<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Selidiki Video Sholat Berjamaah Sambil Pegang Pedang dan Seruan Jihad</title><description>Dari tiga video yang menampilkan sekelompok jamaah mengganti Azan Sholat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alajihad'.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318750/polri-selidiki-video-sholat-berjamaah-sambil-pegang-pedang-dan-seruan-jihad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318750/polri-selidiki-video-sholat-berjamaah-sambil-pegang-pedang-dan-seruan-jihad"/><item><title>Polri Selidiki Video Sholat Berjamaah Sambil Pegang Pedang dan Seruan Jihad</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318750/polri-selidiki-video-sholat-berjamaah-sambil-pegang-pedang-dan-seruan-jihad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318750/polri-selidiki-video-sholat-berjamaah-sambil-pegang-pedang-dan-seruan-jihad</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/337/2318750/polri-selidiki-video-sholat-berjamaah-sambil-pegang-pedang-hnP8e4sKy6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Foto: Polri) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/337/2318750/polri-selidiki-video-sholat-berjamaah-sambil-pegang-pedang-hnP8e4sKy6.jpg</image><title>Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Foto: Polri) </title></images><description>JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, akan melakukan penyelidikan terkait munculnya video sekelompok masyarakat sholat berjamaah sambil membawa pedang. Selain, itu juga menyerukan jihad.
&quot;Ya diselidiki (munculnya video itu),&quot; kata Argo saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Berdasarkan video yang dilihat Okezone di media sosial, ada lebih dari tiga video yang menampilkan sekelompok jamaah mengganti Azan Sholat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alajihad'. Para jamaah juga menenteng pedang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Beredar Video Sholat Berjamaah Sambil Pegang Pedang dan Seruan Jihad

Di video tersebut setidaknya memperlihatkan delapan orang yang menggelar sholat berjamaah dengan membawa senjata tajam (sajam) mulai dari pedang, celurit hingga bambu panjang.
Kemudian, video kedua, ada lima orang yang melakukan sholat berjamaah, mereka tampak seperti orang Islam menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT.  Namun, sang muazin mengganti bunyi azan sholat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alasjihad'.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendagri Tegaskan Harus Ada &quot;Perang&quot; Narasi Meluruskan soal Jihad</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, akan melakukan penyelidikan terkait munculnya video sekelompok masyarakat sholat berjamaah sambil membawa pedang. Selain, itu juga menyerukan jihad.
&quot;Ya diselidiki (munculnya video itu),&quot; kata Argo saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Berdasarkan video yang dilihat Okezone di media sosial, ada lebih dari tiga video yang menampilkan sekelompok jamaah mengganti Azan Sholat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alajihad'. Para jamaah juga menenteng pedang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Beredar Video Sholat Berjamaah Sambil Pegang Pedang dan Seruan Jihad

Di video tersebut setidaknya memperlihatkan delapan orang yang menggelar sholat berjamaah dengan membawa senjata tajam (sajam) mulai dari pedang, celurit hingga bambu panjang.
Kemudian, video kedua, ada lima orang yang melakukan sholat berjamaah, mereka tampak seperti orang Islam menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT.  Namun, sang muazin mengganti bunyi azan sholat 'Hayya 'alashshalaah menjadi 'Hayya Alasjihad'.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendagri Tegaskan Harus Ada &quot;Perang&quot; Narasi Meluruskan soal Jihad</content:encoded></item></channel></rss>
