<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bima Arya Ungkap Pengalamannya Terpapar Covid-19 hingga Harus Isolasi 22 Hari</title><description>Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakannya pengalamannya terpapar virus corona (Covid-19).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/04/338/2321732/bima-arya-ungkap-pengalamannya-terpapar-covid-19-hingga-harus-isolasi-22-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/04/338/2321732/bima-arya-ungkap-pengalamannya-terpapar-covid-19-hingga-harus-isolasi-22-hari"/><item><title>Bima Arya Ungkap Pengalamannya Terpapar Covid-19 hingga Harus Isolasi 22 Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/04/338/2321732/bima-arya-ungkap-pengalamannya-terpapar-covid-19-hingga-harus-isolasi-22-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/04/338/2321732/bima-arya-ungkap-pengalamannya-terpapar-covid-19-hingga-harus-isolasi-22-hari</guid><pubDate>Jum'at 04 Desember 2020 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/04/338/2321732/bima-arya-ungkap-pengalamannya-terpapar-covid-19-hingga-harus-isolasi-22-hari-rx7RW1LRre.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/04/338/2321732/bima-arya-ungkap-pengalamannya-terpapar-covid-19-hingga-harus-isolasi-22-hari-rx7RW1LRre.jpg</image><title>Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakannya pengalamannya terpapar virus corona (Covid-19). Ia terpapar Covid-19 pada Maret 2020 lalu dan menjadi pasien pertama di Bogor.
&amp;ldquo;Sore itu tanggal 17 Maret saya sedang rapat dengan Dinas Kesehatan dan Tim Kominfo Humas di rumah saya. Badan lagi enggak enak, tapi saya kira jetlag karena baru pulang dari Turki,&amp;rdquo; cerita Bima dalam diskusi &amp;ldquo;Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan!&amp;rdquo; dari Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/12/2020).
Awalnya, kata Bima, banyak orang Bogor yang tidak peduli ancaman Covid-19. &amp;ldquo;Kita membahas satu hal yang menurut kita penting banget, orang Bogor susah banget dikasih tahu. Orang Bogor diminta untuk peduli tentang ancaman Covid, meskipun belum ada kasusnya dikasih tahu susah banget,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Sampai kemudian di rapat itu, saya celetuk begini sambil setengah keras &amp;lsquo;masa harus ada yang positif baru orang Bogor ngerti kalau Covid itu bahaya&amp;rsquo;. Nah sejam kemudian saya ditelepon Pak Gubernur bahwa hasil swab saya positif. Jadi malam itu langsung saya dibawa ke rumah sakit,&amp;rdquo; ucap Bima.
Bima pun menceritakan selama 22 hari diisolasi dan dirawat di rumah sakit. &amp;ldquo;Mulailah masa-masa berat selama 22 hari di rumah sakit. Gejalanya seperti demam berdarah ya, lemas, pusing, mual, tetapi plus batuk-batuk, kira-kira begitu,&amp;rdquo; ujarnya.


Bima mengatakan, mendengar kabar ia terpapar Covid-19, Bogor saat itu mendadak sepi. &amp;ldquo;Saya ingat sekali, besoknya Kota Bogor sepi sesepi-sepinya. Berita di mana-mana ya, karena saya pasien 001 di kota Bogor, nomor 1. Artinya saat itu semacam ada shock therapy. Semua pada syok, bahwa &amp;lsquo;Wah wali kota aja bisa kena&amp;rsquo; begitu kan,&amp;rdquo; katanya.
Dengan kejadian ia terpapar Covid-19, Bima ingin menjadikan momentum agar warga Bogor percaya bahwa Covid-19 itu nyata. &amp;ldquo;Sampai saat itu, saya masih agak sedikit koordinasi bahwa ini momentum untuk mengingatkan warga Bogor bahwa Covid-19 itu nyata,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 8.369, Satgas: Naiknya Menggila

