentalitas  yang berbuntut tidak promoternya anggota polri dalam  penegakan hukum  juga masalah berat yang tak muda diatasi.
&quot;Tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan sarana   prasarana polri juga membuat kepolisian Indonesia seperti tidak terarah,   terutama dlm alutsista, IT, dan teknologi kepolisian. Begitu juga  tidak  adanya evaluasi terhadap Grand Desain Polri membuat motto Polri  yang  Promoter hanya menjadi sebuah kata kata kosong yang ke depan harus   ditata ulang Kapolri baru agar Polri benar benar menjadi polisi yang   modern,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
