<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pasca-Erupsi Gunung Semeru, Warga Kembali ke Rumah dari Pengungsian   </title><description>Sebagian besar warga sekitar Gunung Semeru telah kembali ke rumahnya masing - masing pasca mulai menurunnya aktivitas vulkanik.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/02/519/2319970/pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/02/519/2319970/pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian"/><item><title> Pasca-Erupsi Gunung Semeru, Warga Kembali ke Rumah dari Pengungsian   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/02/519/2319970/pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/02/519/2319970/pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian</guid><pubDate>Rabu 02 Desember 2020 08:51 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/02/519/2319970/pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian-MlsmiGjSp9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Gunung Semeru (foto: BPBD Lumajang)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/02/519/2319970/pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian-MlsmiGjSp9.jpg</image><title>Warga Gunung Semeru (foto: BPBD Lumajang)</title></images><description>LUMAJANG - Sebagian besar warga sekitar Gunung Semeru telah kembali ke rumahnya masing - masing pasca mulai menurunnya aktivitas vulkanik.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, hanya tinggal beberapa warga saja yang masih tampak bertahan di pos pengungsian di Supiturang.

&quot;Untuk pengungsi yang berada di pos pantau Gunung Sawur, sudah kembali ke rumah masing - masing, untuk pengungsi di Supiturang sebagian pulang ke rumah masing-masing, yang jelas informasinya pagi tadi masih ada sekitar 10 orang,&quot; ungkap Wawan Hadi saat dihubungi Okezone, Rabu (2/12/2020).
Baca juga:
Warga Banyuwangi Dikejutkan Paparan Hujan Abu Erupsi Gunung Semeru
BPBD Lumajang Pastikan Pengungsi Gunung Semeru Tetap Terapkan Prokes Covid-19
Namun pihaknya belum mengetahui alasan pengungsi yang masih bertahan di pos pengungsian. Namun yang jelas lanjut Wawan, aktivitas vulkanik di Gunung Semeru masih fluktuatif dan masih masuk tanggap bencana.

&quot;Kita belum tanya sedetail itu (alasan masih bertahan di pos pengungsian), yang jelas sesuai SOP tanggap darurat itu 7 hari,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMS8xLzEyNTM2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dirinya juga menambahkan, masih menyiagakan armada dari BPBD, kepolisian, TNI, dan Satpol PP untuk bersiap bila sewaktu - waktu Gunung Semeru kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

&quot;Armada tetap standby sesuai SOP tanggap darurat bencana. Belum ada yang kita geser, karena aktivitas masih fluktuatif,&quot; tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa dini 1 Desember 2020 kemarin. Tercatat ada beberapa guguran awan panas yang muncul, pertama sekitar pukul 01.23 WIB dengan aktivitas terbesarnya pukul 01.45 - 04.33 WIB.

Guguran material vulkanik tersebut bahkan sampai meluncur ke Sungai Besuk Kobokan sejauh 11 kilometer mendekati permukiman warga di Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
</description><content:encoded>LUMAJANG - Sebagian besar warga sekitar Gunung Semeru telah kembali ke rumahnya masing - masing pasca mulai menurunnya aktivitas vulkanik.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, hanya tinggal beberapa warga saja yang masih tampak bertahan di pos pengungsian di Supiturang.

&quot;Untuk pengungsi yang berada di pos pantau Gunung Sawur, sudah kembali ke rumah masing - masing, untuk pengungsi di Supiturang sebagian pulang ke rumah masing-masing, yang jelas informasinya pagi tadi masih ada sekitar 10 orang,&quot; ungkap Wawan Hadi saat dihubungi Okezone, Rabu (2/12/2020).
Baca juga:
Warga Banyuwangi Dikejutkan Paparan Hujan Abu Erupsi Gunung Semeru
BPBD Lumajang Pastikan Pengungsi Gunung Semeru Tetap Terapkan Prokes Covid-19
Namun pihaknya belum mengetahui alasan pengungsi yang masih bertahan di pos pengungsian. Namun yang jelas lanjut Wawan, aktivitas vulkanik di Gunung Semeru masih fluktuatif dan masih masuk tanggap bencana.

&quot;Kita belum tanya sedetail itu (alasan masih bertahan di pos pengungsian), yang jelas sesuai SOP tanggap darurat itu 7 hari,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMS8xLzEyNTM2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dirinya juga menambahkan, masih menyiagakan armada dari BPBD, kepolisian, TNI, dan Satpol PP untuk bersiap bila sewaktu - waktu Gunung Semeru kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

&quot;Armada tetap standby sesuai SOP tanggap darurat bencana. Belum ada yang kita geser, karena aktivitas masih fluktuatif,&quot; tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa dini 1 Desember 2020 kemarin. Tercatat ada beberapa guguran awan panas yang muncul, pertama sekitar pukul 01.23 WIB dengan aktivitas terbesarnya pukul 01.45 - 04.33 WIB.

Guguran material vulkanik tersebut bahkan sampai meluncur ke Sungai Besuk Kobokan sejauh 11 kilometer mendekati permukiman warga di Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
</content:encoded></item></channel></rss>
