<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivis Lingkungan Gelar Aksi Damai di Perairan PLTU Paiton Probolinggo</title><description>Belasan aktivis pecinta lingkungan laut yang tergabung dalam Koalisi Laut Biru menggelar aksi damai terkait pencemaran lingkungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/519/2318801/aktivis-lingkungan-gelar-aksi-damai-di-perairan-pltu-paiton-probolinggo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/11/30/519/2318801/aktivis-lingkungan-gelar-aksi-damai-di-perairan-pltu-paiton-probolinggo"/><item><title>Aktivis Lingkungan Gelar Aksi Damai di Perairan PLTU Paiton Probolinggo</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/11/30/519/2318801/aktivis-lingkungan-gelar-aksi-damai-di-perairan-pltu-paiton-probolinggo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/11/30/519/2318801/aktivis-lingkungan-gelar-aksi-damai-di-perairan-pltu-paiton-probolinggo</guid><pubDate>Senin 30 November 2020 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Hanna Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/30/519/2318801/aktivis-lingkungan-gelar-aksi-damai-di-perairan-pltu-paiton-probolinggo-RZxkeSSSSh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aktivis lingkungan lakukan aksi unjuk rasa damai. (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/30/519/2318801/aktivis-lingkungan-gelar-aksi-damai-di-perairan-pltu-paiton-probolinggo-RZxkeSSSSh.jpg</image><title>Aktivis lingkungan lakukan aksi unjuk rasa damai. (Foto: istimewa)</title></images><description>PROBOLINGGO - Belasan aktivis pecinta lingkungan laut yang tergabung dalam Koalisi Laut Biru Kabupaten Probolinggo  menggelar aksi damai terkait pencemaran lingkungan akibat ceceran (tumpahan)  batu bara di Jeti  Pembangkit Listrik  Tenaga  Uap (PLTU) , di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
(Baca juga: Beredar Video Sholat Berjamaah dengan Pedang dan Seruan Jihad)
Dalam aksinya, mereka  naik perahu nelayan dan membentngkan  poster diperairan,  di dekat dermaga PLTU  yang bertuliskan &amp;lsquo;Adili sekarang perusak ekosistem Laut NKRI&amp;rsquo;.
Aksi mereka tidak berlangsung lama karena ada sekitar 6 perahu yang seakan-akan menghadang aksinya. &amp;ldquo;Ada sekitar 6 Perahun nelayan yang menghalangi aksi ini. Sehingga (kami) memutuskan untuk mengakirinya,&amp;rdquo; ujar Anton Sumarsono yang akrab dipanggil Soni, Senen (30/11/2020).
Soni yang juga ketua  Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Binor  menjelaskan, sejak PLTU Unit 7-8  dibangun, limbah ceceran batu bara  yang jatuh ke laut belum ada solusi  kongkrit. Akibat  lama tidak ada solusi, ceceran  batu bara yang jatuh ke laut sudah menggunung.
(Baca juga: Begini Kesaksian Anak Satu Keluarga yang Diduga Dibantai Teroris MIT)
&amp;ldquo;Sejak PLTU Berdiri  sampai saat ini belum ada solusi  konkrit dan sudah menggunung , meski sebelumnya ada upaya pembersihan, namun gagal dan sampai saat ini tidak ada lagi pembersihan,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara itu Antoni Sofyan, Ketua Sanggar Alam Konang yang ikut dalam aksi Koalisi Laut Biru Probolinggo, menambahkan, dirinya prihatin melihat kondisi laut di kawasan Binor. &amp;ldquo;Kita akan terus melakukan upaya agar didengar sehingga  ada perhatian, agar kawasan laut di Binor  lestari dan tidak rusak,&amp;rdquo; ujarnya.


</description><content:encoded>PROBOLINGGO - Belasan aktivis pecinta lingkungan laut yang tergabung dalam Koalisi Laut Biru Kabupaten Probolinggo  menggelar aksi damai terkait pencemaran lingkungan akibat ceceran (tumpahan)  batu bara di Jeti  Pembangkit Listrik  Tenaga  Uap (PLTU) , di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
(Baca juga: Beredar Video Sholat Berjamaah dengan Pedang dan Seruan Jihad)
Dalam aksinya, mereka  naik perahu nelayan dan membentngkan  poster diperairan,  di dekat dermaga PLTU  yang bertuliskan &amp;lsquo;Adili sekarang perusak ekosistem Laut NKRI&amp;rsquo;.
Aksi mereka tidak berlangsung lama karena ada sekitar 6 perahu yang seakan-akan menghadang aksinya. &amp;ldquo;Ada sekitar 6 Perahun nelayan yang menghalangi aksi ini. Sehingga (kami) memutuskan untuk mengakirinya,&amp;rdquo; ujar Anton Sumarsono yang akrab dipanggil Soni, Senen (30/11/2020).
Soni yang juga ketua  Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Binor  menjelaskan, sejak PLTU Unit 7-8  dibangun, limbah ceceran batu bara  yang jatuh ke laut belum ada solusi  kongkrit. Akibat  lama tidak ada solusi, ceceran  batu bara yang jatuh ke laut sudah menggunung.
(Baca juga: Begini Kesaksian Anak Satu Keluarga yang Diduga Dibantai Teroris MIT)
&amp;ldquo;Sejak PLTU Berdiri  sampai saat ini belum ada solusi  konkrit dan sudah menggunung , meski sebelumnya ada upaya pembersihan, namun gagal dan sampai saat ini tidak ada lagi pembersihan,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara itu Antoni Sofyan, Ketua Sanggar Alam Konang yang ikut dalam aksi Koalisi Laut Biru Probolinggo, menambahkan, dirinya prihatin melihat kondisi laut di kawasan Binor. &amp;ldquo;Kita akan terus melakukan upaya agar didengar sehingga  ada perhatian, agar kawasan laut di Binor  lestari dan tidak rusak,&amp;rdquo; ujarnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
