<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Nyatakan Senang AS Ubah Perilaku di Teluk Persia </title><description>Komentar itu disampaikan juru bicara Garda Revolusi menanggapi pernyataan pejabat tinggi angkatan laut AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/18/2323597/iran-nyatakan-senang-as-ubah-perilaku-di-teluk-persia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/12/08/18/2323597/iran-nyatakan-senang-as-ubah-perilaku-di-teluk-persia"/><item><title>Iran Nyatakan Senang AS Ubah Perilaku di Teluk Persia </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/12/08/18/2323597/iran-nyatakan-senang-as-ubah-perilaku-di-teluk-persia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/12/08/18/2323597/iran-nyatakan-senang-as-ubah-perilaku-di-teluk-persia</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2020 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/08/18/2323597/iran-nyatakan-senang-as-akan-perilaku-di-teluk-persia-2gdckwP5rV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal induk AS USS Nimitz dilaporkan bergerak ke Teluk Persia pasca pembunuhan ilmuwan Iran, Mohsen Fakhrizadeh. (Foto: Navydads)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/08/18/2323597/iran-nyatakan-senang-as-akan-perilaku-di-teluk-persia-2gdckwP5rV.jpg</image><title>Kapal induk AS USS Nimitz dilaporkan bergerak ke Teluk Persia pasca pembunuhan ilmuwan Iran, Mohsen Fakhrizadeh. (Foto: Navydads)</title></images><description>TEHERAN &amp;ndash; Pemerintah Iran pada Senin (7/12/2020) menyatakan  senang karena Amerika Serikat (AS) memahami pesan Teheran dan mengubah perilaku di Teluk Persia. Komentar itu disampaikan setelah seorang pejabat tinggi Angkatan Laut AS di wilayah tersebut mengatakan pasukannya akan menahan diri.
&amp;ldquo;Kami senang Amerika memahami pesan tersebut dan mengubah perilaku menjadi lebih terhormat,'' kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh kepada wartawan sebagaimana dilansir VOA. Ia mengatakan militer AS adalah &amp;ldquo;sumber utama ketegangan'' di kawasan itu dan pasukan Iran selalu bertindak profesional.
BACA JUGA: Kapal Induk AS Bergerak ke Teluk Persia Setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Ada Apa?
&amp;ldquo;Sayangnya, AS sering melakukan pendekatan tidak profesional terhadap Angkatan Laut Iran,'' katanya.
Khatibzadeh mengeluarkan pernyataan itu untuk menanggapi pernyataan Laksamana Madya AS Sam Paparo, yang disampaikan pada sebuah konferensi di Bahrain pada Minggu (6/12/2020).
Paparo, yang mengawasi Armada ke-5 Angkatan Laut yang berbasis di Bahrain, mengatakan kedua belah pihak telah mengambil sikap menahan diri meski tidak mudah, dan bahwa ia menghormati angkatan laut reguler Iran dan angkatan laut Garda Revolusi.
BACA JUGA: Iran Klaim Miliki &quot;Kota Rudal&quot; Bawah Tanah di Sepanjang Pantai Teluk Persia
Ketegangan antara kedua negara masih tinggi terkait program nuklir Iran setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia, dan menjatuhkan sejumlah sanksi berat terhadap Iran.
Pembunuhan jenderal tertinggi Iran dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari mendorong kedua negara ke ambang perang, setelah Iran menanggapi serangan itu dengan serangan misil terhadap pasukan AS.Angkatan Laut AS secara rutin terlibat dalam ketegangan dengan Garda  Revolusi Iran akhir-akhir ini. Kapal-kapal Garda itu sering menguntit  kapal-kapal perang Amerika di Teluk Persia. Pasukan khusus Iran ini juga  sering melakukan unjuk kekuatan dengan menggelar latihan dengan senapan  mesin dan misil di hadapan pasukan AS.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran juga menyita sejumlah kapal  tanker minyak dan dituding bertanggung jawab atas serangkaian ledakan  ranjau limpet yang menarget kapal-kapal tanker. Teheran membantah  terlibat, tetapi anggota Garda Revolusi terpantau kamera sedang  mengambil ranjau-ranjau yang tidak meledak dari sebuah kapal tanker.
Dalam beberapa hari terakhir, sebuah ranjau menghantam sebuah kapal  tanker minyak di lepas pantai Arab Saudi, sementara sebuah kapal kargo  dekat Yaman diserang. Kecurigaan langsung jatuh pada kelompok  pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, namun sejauh ini belum  ada komentar dari Houthi terkait serangan tersebut.</description><content:encoded>TEHERAN &amp;ndash; Pemerintah Iran pada Senin (7/12/2020) menyatakan  senang karena Amerika Serikat (AS) memahami pesan Teheran dan mengubah perilaku di Teluk Persia. Komentar itu disampaikan setelah seorang pejabat tinggi Angkatan Laut AS di wilayah tersebut mengatakan pasukannya akan menahan diri.
&amp;ldquo;Kami senang Amerika memahami pesan tersebut dan mengubah perilaku menjadi lebih terhormat,'' kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh kepada wartawan sebagaimana dilansir VOA. Ia mengatakan militer AS adalah &amp;ldquo;sumber utama ketegangan'' di kawasan itu dan pasukan Iran selalu bertindak profesional.
BACA JUGA: Kapal Induk AS Bergerak ke Teluk Persia Setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Ada Apa?
&amp;ldquo;Sayangnya, AS sering melakukan pendekatan tidak profesional terhadap Angkatan Laut Iran,'' katanya.
Khatibzadeh mengeluarkan pernyataan itu untuk menanggapi pernyataan Laksamana Madya AS Sam Paparo, yang disampaikan pada sebuah konferensi di Bahrain pada Minggu (6/12/2020).
Paparo, yang mengawasi Armada ke-5 Angkatan Laut yang berbasis di Bahrain, mengatakan kedua belah pihak telah mengambil sikap menahan diri meski tidak mudah, dan bahwa ia menghormati angkatan laut reguler Iran dan angkatan laut Garda Revolusi.
BACA JUGA: Iran Klaim Miliki &quot;Kota Rudal&quot; Bawah Tanah di Sepanjang Pantai Teluk Persia
Ketegangan antara kedua negara masih tinggi terkait program nuklir Iran setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia, dan menjatuhkan sejumlah sanksi berat terhadap Iran.
Pembunuhan jenderal tertinggi Iran dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari mendorong kedua negara ke ambang perang, setelah Iran menanggapi serangan itu dengan serangan misil terhadap pasukan AS.Angkatan Laut AS secara rutin terlibat dalam ketegangan dengan Garda  Revolusi Iran akhir-akhir ini. Kapal-kapal Garda itu sering menguntit  kapal-kapal perang Amerika di Teluk Persia. Pasukan khusus Iran ini juga  sering melakukan unjuk kekuatan dengan menggelar latihan dengan senapan  mesin dan misil di hadapan pasukan AS.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran juga menyita sejumlah kapal  tanker minyak dan dituding bertanggung jawab atas serangkaian ledakan  ranjau limpet yang menarget kapal-kapal tanker. Teheran membantah  terlibat, tetapi anggota Garda Revolusi terpantau kamera sedang  mengambil ranjau-ranjau yang tidak meledak dari sebuah kapal tanker.
Dalam beberapa hari terakhir, sebuah ranjau menghantam sebuah kapal  tanker minyak di lepas pantai Arab Saudi, sementara sebuah kapal kargo  dekat Yaman diserang. Kecurigaan langsung jatuh pada kelompok  pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, namun sejauh ini belum  ada komentar dari Houthi terkait serangan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
