<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Penyintas Covid-19, Diusir dari Rumah Kos dan Ditolak Pulang Kampung</title><description>Kisah pilu dirasakan oleh pasien Covid 19 asal Kota Bauabu, Sulawesi Tenggara (sultra), yang berhasil sembuh dari sakit.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/07/340/2322904/kisah-penyintas-covid-19-diusir-dari-rumah-kos-dan-ditolak-pulang-kampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/07/340/2322904/kisah-penyintas-covid-19-diusir-dari-rumah-kos-dan-ditolak-pulang-kampung"/><item><title>Kisah Penyintas Covid-19, Diusir dari Rumah Kos dan Ditolak Pulang Kampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/07/340/2322904/kisah-penyintas-covid-19-diusir-dari-rumah-kos-dan-ditolak-pulang-kampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/07/340/2322904/kisah-penyintas-covid-19-diusir-dari-rumah-kos-dan-ditolak-pulang-kampung</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2020 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Andhy Eba</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/07/340/2322904/kisah-penyintas-covid-19-diusir-dari-rumah-kos-dan-ditolak-pulang-kampung-5edL0VuKfm.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Waode Marni saat diwawancara (Foto: iNews/Eba)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/07/340/2322904/kisah-penyintas-covid-19-diusir-dari-rumah-kos-dan-ditolak-pulang-kampung-5edL0VuKfm.JPG</image><title>Waode Marni saat diwawancara (Foto: iNews/Eba)</title></images><description>BAUBAU - Kisah pilu dirasakan oleh pasien Covid-19 asal Kota Bauabu, Sulawesi Tenggara (sultra), yang berhasil sembuh dari sakit atau Penyintas Covid-19.
Mereka menceritakan, saat dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, stigma negatif, penolakan dari keluarga dan warga muncul. Bahkan hingga saat ini, masih ada keluarga yang menolak dirinya dan keluarga terdekatnya.
Waode Marni,  Penyintas Covid-19 ini tak lepas dari masalah usai dirinya sembuh dari penyakit. Stigma negatif masih saja melekat, sebagai orang yang pernah terpapar Covid-19.
Suami dan anak-anaknya pernah diusir dari tempat kost ketika dirinya dirawat. Bahkan, hingga saat ini masih saja ada keluarga yang menolaknya.
Akhirnya, Waode dan keluarganya harus tinggal di bekas gedung badan penanggulangan bencana daerah Kota Baubau. Bagaimana tidak, Waode ditolak keluarga untuk pulang ke kampung halaman.
&quot;Sejumlah tempat kost yang ada di Kota Baubau, juga tidak menerima Kami,' tutur Waode.
Menurut waode, hingga saat ini pun, ada keluarga yang masih melarang untuk dirinya bertemu. Selama ini komunikasi hanya di lakukan via telepon saja.



Stigma negatif juga di rasakan oleh suami Waode, La Ode Zainuddin dirinya yang berprofesi sebagai tukang ojek. harus kehilangan pelanggan. Orang-orang lebih memilih menjauh, karena takut terlular Covid-19.
&quot;Hingga motor yang digunakan untuk mengojek ditarik oleh pembiayaan karena tidak sanggup membayar uang cicilan kendaraan,&quot; jelas La Ode Zainuddin
Sebenarnya, sejak istrinya sembuh, ia memiliki niat memboyong keluarganya kembali ke kampung halamannya di kabupaten Buton Selatan. Tapi niat tersebut harus diurungkannya karena takut mendapatkan perlakuan yang serupa.
Karena ditolak berkali-kali, akhirnya pihak gugus tugas Covid-19, mencarikan solusi untuk tempat tinggal. Karena kantor BPBD lama sudah tidak terpakai dan ada ruangan kosong, keluarga pasien akhirnya di tempatkan di sana.
Terkadang sang suami juga membantu kegiatan pagawai satgas covid dan membantu petugas dalam melakukan penyomproton disinfektan di rumah-rumah warga. Saat ini pun, keduanya dibuatkan tempat tinggal di samping gudang kantor, dan keduanya dipekerjakan di sana.Waode diperkerjakan sebagai cleaning service, sedangkan suami,  dipekerjakan sebagai penjaga kantor. Walau begitu, keluarga mantan  pasien covid yang menjalani rawat isolasi kurang lebih dua sebulan,  tetap mensyukuri kesembuhan yang dialaminya dan berterima kasih pada  semua pihak yang telah menopang kehidupannya selama di dalam rumah  sakit, khususnya kepada para tenaga kesehatan.
