<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disiplin Protokol Kesehatan Menurun, Hanya 4% Daerah Patuh Jaga Jarak</title><description>Wiku menyebut tren disiplin prokes mengalami penurunan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/03/337/2321255/disiplin-protokol-kesehatan-menurun-hanya-4-daerah-patuh-jaga-jarak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/03/337/2321255/disiplin-protokol-kesehatan-menurun-hanya-4-daerah-patuh-jaga-jarak"/><item><title>Disiplin Protokol Kesehatan Menurun, Hanya 4% Daerah Patuh Jaga Jarak</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/03/337/2321255/disiplin-protokol-kesehatan-menurun-hanya-4-daerah-patuh-jaga-jarak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/03/337/2321255/disiplin-protokol-kesehatan-menurun-hanya-4-daerah-patuh-jaga-jarak</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/337/2321255/disiplin-protokol-kesehatan-menurun-hanya-4-daerah-patuh-jaga-jarak-7OwT6xGfy8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/337/2321255/disiplin-protokol-kesehatan-menurun-hanya-4-daerah-patuh-jaga-jarak-7OwT6xGfy8.jpg</image><title>Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku&amp;nbsp;Adisasmito&amp;nbsp;mengatakan bahwa kedisiplinan protokol kesehatan  mengalami fluktuasi. Namum. Wiku menyebut trennya mengalami penurunan.
Hal ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak tanggal 18 November lalu.
&amp;ldquo;Sangat disayangkan, bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan,&quot; katanya saat konferensi pers, Kamis (3/12/2020).
Dia mengatakan hal ini bermula dari&amp;nbsp; periode libur panjang tanggal 28 Oktober-1 November 2020. Kemudian berlanjut hingga akhir November 2020.
&amp;ldquo;Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan tersebut semakin menurun,&amp;rdquo; ucap dia.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, 899 Napi di Riau Sembuh dari Covid-19
Padahal dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker. Sementara kondisi saat ini masih di bawah 60%.
Wiku juga menyebut dari pemetaan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, hanya 9% dari 512 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak.&amp;nbsp;Menurutnya jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan maka akan meningkatkan penularan. Sehingga dapat dipastikan jika &amp;nbsp;dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat.
&quot;Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku&amp;nbsp;Adisasmito&amp;nbsp;mengatakan bahwa kedisiplinan protokol kesehatan  mengalami fluktuasi. Namum. Wiku menyebut trennya mengalami penurunan.
Hal ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak tanggal 18 November lalu.
&amp;ldquo;Sangat disayangkan, bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan,&quot; katanya saat konferensi pers, Kamis (3/12/2020).
Dia mengatakan hal ini bermula dari&amp;nbsp; periode libur panjang tanggal 28 Oktober-1 November 2020. Kemudian berlanjut hingga akhir November 2020.
&amp;ldquo;Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan tersebut semakin menurun,&amp;rdquo; ucap dia.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, 899 Napi di Riau Sembuh dari Covid-19
Padahal dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker. Sementara kondisi saat ini masih di bawah 60%.
Wiku juga menyebut dari pemetaan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, hanya 9% dari 512 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak.&amp;nbsp;Menurutnya jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan maka akan meningkatkan penularan. Sehingga dapat dipastikan jika &amp;nbsp;dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat.
&quot;Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
