<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran Hutan Australia Ancam Situs Warisan Dunia Pulau Fraser </title><description>Pulau Fraser dikenal dengan hutan hujan tropis, kawasan bukit pasir, dan danaunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/07/18/2322996/kebakaran-hutan-australia-ancam-situs-warisan-dunia-pulau-fraser</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/07/18/2322996/kebakaran-hutan-australia-ancam-situs-warisan-dunia-pulau-fraser"/><item><title>Kebakaran Hutan Australia Ancam Situs Warisan Dunia Pulau Fraser </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/07/18/2322996/kebakaran-hutan-australia-ancam-situs-warisan-dunia-pulau-fraser</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/07/18/2322996/kebakaran-hutan-australia-ancam-situs-warisan-dunia-pulau-fraser</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2020 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/07/18/2322996/kebakaran-hutan-australia-ancam-situs-warisan-dunia-pulau-fraser-QFCMQDij4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran hutan di Pulau Fraser, Queensland, Australia, 2 Desember 2020. (Foto: Queensland Fire and Emergency Services via Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/07/18/2322996/kebakaran-hutan-australia-ancam-situs-warisan-dunia-pulau-fraser-QFCMQDij4J.jpg</image><title>Kebakaran hutan di Pulau Fraser, Queensland, Australia, 2 Desember 2020. (Foto: Queensland Fire and Emergency Services via Reuters) </title></images><description>CANBERRA &amp;ndash; Kebakaran hutan yang melanda Australia pada Minggu (6/12/2020) telah mengancam Pulau Fraser, yang merupakan situs warisan dunia. Penduduk kota pesisir di pulau tersebut telah dianjurkan untuk mengungsi.
Kobaran api yang dipicu dari api unggun ilegal tujuh pekan lalu telah menghitamkan separuh pulau yang terletak di lepas pantai timur laut Australia itu. Pulau Fraser yang menjadi bagian dari Great Barrier Reef juga terkenal dengan hutan hujan tropisnya di kawasan bukit pasir dan sejumlah danau yang berada di pedalaman.
BACA JUGA: Great Barrier Reef Australia Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim
Komisaris Layanan Darurat negara bagian Queensland Greg Leach mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa penduduk Happy Valley agak lega setelah berkurangnya intensitas kobaran api pada Minggu sore.
&quot;Saat ini, kami tidak mengantisipasi kebakaran itu akan terjadi di pemukiman Happy Valley hari ini, namun kami akan terus berupaya keras,&quot; Leach menambahkan lebih lanjut sebagaimana dilansir VOA.
BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Diisukan Segera Serahkan Kekuasaan
Sejumlah pejabat menyampaikan lebih dari 38 kendaraan dan 17 pesawat dan 90 petugas yang dikerahkan di Pulau Fraser, termasuk sebuah kapal tanker udara besar, berpangkalan di negara bagian itu selama musim kebakaran hutan tersebut dan kapal tanker lainnya sedang dalam perjalanan meninggalkan negara bagian New South Wales.
Layanan darurat mendesak warga Queensland untuk mengungsi pada Minggu sore.
Suhu yang sangat tinggi di seluruh Queensland pada minggu lalu  menyebabkan kondisi kebakaran hutan memuncak di mana layanan darurat  saat ini telah menangani 48 kebakaran, Leach menjelaskan.
Musim panas Australia tahun ini lebih panas dan lebih lama dibanding  musim sebelumnya akibat kebakaran hutan yang berkepanjangan dan besar  serta melahap hampir 12 juta hektar dan menewaskan 33 warga serta  diperkirakan 1 miliar hewan besar dan kecil.
</description><content:encoded>CANBERRA &amp;ndash; Kebakaran hutan yang melanda Australia pada Minggu (6/12/2020) telah mengancam Pulau Fraser, yang merupakan situs warisan dunia. Penduduk kota pesisir di pulau tersebut telah dianjurkan untuk mengungsi.
Kobaran api yang dipicu dari api unggun ilegal tujuh pekan lalu telah menghitamkan separuh pulau yang terletak di lepas pantai timur laut Australia itu. Pulau Fraser yang menjadi bagian dari Great Barrier Reef juga terkenal dengan hutan hujan tropisnya di kawasan bukit pasir dan sejumlah danau yang berada di pedalaman.
BACA JUGA: Great Barrier Reef Australia Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim
Komisaris Layanan Darurat negara bagian Queensland Greg Leach mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa penduduk Happy Valley agak lega setelah berkurangnya intensitas kobaran api pada Minggu sore.
&quot;Saat ini, kami tidak mengantisipasi kebakaran itu akan terjadi di pemukiman Happy Valley hari ini, namun kami akan terus berupaya keras,&quot; Leach menambahkan lebih lanjut sebagaimana dilansir VOA.
BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Diisukan Segera Serahkan Kekuasaan
Sejumlah pejabat menyampaikan lebih dari 38 kendaraan dan 17 pesawat dan 90 petugas yang dikerahkan di Pulau Fraser, termasuk sebuah kapal tanker udara besar, berpangkalan di negara bagian itu selama musim kebakaran hutan tersebut dan kapal tanker lainnya sedang dalam perjalanan meninggalkan negara bagian New South Wales.
Layanan darurat mendesak warga Queensland untuk mengungsi pada Minggu sore.
Suhu yang sangat tinggi di seluruh Queensland pada minggu lalu  menyebabkan kondisi kebakaran hutan memuncak di mana layanan darurat  saat ini telah menangani 48 kebakaran, Leach menjelaskan.
Musim panas Australia tahun ini lebih panas dan lebih lama dibanding  musim sebelumnya akibat kebakaran hutan yang berkepanjangan dan besar  serta melahap hampir 12 juta hektar dan menewaskan 33 warga serta  diperkirakan 1 miliar hewan besar dan kecil.
</content:encoded></item></channel></rss>
