<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Kegiatan Industri, Warga Dihebohkan Kemunculan Gelembung Busa Misterius di Saluran Irigasi</title><description>Warga dihebohkan dengan kemunculan gelembung busa di saluran air, padahal di daerah tersebut tidak ada kegiatan industri.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/03/512/2320576/tak-ada-kegiatan-industri-warga-dihebohkan-kemunculan-gelembung-busa-misterius-di-saluran-irigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/03/512/2320576/tak-ada-kegiatan-industri-warga-dihebohkan-kemunculan-gelembung-busa-misterius-di-saluran-irigasi"/><item><title>Tak Ada Kegiatan Industri, Warga Dihebohkan Kemunculan Gelembung Busa Misterius di Saluran Irigasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/03/512/2320576/tak-ada-kegiatan-industri-warga-dihebohkan-kemunculan-gelembung-busa-misterius-di-saluran-irigasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/03/512/2320576/tak-ada-kegiatan-industri-warga-dihebohkan-kemunculan-gelembung-busa-misterius-di-saluran-irigasi</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2020 00:04 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi KR Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/512/2320576/tak-ada-kegiatan-industri-warga-dihebohkan-kemunculan-gelembung-busa-misterius-di-saluran-irigasi-Bx1zfwhXUn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelembung busa di saluran air. (krjogja.com/ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/512/2320576/tak-ada-kegiatan-industri-warga-dihebohkan-kemunculan-gelembung-busa-misterius-di-saluran-irigasi-Bx1zfwhXUn.jpg</image><title>Gelembung busa di saluran air. (krjogja.com/ist)</title></images><description>BANYUMAS &amp;ndash; Warga dihebohkan dengan gelembung busa yang bermunculan di sungai saluran irigasi di Desa Sokaraja Kulon, Sokaraja, Banyumas, atau tepatnya di depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas di Sokaraja. Padahal, di lokasi sekitar tidak ada kegiatan industri.
Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Sokaraja, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas masih menyelidiki munculnya gelembung busa tersebut. Camat Sokaraja, Lukman Nazarudin, mengaku pihaknya masih menyelidiki penyebab munculnya gelembung busa-busa tersebut.
&amp;ldquo;Dinas Lingkungan Hidup sudah ke lokasi mengambil sampel, kami juga sedang mencoba menemukan sumbernya,&amp;rdquo; kata Lukman saat dihubungi, melansir krjogja.com, Kamis (3/12/2020).
Menurutnya, gelembung busa itu sebenarnya sudah berlangsung sejak setengah bulan lalu. Gelembung busa warna putih itu muncul pada pagi dan sore hari.
Namun dibandingkan sebelumnya, gelembung busa muncul cukup banyak jika dibandingkan hari sebelumnya sehingga sempat viral di media sosial. &amp;ldquo;Kemarin buihnya cukup banyak dibandingkan hari sebelumnya,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga : Air PDAM Berbau Solar, Wali Kota Malang Sutiaji Minta Segera Ditangani

Hingga saat ini petugas gabungan belum bisa memastikan dari mana sumber gelembung busa itu muncul, karena di wilayah tersebut tidak ada kegiatan industri. Dugaan sementara ada orang yang membuang limbah ke sungai tersebut.</description><content:encoded>BANYUMAS &amp;ndash; Warga dihebohkan dengan gelembung busa yang bermunculan di sungai saluran irigasi di Desa Sokaraja Kulon, Sokaraja, Banyumas, atau tepatnya di depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas di Sokaraja. Padahal, di lokasi sekitar tidak ada kegiatan industri.
Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Sokaraja, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas masih menyelidiki munculnya gelembung busa tersebut. Camat Sokaraja, Lukman Nazarudin, mengaku pihaknya masih menyelidiki penyebab munculnya gelembung busa-busa tersebut.
&amp;ldquo;Dinas Lingkungan Hidup sudah ke lokasi mengambil sampel, kami juga sedang mencoba menemukan sumbernya,&amp;rdquo; kata Lukman saat dihubungi, melansir krjogja.com, Kamis (3/12/2020).
Menurutnya, gelembung busa itu sebenarnya sudah berlangsung sejak setengah bulan lalu. Gelembung busa warna putih itu muncul pada pagi dan sore hari.
Namun dibandingkan sebelumnya, gelembung busa muncul cukup banyak jika dibandingkan hari sebelumnya sehingga sempat viral di media sosial. &amp;ldquo;Kemarin buihnya cukup banyak dibandingkan hari sebelumnya,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga : Air PDAM Berbau Solar, Wali Kota Malang Sutiaji Minta Segera Ditangani

Hingga saat ini petugas gabungan belum bisa memastikan dari mana sumber gelembung busa itu muncul, karena di wilayah tersebut tidak ada kegiatan industri. Dugaan sementara ada orang yang membuang limbah ke sungai tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
