<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Video Ajakan Jihad Lewat Azan, PBNU: Jangan Terprovokasi!</title><description>Namun, bacaan azan terdengar berbeda dengan azan pada umumnya ketika hendak salat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318785/viral-video-ajakan-jihad-lewat-azan-pbnu-jangan-terprovokasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318785/viral-video-ajakan-jihad-lewat-azan-pbnu-jangan-terprovokasi"/><item><title>Viral Video Ajakan Jihad Lewat Azan, PBNU: Jangan Terprovokasi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318785/viral-video-ajakan-jihad-lewat-azan-pbnu-jangan-terprovokasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/30/337/2318785/viral-video-ajakan-jihad-lewat-azan-pbnu-jangan-terprovokasi</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Rochim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/337/2318785/viral-video-ajakan-jihad-lewat-azan-pbnu-jangan-terprovokasi-KptN0rWKxD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Tangkapan layar video viral.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/337/2318785/viral-video-ajakan-jihad-lewat-azan-pbnu-jangan-terprovokasi-KptN0rWKxD.jpg</image><title>Foto: Tangkapan layar video viral.</title></images><description>JAKARTA - Viral video ajakan jihad yang dilakukan melalui azan dengan mengubah lafal azan, marak beredar di media sosial (medsos), termasuk di sejumlah grup WhatsApp (WA).
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang seperti hendak melakukan sholat berjamaah. Seorang di antaranya kemudian mengumandangkan azan. Namun, bacaan azan terdengar berbeda dengan azan pada umumnya ketika hendak sholat.
Pada bacaan &quot;Hayya alasshalat&quot; yang artinya mari menunaikan salat, diganti dengan &quot;Hayya alal jihaad&quot; yang artinya mari berjihad. Sejumlah orang yang berada di belakangnya kemudian menjawab secara kompak &quot;Hayya alal jihaad&quot; sambil mengepalkan tangan ke atas.
Menanggapi hal ini, Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, dalam negara dan bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.
Baca juga: Polri Selidiki Video Sholat Berjamaah Sambil Pegang Pedang dan Seruan Jihad
&quot;Apa itu? Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab,&quot; tuturnya, Senin (30/11/2020).
Oleh karena itu, kata Robikin, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini, semua orang harus memperkuat toleransi dan saling menghargai, baik sesama maupun antarpemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan lainnya.&quot;Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan. Kita perkuat persaudaraan  sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama  keturunan anak cucu Nabi Adam AS,&quot; seru Robikin.
Pihaknya meminta masyarakat agar tidak terpengaruh atas berbagai  hasutan apalagi terprovokasi. &quot;Agama jelas melarang keterpecah-belahan  dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan  masyarakat,&quot; katanya.
Kepolisian langsung bertindak cepat untuk penyelidikan terkait video  yang beredar tersebut.  &quot;Ya diselidiki (munculnya video itu),&quot; kata  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (30/11/2020).</description><content:encoded>JAKARTA - Viral video ajakan jihad yang dilakukan melalui azan dengan mengubah lafal azan, marak beredar di media sosial (medsos), termasuk di sejumlah grup WhatsApp (WA).
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang seperti hendak melakukan sholat berjamaah. Seorang di antaranya kemudian mengumandangkan azan. Namun, bacaan azan terdengar berbeda dengan azan pada umumnya ketika hendak sholat.
Pada bacaan &quot;Hayya alasshalat&quot; yang artinya mari menunaikan salat, diganti dengan &quot;Hayya alal jihaad&quot; yang artinya mari berjihad. Sejumlah orang yang berada di belakangnya kemudian menjawab secara kompak &quot;Hayya alal jihaad&quot; sambil mengepalkan tangan ke atas.
Menanggapi hal ini, Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, dalam negara dan bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.
Baca juga: Polri Selidiki Video Sholat Berjamaah Sambil Pegang Pedang dan Seruan Jihad
&quot;Apa itu? Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab,&quot; tuturnya, Senin (30/11/2020).
Oleh karena itu, kata Robikin, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini, semua orang harus memperkuat toleransi dan saling menghargai, baik sesama maupun antarpemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan lainnya.&quot;Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan. Kita perkuat persaudaraan  sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama  keturunan anak cucu Nabi Adam AS,&quot; seru Robikin.
Pihaknya meminta masyarakat agar tidak terpengaruh atas berbagai  hasutan apalagi terprovokasi. &quot;Agama jelas melarang keterpecah-belahan  dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan  masyarakat,&quot; katanya.
Kepolisian langsung bertindak cepat untuk penyelidikan terkait video  yang beredar tersebut.  &quot;Ya diselidiki (munculnya video itu),&quot; kata  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (30/11/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
