<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Sebut Libur Panjang Picu Penurunan Disiplin Prokes Covid-19</title><description>Penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terjadi usai libur panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/04/337/2321270/satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/04/337/2321270/satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19"/><item><title>Satgas Sebut Libur Panjang Picu Penurunan Disiplin Prokes Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/04/337/2321270/satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/04/337/2321270/satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 04 Desember 2020 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/03/337/2321270/satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19-1UPlFNPgPC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/03/337/2321270/satgas-sebut-libur-panjang-picu-penurunan-disiplin-prokes-covid-19-1UPlFNPgPC.jpg</image><title>Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku&amp;nbsp;Adisasmito&amp;nbsp;mengatakan, penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terjadi usai libur panjang 28 Oktober-1 November 2020.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan tersebut semakin menurun,&amp;rdquo; katanya saat konferensi pers, Kamis (3/12/2020).
Padahal dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker. Sementara kondisi saat ini masih di bawah 60%.&amp;nbsp;

Selain itu, dari pemetaan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, hanya 9% dari 512 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak.&amp;nbsp;
Menurutnya jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan maka akan meningkatkan penularan. Sehingga dapat dipastikan jika &amp;nbsp;dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat.
Baca juga:&amp;nbsp;Rumah Sakit Covid-19 Overload, Ini Alternatif Walikota Solo&amp;nbsp;
&quot;Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku&amp;nbsp;Adisasmito&amp;nbsp;mengatakan, penurunan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terjadi usai libur panjang 28 Oktober-1 November 2020.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46%. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Dan kepatuhan tersebut semakin menurun,&amp;rdquo; katanya saat konferensi pers, Kamis (3/12/2020).
Padahal dari hasil studi Yilmazkuday tahun 2020, menyatakan bahwa untuk menurunkan angka kasus positif dan kematian, maka minimal 75% populasi harus patuh menggunakan masker. Sementara kondisi saat ini masih di bawah 60%.&amp;nbsp;

Selain itu, dari pemetaan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, hanya 9% dari 512 kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan, kurang dari 4% kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak.&amp;nbsp;
Menurutnya jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan maka akan meningkatkan penularan. Sehingga dapat dipastikan jika &amp;nbsp;dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat.
Baca juga:&amp;nbsp;Rumah Sakit Covid-19 Overload, Ini Alternatif Walikota Solo&amp;nbsp;
&quot;Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