Waode Marni sendiri dinyatakan positif, Covid-19 usai melahirkan di  rumah sakit. Saat ini Waode Marni tinggal bersama suami dan empat orang  anaknya.
Waode pun sudah bangkit, walapun terpaan stigma negatif dari  orang-orang. Waode sudah mulai berani keluar rumah, membawa anaknya ke  posyandu , dan bertemu sama teman-temannya.
Dia masih berharap agar, keluarganya bisa menerima dirinya untuk bertemu, walaupun sekedar melepas kangen.</description><content:encoded>BAUBAU - Kisah pilu dirasakan oleh pasien Covid-19 asal Kota Bauabu, Sulawesi Tenggara (sultra), yang berhasil sembuh dari sakit atau Penyintas Covid-19.
Mereka menceritakan, saat dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, stigma negatif, penolakan dari keluarga dan warga muncul. Bahkan hingga saat ini, masih ada keluarga yang menolak dirinya dan keluarga terdekatnya.
Waode Marni,  Penyintas Covid-19 ini tak lepas dari masalah usai dirinya sembuh dari penyakit. Stigma negatif masih saja melekat, sebagai orang yang pernah terpapar Covid-19.
Suami dan anak-anaknya pernah diusir dari tempat kost ketika dirinya dirawat. Bahkan, hingga saat ini masih saja ada keluarga yang menolaknya.
Akhirnya, Waode dan keluarganya harus tinggal di bekas gedung badan penanggulangan bencana daerah Kota Baubau. Bagaimana tidak, Waode ditolak keluarga untuk pulang ke kampung halaman.
&quot;Sejumlah tempat kost yang ada di Kota Baubau, juga tidak menerima Kami,' tutur Waode.
Menurut waode, hingga saat ini pun, ada keluarga yang masih melarang untuk dirinya bertemu. Selama ini komunikasi hanya di lakukan via telepon saja.



Stigma negatif juga di rasakan oleh suami Waode, La Ode Zainuddin dirinya yang berprofesi sebagai tukang ojek. harus kehilangan pelanggan. Orang-orang lebih memilih menjauh, karena takut terlular Covid-19.
&quot;Hingga motor yang digunakan untuk mengojek ditarik oleh pembiayaan karena tidak sanggup membayar uang cicilan kendaraan,&quot; jelas La Ode Zainuddin
Sebenarnya, sejak istrinya sembuh, ia memiliki niat memboyong keluarganya kembali ke kampung halamannya di kabupaten Buton Selatan. Tapi niat tersebut harus diurungkannya karena takut mendapatkan perlakuan yang serupa.
Karena ditolak berkali-kali, akhirnya pihak gugus tugas Covid-19, mencarikan solusi untuk tempat tinggal. Karena kantor BPBD lama sudah tidak terpakai dan ada ruangan kosong, keluarga pasien akhirnya di tempatkan di sana.
Terkadang sang suami juga membantu kegiatan pagawai satgas covid dan membantu petugas dalam melakukan penyomproton disinfektan di rumah-rumah warga. Saat ini pun, keduanya dibuatkan tempat tinggal di samping gudang kantor, dan keduanya dipekerjakan di sana.Waode diperkerjakan sebagai cleaning service, sedangkan suami,  dipekerjakan sebagai penjaga kantor. Walau begitu, keluarga mantan  pasien covid yang menjalani rawat isolasi kurang lebih dua sebulan,  tetap mensyukuri kesembuhan yang dialaminya dan berterima kasih pada  semua pihak yang telah menopang kehidupannya selama di dalam rumah  sakit, khususnya kepada para tenaga kesehatan.
Waode Marni sendiri dinyatakan positif, Covid-19 usai melahirkan di  rumah sakit. Saat ini Waode Marni tinggal bersama suami dan empat orang  anaknya.
Waode pun sudah bangkit, walapun terpaan stigma negatif dari  orang-orang. Waode sudah mulai berani keluar rumah, membawa anaknya ke  posyandu , dan bertemu sama teman-temannya.
Dia masih berharap agar, keluarganya bisa menerima dirinya untuk bertemu, walaupun sekedar melepas kangen.</content:encoded></item></channel></rss>