Meskipun setelah ia sembuh, Bima mengatakan, masih ada orang yang tidak percaya bahwa ia terpapar Covid-19. &amp;ldquo;Tapi yang terjadi kemudian setelah agak lama, apalagi segera sembuh, mulailah ada orang yang nanya begini dong, &amp;lsquo;Kang, waktu itu bener sakit. Maksudnya apa? Enggak banyak yang percaya bahwa wali kota pura-pura aja&amp;rsquo;. Settingan seperti itu,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : 9 Bulan Pandemi Covid-19, Satgas: Disiplin Prokes Masih Kurang

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wali Kota Bogor Bima Arya menceritakannya pengalamannya terpapar virus corona (Covid-19). Ia terpapar Covid-19 pada Maret 2020 lalu dan menjadi pasien pertama di Bogor.
&amp;ldquo;Sore itu tanggal 17 Maret saya sedang rapat dengan Dinas Kesehatan dan Tim Kominfo Humas di rumah saya. Badan lagi enggak enak, tapi saya kira jetlag karena baru pulang dari Turki,&amp;rdquo; cerita Bima dalam diskusi &amp;ldquo;Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan!&amp;rdquo; dari Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/12/2020).
Awalnya, kata Bima, banyak orang Bogor yang tidak peduli ancaman Covid-19. &amp;ldquo;Kita membahas satu hal yang menurut kita penting banget, orang Bogor susah banget dikasih tahu. Orang Bogor diminta untuk peduli tentang ancaman Covid, meskipun belum ada kasusnya dikasih tahu susah banget,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Sampai kemudian di rapat itu, saya celetuk begini sambil setengah keras &amp;lsquo;masa harus ada yang positif baru orang Bogor ngerti kalau Covid itu bahaya&amp;rsquo;. Nah sejam kemudian saya ditelepon Pak Gubernur bahwa hasil swab saya positif. Jadi malam itu langsung saya dibawa ke rumah sakit,&amp;rdquo; ucap Bima.
Bima pun menceritakan selama 22 hari diisolasi dan dirawat di rumah sakit. &amp;ldquo;Mulailah masa-masa berat selama 22 hari di rumah sakit. Gejalanya seperti demam berdarah ya, lemas, pusing, mual, tetapi plus batuk-batuk, kira-kira begitu,&amp;rdquo; ujarnya.


Bima mengatakan, mendengar kabar ia terpapar Covid-19, Bogor saat itu mendadak sepi. &amp;ldquo;Saya ingat sekali, besoknya Kota Bogor sepi sesepi-sepinya. Berita di mana-mana ya, karena saya pasien 001 di kota Bogor, nomor 1. Artinya saat itu semacam ada shock therapy. Semua pada syok, bahwa &amp;lsquo;Wah wali kota aja bisa kena&amp;rsquo; begitu kan,&amp;rdquo; katanya.
Dengan kejadian ia terpapar Covid-19, Bima ingin menjadikan momentum agar warga Bogor percaya bahwa Covid-19 itu nyata. &amp;ldquo;Sampai saat itu, saya masih agak sedikit koordinasi bahwa ini momentum untuk mengingatkan warga Bogor bahwa Covid-19 itu nyata,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 8.369, Satgas: Naiknya Menggila

Meskipun setelah ia sembuh, Bima mengatakan, masih ada orang yang tidak percaya bahwa ia terpapar Covid-19. &amp;ldquo;Tapi yang terjadi kemudian setelah agak lama, apalagi segera sembuh, mulailah ada orang yang nanya begini dong, &amp;lsquo;Kang, waktu itu bener sakit. Maksudnya apa? Enggak banyak yang percaya bahwa wali kota pura-pura aja&amp;rsquo;. Settingan seperti itu,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : 9 Bulan Pandemi Covid-19, Satgas: Disiplin Prokes Masih Kurang

</content:encoded></item></channel></rss>
